Home Internasional

 
Share |
Diawasi, Syiah Amerika Kritik Aparat Keamanan


 

Senin, 06 Februari 2012

Hidayatullah.com—Kelompok masyarakat sipil di seluruh AS meminta penyelidikan terhadap pertemuan intelejen yang membahas Syiah di Departemen Kepolisian New York NYPD.

Sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (04/02/2012), keluhan itu muncul setelah sebuah memo internal menganjurkan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap komunitas Syiah Amerika.

Kelompok Muslim berkumpul di dekat kantor pusat kepolisian untuk memprotes memo surat yang dikeluarkan NYPD.

Pejabat penting polisi bersikukuh bahwa polisi hanya mengikuti perintah.

Surat internal, yang merupakan bagian dari sebuah laporan tahun 2006, merekomendasikan peningkatan tindakan untuk memata-matai pusat Muslim dan masjid Syiah. Dan surat itu ditujukan kepada Komisioner Polisi Ray Kelly.

Kamis lalu, Kelly menyebut surat itu merupakan "rencana darurat" dalam kasus konflik militer antara AS dan Iran, meskipun hal itu tidak disebutkan dalam dokumen.

Sebelumnya, Komisioner polisi mendapatkan kritikan setelah muncul dalam film kontroversial tentang Muslim "The Third Jihad".

Surati Jaksa Agung

Dalam surat kepada Jaksa Agung Eric Schneiderman, 33 kelompok mengatakan bahwa surat internal itu yang berhasil dibongkar itu"merusak citra NYPD" terutama dalam melakukan pendekatan terhadap komunitas Muslim yang mengikis kepercayaan dan keyakinan publik.

"NYPD harus mempertanggungjawabkan atas praktek kebijakan diskriminatif yang menjadi sorotan dan mendesak," demikian disampaikan dalam surat tersebut.

Kantor Schneiderman tidak memberikan komentar terhadap surat tersebut.

Salah satu institusi yang disebut dalam surat NYPD adalah masjid Bait-ul-Qaim di New Jersey, pemimpin masjid Asad Sadiq yang juga tokoh Syiah mengatakan kebijakan kepolisian dapat dikenali dibandingkan dengan FBI, yang melakukan pertemuan dengannya untuk membahas masalah keamanan.

Sadiq mengatakan NYPD akan disambut lebih baik di masjidnya jika mereka datang secara terbuka seperti yang dilakukan FBI.

"Hanya karena kami tidak satu agama tidak berarti kami akan bertindak dan membahayakan AS," kata dia.

" Ini tidak masuk akal." Pungkasnya.*

Sumber : PelitaOnline
Rep: Camila
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Internasional Lainnya
  Mr. Normal Gantikan Sarkozy Jadi Preside...
  Kendaraan Pemantau PBB Dibom Pasukan Sur...
  Setelah Saudi, Iran pun Ingin Penyatuan ...
  Hanya di Amerika: Usia 18 Bulan Dianggap...
  100 Janda Nikah Massal Perdagangan Pun T...
  Italia Sita Harta Keluarga Qadhafi
  Rusia Tuduh Al-Qaeda Bertanggungjawab At...
  Pengaduan Kasus Korupsi Mesir Naik 54 Pe...
  Al Assad Tumbang = Bencana Bagi Israel
  Capres Mesir Diminta Tidak Kampanye di M...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved