frontpage hit counter

Yaacov Baruch, Ketua Indonesian Jewish Community (IJC)

Yahudi Indonesia : Lebih Baik Diskusi dengan FPI dari pada dengan Liberal

Curahan hari seorang Yahudi Indonesia. Mengaku tidak pro-Israel, mendukung syariat Islam, dan enggan berhubungan dengan Islam liberal

Yahudi Indonesia : Lebih Baik Diskusi dengan FPI dari pada dengan Liberal

Terkait

Hidayatullah.com–Bulan Desember 2010 lalu Hidayatullah Media melakukan safari jurnalistik ke beberapa daerah di Sulawesi Utara (Sulut). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat dari dekat pengaruh Yahudi di daerah yang didominasi umat Nasrani tersebut.

Sebelumnya, diberitakan pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Sulut, telah membangun sebuah menara Yahudi (menorah) setinggi 19 meter di kaki Gunung Klabat. Menorah itu merupakan yang terbesar di dunia, dibandinkan dengan menorah serupa di Gedung Parlemen Israel, Knesset, yang hanya setinggi lima meter.

Selain menorah, hal-hal berbau dukungan terhadap Israel juga mudah ditemukan di daerah Minahasa ini. Seperti lambang Bintang Daud yang bisa ditemukan di bus-bus dan angkutan kota, bendera Israel di pangkalan ojek, dan sebagainya. Sinagog, rumah ibadah Yahudi pun ada di daerah ini.

Dalam kesempatan itu, Hidayatullah Media juga melakukan wawancara dengan Ketua Indonesia Jews Community, Yaacov Baruch. Berikut kutipan wawancara wartawan Hidayatullah Media, Surya Fachrizal dengan Yaacov, yang juga menjadi dosen di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, Manado, seperti dikutip dari majalah Suara Hidayatullah edisi Januari 2011.

Bagaimana keturunan Yahudi di Manado bisa berkumpul?

Kita kenalnya dari marga. Keturunan-keturunan Yahudi di Indonesia berasal dari Belanda dan Irak. Tapi untuk pengetahuan, mereka sudah tidak tahu sama sekali ajaran Yahudi.

Di keluarga, cuma saya saja yang getol mendalami ajaran Yahudi. Dan, ketika kita kumpulkan, ternyata mereka banyak yang Kristen, ada yang Muslim, ada yang Buddhis.

Apakah Yahudi punya tujuan mencari pengikut di negeri ini?

Dalam Judaisme, kita tidak boleh mengajak orang masuk ke agama kita. Itu sangat diharamkan oleh rabbi-rabbi. Dalam aturan Yahudi, halacha, kita disuruh menolak orang yang mau masuk ke Yahudi sampai tiga kali.

Kalau ada orang non-Yahudi bilang ke rabbi kalau dia ingin jadi Yahudi, dia akan ditanya, untuk apa? Kamu akan menjadi gila. Kamu orang bebas, untuk apa mau jadi orang yang paling dibenci, paling dikutuk oleh dunia.

Jadi sebenarnya, orang Yahudi itu menganggap konyol jika ada orang non-Yahudi mau menjadi Yahudi.

Harapan Anda sebagai Yahudi terhadap pemerintah Indonesia?

Saya ingin seperti di Iran. Iran itu sangat anti Israel, dia anti sekali zionisme. Tetapi dia melindungi warga Yahudi di negaranya. Karena kita Yahudi, tidak mau disamakan dengan zionisme. Kita lahir di Indonesia, apa urusannya dengan negara Israel. Tidak semua Yahudi mendukung zionisme.

Justru yang berbahaya itu gerakan Zionis Kristen, seperti yang banyak terdapat di Amerika. Mereka yang sangat mendukung berdirinya negara Yahudi Israel di Palestina.

Mengapa mereka bisa seperti itu?
Karena mereka percaya semakin cepat membuat orang-orang Yahudi pulang (ke Jerusalem), maka Yesus Kristus itu cepat datang .

Apakah anda mendukung Zinonisme?

Tolong digarisbawahi, Judaisme itu berbeda dengan Zionisme. Zionisme adalah gerakan politik dari orang Yahudi sekuler yang mau membangun negara Israel raya. Sedangkan rabbi-rabbi ortodoks menentang pendirian negara Yahudi, dan mengatakan kita bisa beragama di mana saja.

Para rabbi ortodoks mengatakan, kembalinya orang Yahudi ke Israel menunggu datangnya messias. Jangan kita mendahului messias.

Siapa yang dimaksud Mesias?

Mesias adalah seorang Yahudi yang diurapi oleh Tuhan, yang akan datang untuk membawa seluruh orang Yahudi pulang ke tanah Israel dan membangun Bait Suci ketiga di Jerusalem.

Apakah sama dengan kedatangan mesias versi Kristen?

Bangsa Yahudi percaya bahwa Mesias adalah manusia. Kristen percaya Tuhan dan Mesias adalah satu karakter dalam diri Yesus Kristus.

Dalam ajaran Yahudi dikatakan, selain Yahudi adalah goyim atau gentiles. Setelah memeluk Yahudi, bagaimana pandangan anda terhadap non-Yahudi, khususnya kepada orang tua Anda?

Iya. Dalam ajaran Yahudi ada istilah Yehudim dan Goyim. Goyim artinya bangsa-bangsa di luar Yahudi. Kalau diartikan ke bahasa Arab artinya kafir. Tetapi orang Yahudi tidak menganggap goyim untuk didakwah atau untuk dibenci.

Khusus kepada bangsa Arab atau Muslim, orang Yahudi menyebutnya dengan denai (anak-anak) dodim (sepupu, cousins). Dengan kata lain, mereka ada sepupu. *

Bagaimana dengan ajaran kabbalah dalam Judaisme yang sering dipandang sebagai aliran penyembah setan?

Kabbalah adalah hal-hal di dalam Judaisme yang menyangkut hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Saya sendiri tidak bisa jelaskan secara jelas. Karena ada tiga syarat untuk kabbalah. Pertama, Yahudi, kedua sudah menikah, ketiga, usia minimal 40 tahun.

Jadi kabbalah-nya Madonna, dan lain-lain itu kabbalah yang ngarang bukan Judaisme asli.

Babagaimana dengan Freemasonry?

Freemasonry ataupun Illuminati itu dari Katolik. Saya bisa jamin seratus persen hal itu bukan dari Judaisme. Kalau pun ada orang Yahudi di sana, tapi ada juga dari Katolik dan Protestan.

Bagaimana dengan buku-buku tentang Freemasonry yang selalu mengaitkan Yahudi di dalamnya?

Dia sama sekali bukan cabang dari Judaisme, dan tidak ada unsur religius Judaisme. Saya baca buku-buku itu sampai stres juga. Ini sudah fitnah seribu persen.

Bagaimana dengan teori konspirasi dari protokol zionis yang disusun tokoh pendiri negara Israel, Theodore Herzl?

Menurut pengalaman saya pribadi, setelah sebelas tahun hidup dengan orang-orang Yahudi ortodoks, hal seperti itu tidak ada. Lagi pula Herzl itu kan sekuler, dia tidak sunat. Dia banyak membantah rabbi-rabbi. Dia juga yang membantah 150 rabbi dari Amerika dan Kanada sewaktu menggagas negara Israel.

IJC itu organisasi seperti apa?

IJC seperti paguyuban saja. Seperti paguyuban masyarakat Sunda, dan lain-lain. Kita paham Yahudi tidak diakui sebagai agama di Indonesia. Jadi kita tidak bisa bertindak secara formal untuk membuat yayasan atau sekolah Yahudi di sini.

Anggotanya berapa?

Anggotanya keturunan Yahudi di Indonesia. Di Manado ini, keturunan Yahudi ada 200 hingga 300 orang. Tetapi tidak semuanya Yahudi, ada yang Kristen.

Apa motivasi Anda memeluk agama Yahudi?

Pertama, karena saya diberitahu saya keturunan Yahudi. Dan saya ingin memelihara akar Yahudi yang ada dari garis keturunan Ayah dan Ibu saya.

Pada awalnya bagaimana anda belajar tentang Judaisme?

Saat saya SMA, tahun 1999. Saat itu tidak ada rabbi atau sinagog di Manado. Saya banyak belajar di internet, lalu teman-teman yang saya kenal via internet juga banyak membantu mengirimkan buku-buku.

Di mana anda mendapatkan pengakuan menjadi seorang Yahudi?

Di Israel. Saya pertama kali ke sana tahun 2009. Saya membawa dokumen-dokumen yang diperlukan, seperti akta lahir, foto-foto, dsb. Data-data tersebut kemudian dicocokkan di Museum Diaspora.

Dari mana Anda mendapat gelar rabbi dan sejak kapan?

Sebelumnya saya masuk semacam seminari Yahudi di Singapura dan Israel. Pada tahun 2004 beberapa rabbi dari Israel datang ke Indonesia. Karena saya yang urus sinagog maka mereka menunjuk saya sebagai rabbi.

Sejak kapan Sinagog di Tondano dibuat, dapat dana dari mana?

Sinagog itu dibuat pada tahun 2004. Ada keluarga saya dari Belanda yang tahu aktivitas saya kemudian menawarkan untuk membiayai pembuatan sinagog. Mereka keluarga Kristen, bukan Yahudi. Karena orang Kristen percaya, kalau memberkati Yahudi maka akan mendapat berkat.

Yahudi dan Kristiani sama-sama percaya terhadap kitab Perjanjian Lama?

Bagi Yahudi, itu memang kitab suci. Kita tetap memakainya, Kristen yang tidak pakai. Kalau dia pakai Perjanjian Lama dia tidak makan babi dia harus sunat, dia harus kosher (“halal” ala Yahudi-red).

Jadi, hal seperti syariat Islam tidak masalah dengan saya. Bagus, dong, nggak ada babi.

Anda pernah berdialog dengan pihak Islam?

Saya sering bicara dengan Djohan Effendi

Apakah anda dekat dengan kalangan liberal?

Memang ada dari kalangan Islam liberal yang mendekati dan mengajak saya diskusi. Tapi saya tahu, mereka juga disorot oleh kalangan Islam mainstream. Jadi buat apa saya mendekat dengan mereka. Ibarat dosa dua kali: sudah Yahudi dekat dengan liberal, pula. Lebih baik saya diskusi dengan (Ketua Umum FPI) Habib Rizieq sekalian. *

Rep: Surya Fachrizal Ginting

Editor: Cholis Akbar

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !