Wawancara – Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Tue, 19 Dec 2017 08:20:41 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.1 KH Lutfi Bashori: “Saya Mengajak Pengurus PPP Tobat Politik” http://www.hidayatullah.com/berita/wawancara/read/2017/11/20/128414/kh-lutfi-bashori-saya-mengajak-pengurus-ppp-tobat-politik.html Sun, 19 Nov 2017 22:30:21 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=128414

Begitu PPP menampakkan pro Ahok dan Pro kekuasaan Megawati, maka umat Islampun mentalaq (cerai) dua PPP

(Ahmad,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

AWAL minggu lalu, tepatnya Kamis, 16 November 2017 kemarin, Pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, KH. Luthfi Bashori (52) bertemu secara tidak sengaja dengan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muchammad Romahurmuziy.

Pertemuan tak terencana berbuah berkah, sebuah dialog dan pesan-pesan cinta dari seorang kiai Nahdhatul Ulama (NU) kepada PPP, salah satu partai Islam yang memiliki sejarah cukup kuat dengan NU.

Sebagaimana diketahui, PPP didirikan tanggal 5 Januari 1973,  hasil fusi politik 4 partai Islam (Partai Nadhlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam (Perti) menjadi  PPP, dan memprokamirkan diri  sebagai “Rumah Besar Umat Islam” dengan logo Ka’bah.

Sayangnya, 44 tahun perjalan PPP justru dirasakan menjauh jadi ‘rumah umat Islam’.  Kepada cucu Menteri Agama ketujuh RI KH M. Wahib Wahab ini, Kiai Luthfi Bashori, yang tak lain putra sesepuh NU Jawa Timur Kiai Bashori Alwi, memberikan nasehat penting terkait langkah-langkah PPP yang dinilai sudah terlalu jauh ‘salah jalan’.

Ketua Umum Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ) Singosari Malang dan Ketua Komisi Hukum dan Fatwa MUI Kabupaten Malang ini memberi masukan-masukan penting atas sikap PPP yang dinilai sudah jauh dari gari perjuangan partai Islam. Bahkan keresahan umat Islam ketika partai berlogo Ka’bah ini terang-terangan mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang banyak melukai perasaan umat Islam.  

“Saya mengajak kepada para pengurus harian PPP agar bertobat politik dan sikap keagamaan,” ujar alumni Ma`had as-Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki, Makkah al-Mukarramah (1983-1991) ini.  Apa maksudnya? Inilah petikan wawancaranya;

Bagaimana awalnya Anda bisa bertemu dengan Mas Romi?

Saya kebetulan ada pertemuan dengan teman dan masyarakat Muslim di sebuah penginapan di Sukabumi. Rupanya Mas Romi (Romahurmuziy, red) juga di situ. Entah bagaimana ceritanya, ada orang-orang PPP izin nimbrung ngobrol ngajak beliau. Ya silahkan saja.

Apa Anda telah mengenal Mas Romi sebelumnya?

Saya baru kenal Mas Romi  (Muchammad Romahurmuziy, red) ya baru saat itu, sebelumnya hanya mengenal namanya di koran.

Jam berapa pertemuannya kala itu?

Saya ketemu Mas Romi di Sukabumi Jawa Barat. Sekitar jam 08.30 sampai jam 10.00 (sekitar 1,5 jam)

Siapa saja yang hadir kala itu?

Saya, Mas Romi dan beberapa kawan. Ada habaib dan Kiai dari Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mas Romi juga ditemani oleh beberapa aktifis PPP

Apa yang Pak Kiai sampaikan pada dia?

Saya sampaikan tentang kekecewaan umat Islam terhadap keputusan akrobatik PPP tatkala mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Saya mengatakan bahwa umat Islam saat ini sudah pandai membaca situasi politik. Begitu PPP menampakkan pro Ahok dan Pro kekuasaan Megawati, maka umat Islampun mentalaq (cerai) dua PPP.

Baca: Hilangnya Marwah Partai Ka’bah

Umat Islam tidak mudah dirayu dengan kebohongan-kebohongan politik yang dilakukan oleh para politikus PPP, sekalipun mereka tetap menggunakan label Islam seperti lambang Ka’bah dan AD/ART Islam, bahkan dengan seragam kebanggaan berwarna hijau. Namun kenyataannya mendukung kebijakan dan cagub PDIP yang jelas-jelas berbaju merah.

Saya sampaikan juga mayoritas umat Islam saat ini menilai, bahwa PPP adalah Partai Semangka. Kulitnya Hijau, tapi isinya Merah. Logonya bergambar Ka’bah namun kebijakannya sekuler. Jargonnya Bela Islam, prakteknya Bela Musuh Islam.

Sebagaimana diketahui, PPP Kubu Djan Farid dan kubu M Romahurmuziy, berdiri bersama empat partai –PDIP, NasDem, Hanura, dan Golkar—mendukung calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Djarot Saiful Hidayat atau Ahok-Djarot yang akhirnya kalah dengan pasangan Anies-Sandi;  57,95 : 42,05.

Apa jawaban Pak Romi kala itu?

Beliau sempat menjawab tapi terkesan nge-les. “Itu sih hanya sikap politik saja, tapi hati dan niatnya tetap bersama umat Islam,” kira-kira begitu jawabannya kala itu.

Apa pandangan-pandangan lain Pak Romi kala itu?

Dalam perkenalan pertama, Mas Romi berterima kasih diberi kesempatan dapat berbincang dengan beberapa tokoh Islam. Mas Romi dibantu kawannya memberikan alasan langkah politik PPP yang katanya ingin ikut benah-benah negara ini lewat dalam, artinya PPP memilih masuk dalam kumparan pemerintahan yang ada.

Baca: Pemuda Al-Irsyad: PPP Dukung Ahok-Djarot Khianati Umat Islam

Mas Romi juga berargumentasi dengan kondisi dunia ekonomi negara yang harus diselamatkan. Katanya dengan masuk dalam sistem pemerintahan maka akan lebih mudah untuk ikut mengatur negara.

Lantas apa tanggapan Pak Kiai?

Saya mengatakan kepada Mas Romi, saya ingin ikut sumbangsih pemikiran, itupun jika diterima, yaitu saya mengajak kepada para pengurus harian PPP agar ‘Bertobat politik dan Sikap Keagamaan’ .

Saya mengajak agar PPP secara gentle dan terang-terangan hingga diketahui oleh publik, antara lain:

Pertama, bertobat dari berkoalisi dengan partai-partai nasionalis sekuler. Kedua, mencabut dukungan terhadap  Ahok, sekalipun agak terlambat, bahkan hendaklah PPP pasang badan membela aktifis muslim yang sedang dikriminalisasi akibat menentang Ahok. Jadi hendaklah PPP berusaha ikut membebaskan para akt

Partai pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

ifis muslim yang terdhalimi serta memberikan perlindungan secara politik terhadap para aktifis dakwah.

Ketiga, mencabut dukungan terhadap pemberlakuan UU Ormas hingga PPP dapat berjalan seirama dengan partai dan ormas lain yang sudah mengumumkan penolakannya terhadap UU Ormas secara resmi demi membela kepentingan umat Islam.

Saya juga mengatakan, pada saat PPP menyatakan dukungannya terhadap Ahok di Pilgub DKI, maka itu ibarat sebuah rumah milik umat Islam yang hampir semua atap gentengnya telah bocor berat, alias semi rusak. Sayangnya sang tuan rumah masih tidak peduli dengan kondisi semacam itu. Bahkan justru ikut melemparkan batu ke atas atap genteng.

Kemudian, pada saat PPP mendukung Perpu Ormas menjadi UU, maka rumah umat Islam itu sejatinya tengah diterjang badai dan angin kencang, hingga rumah tersebut sudah tidak beratap lagi, dan kondisi dalamnya pun sudah porak poranda, jadi sudah tidak bermanfaat lagi bagi umat Islam untuk bernaung di dalamnya.  Wajar jika umat Islam telah menjatuhkan talaq 2 kepada PPP.*>>>> (BERSAMBUNG) … ” sebaiknya PPP pakai logo Monas…”

(Ahmad,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Hamid Fahmi: “Penggunaan Istilah ‘Moderat, ‘Radikal’ dan ‘Toleran’ Sarat Kepentingan Barat” http://www.hidayatullah.com/berita/wawancara/read/2017/11/05/127217/hamid-fahmi-penggunaan-istilah-moderat-radikal-dan-toleran-sarat-kepentingan-barat.html Sat, 04 Nov 2017 23:00:54 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=127217

'Nah, di antara ciri dari orang moderat (menurut orang-orang umumnya tidak suka dengan Islam itu), adalah, pertama, orang yang apabila agamanya dihina, dia tidak boleh marah.'

(Muhammad Abdus Syakur,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Kasus penistaan agama yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melahirkan aksi massa yang berujung gerakan Aksi Bela Qur’an 411 (4 November 2016) dan Aksi 212 (02 Desember 2016).

Pasca aksi yang kabarnya mampu menyatukan lebih dari dua juta umat Islam tanpa adanya kerusakan, istilah-istilah ‘intoleran’, ‘radikal’, dan ‘moderat’ makin sering digunakan kelompok-kelompok tertentu untuk memberi stigma kepada kelompok Islam. Belakangan, istilah ‘anti Pancasila’ ‘anti Bhinneka’ juga digunakan kelompok anti gerakan-gerakan Islam melakukan stigma-stigma buruk.

Redaksi mewawancarai Dr Hamid Fahmy Zarkasyi MA, cendekiawan yang intens memberi kajian Islamic worldview di berbagai seminar pemikiran baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2005 Direktur Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) yang serius mengkaji masalah-masalah ini. Salah satu hasilnya, sebuah buku pemikiran yang cukup renyah berjudul ‘Misykat: Refleksi tentang Islam, Westernisasi dan Liberalisasi’ (Penerbit: INSISTS).

“Istilah moderat ini sudah dibajak orang kemana-mana. Sebagian orang mendefinisikan dengan sesuka hatinya makna moderat itu,” ujar master bidang filsafat di University of Birmingham United Kingdom (1998) dan PhD bidang pemikiran Islam di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) IIUM Malaysia (2006) ini.

Baca: Menolak LGBT Dianggap ‘Intoleran’, Sama Halnya Menuduh Al-Qur’an ‘Intoleran’

Apa maksudnya? Baca lebih lengkap wawancara berikut ini.

Beberapa pihak menggunakan definisi intoleran dan radikal, dengan ciri anti LGBT bahkan anti Ahok, bagaimana pendapat Anda?

Pertama, kriteria radikal dan ekstremis itu sangat sepihak. Dan itu juga terjadi dengan istilah moderat. Saya ikut mengkaji sejak tahun 2005 itu istilah moderat ini sudah dibajak orang kemana-mana. Sebagian orang mendefinisikan dengan sesuka hatinya makna moderat itu. Dan sudah tentu ini hasil dari definisi moderat itu pasti akan memunculkan makna radikal.

Seolah kalau tidak moderat dia pasti menjadi radikal. Nah, di antara ciri dari orang moderat (menurut orang-orang umumnya tidak suka dengan Islam itu), adalah, pertama, orang yang apabila agamanya dihina, dia tidak boleh marah. Kedua, orang taat menjalankan syariat (Islam, red) itu dianggap tidak moderat, karena syariat itu sendiri dianggap mengajarkan kekerasan. Dan banyak lagi definisi itu.

Bahkan ada yang mengatakan bahwa orang yang menganggap orang lain kafir itu tidak moderat. Nah, gejala ini tentu harus kita respons dengan definisi juga. Jadi definisi yang selama ini dipakai LSM dan kelompok-kelompok HAM ini adalah definisi yang sangat tidak akademis dan tidak bertanggung jawab. Itu sangat sepihak.

Kalau kita ingin membuat definisi kita dengan standar kita, tentu definisi dia itu adalah definisi radikal. Jadi ada orang yang mendefinisikan makna moderat itu secara radikal, dan ada orang yang mendefinisikan radikal itu secara radikal juga.

Artinya?

Jadi, bagaimana orang harus bertoleransi terhadap sesuatu yang oleh agamanya dilarang; Islam diminta toleransi jika saudaranya melakukan perzinaan, misalnya. Ini jelas suatu yang tidak bisa diterima oleh HAM sekalipun. Ndak bisa diterima. Itu bertentangan dengan juga hak masing-masing orang, kan.

Haknya (umat Islam) adalah tidak setuju dengan perbuatan yang ada di dalam domain agamanya, karena perzinaan dalam Islam itu haram. Kalau saya mengharamkan perzinaan kemudian orang lain menghalalkan, dan saya dianggap radikal, itu salah menurut HAM.

Nah ini, makanya perlu menggunakan akal sehatlah. Orang mengatakan radikal dan ndak radikal ujungnya dia bisa kebablasan. Misalnya, yang disebut radikal adalah yang tidak toleran terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), ini definisi yang sangat-sangat western sekali, sangat Barat sekali.

Saya pernah bertemu orang Barat dan bertanya dengan nada heran. “Katanya di Indonesia orang LGBT enggak diterima ya?” Saya jawab, “Di negara Islam manapun, LGBT tidak diterima.”

Nah, definisi yang seperti ini perlu kita sesuaikan dengan Pancasila. Pancasila ini, kan, asasnya adalah Ketuhanan. Orang yang paling dekat pada Tuhan di Indonesia ini justru yang Pancasilais. Di sini kita sebenarnya tidak bisa mentolerir orang-orang yang jauh dari Tuhan. Dan tidak ada hak orang yang tidak ber-Ketuhanan Yang Maha Esa dan tidak menjalankan kepercayaannya itu dalam kehidupan sehari-hari untuk hidup di Indonesia [penuh penegasan, red].

Ini interpretasi paling logis terhadap ideologi Pancasila. Sama misalnya, orang yang anti komunis dianggap tidak toleran. Padahal jika kita toleran terhadap komunisme, berarti kita tidak Pancasilais. Jadi sangat logis sekali itu.

Baca: Gus Solah: Menolak Komunisme Masa Radikal

Singkatnya, definisi radikal, intoleran, moderat itu sarat masalah ya?

Sarat masalah dan sangat bermasalah. Dari perspektif Islam sangat bermasalah, dari perspektif HAM juga bermasalah, dari perspektif Pancasila apalagi, bermasalah.

Apakah ada kesamaan pendapat terkait definisi dalam istilah-istilah itu di selusuh dunia?

Ya kesamaan tadi, kesamaannya dengan orang-orang Barat yang islamphobia, banyak itu. Saya bisa menyebutkan siapa orangnya di Barat yang memahami moderat dalam pengertian yang sangat radikal itu.

Menurut Anda, apakah penggunaan istilah-istilah yang dibahas tadi ada kepentingan pendonor (asing)?

Saya rasa memang ada karena bunyinya. Maknanya sih sama dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang di Barat. Saya curiga bahwa itu sejalan dengan orang di luar Indonesia dan di luar Islam, bisa jadi dia jadi ke sana. Saya tidak bisa melacak. Yang pasti, itu ada kepentingan asingnya.

Baca juga: MUI: Tidak Ada Kata Toleransi pada LGBT dan Aliran Sesat

Jika ciri radikal dan intoleran itu sebagaimana digambarkan kelompok-kelompok anti Islam itu, berarti isi kandungan al-Qur’an itu intoleran?

Oh iya, itu indikasinya luas sekali. Pertama kali ajaran Islam itu sendiri ‘tidak toleran’. Misalnya, kita melarang orang Muslimah menikah dengan non-Muslim. Itu Qur’an itu. Dan itu ndak bisa ditawar. Tapi kemudian orang-orang ini mengatakan, ‘ah itu ndak ada masalah’, lho, berarti dia tidak toleran terhadap Islam.

Tidak ada dalam Islam yang namanya pria menikah dengan pria atau perempuan dengan perempuan. Bahkan dalam Islam itu dikutuk, dan dilaknat oleh Allah. Kita dilarang itu. Artinya Islam tidak toleran dengan hal itu. Tapi yang begini ini dianggap radikal dan intoleran. Jelas, lagi-lagi, mereka memusuhi Islam.

Artinya mereka secara tidak langsung menganggap isi al-Qur’an intoleran gitu ya?

Ya betul! Mereka ini secara definitif menurut saya adalah orang-orang yang sebenarnya anti Islam. Jadi tidak suka dengan ajaran Islam. Nah, kalau Islam ini dibenturkan dengan HAM, hal ini akan membenturkan sebuah peradaban yang besar. Dan itu tidak produktif, sama halnya, mereka sedang mencari gara-gara.

Kalau kita mau berbicara seperti begitu, banyak sekali peradaban sikap, konsep, dan perilaku masyarakat modern ini yang bertentangan dengan Islam.

Dalam pengertian Islam, mereka itu melanggar kemanusiaan secara radikal. Ini kemanusiaan lho, kita tidak bicara Islam. Sebab Islam itu agama yang paling manusiawi.*   

(Muhammad Abdus Syakur,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Yang Membedakan Anadolu dengan Kantor Berita Lain adalah Nuansa Islam http://www.hidayatullah.com/berita/wawancara/read/2017/11/03/127104/yang-membedakan-anadolu-dengan-kantor-berita-lain-adalah-nuansa-islam.html Fri, 03 Nov 2017 05:16:52 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=127104

Berdiri sejak zaman Khalifah Utsmani tahun 1920, kini Anadolu menjadi salah satu alternatif dalam melihat Dunia Islam dan Timur Tengah

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com—Akhir Oktober 2017 lalu, Kantor berita Turki Anadolu Agency secara resmi mengembangkan sayap internasional dengan layanan berita Bahasa Indonesia.

Anadolu   Agency berdiri sejak tahun 1920, dan kini  telah berkembang  dalam layanan Bahasa Inggris, Arab, Rusia, Bosnia, Kroasia, Serbia, Prancis, Kurdish-Sorani, Kurdish-Kurmanchi, Persia, Albania, Spanyol, dan Makedonia.

Untuk Indonesia, Anadolu   Agency Biro Indonesia menjadi layanan  ke-12. Di saat yang sama, Kantor Berita asal Turki ini juga melakukan peluncuran layanan bahasa ke-13, di Kolombia.

Dengan pengalaman lebih dari 97 tahun,  Anadolu   Agency merupakan satu di antara sepuluh agensi paling berpengaruh di dunia dan menjadi alternatif kantor-kantor berita asing, khususnya dalam melihat persoalan Islam dan Timur Tengah.

“Kita berdiri sejak zaman Khalifah Utsmani tahun 1920. Jadi kalau saya bilang ada nuansa Islamnya ya memang demikian,” ujar  Kepala Biro Anadolu Agency di Jakarta Dandy Koswaraputra. Inilah wawancara lengkapnya.

Mengapa baru sekarang  layanan bahasa Indonesia dibuka?

Anadolu sebetulnya belum lama mengembangkan sayapnya ke luar Turki. Mungkin sekitar lima tahun kami membuka layanan bahasa-bahasa di luar Turki. Dalam proses itu akhirnya Indonesia juga menjadi negara yang ke-12 dari 13 bahasa yang dimiliki Anadolu Agency, termasuk bahasa Turki sendiri. Jadi bahasa non Turkinya ada 12. Kenapa baru sekarang, mungkin karena tahapan-tahapan kita punya skala prioritas.

Baca: Anadolu Agency Resmikan Layanan Berita Bahasa Indonesia

Apa alasan penting Anadolu   membuka layanan bahasa Indonesia?

Karena kita menganggap bahwa masyarakat yang perlu mendapatkan informasi yang komprehensif dari kantor Anadolu Agency  ini cukup besar. Jadi kami menganggap membuka layanan bahasa Indonesia ini menjadi penting. Dan memang ini juga selain dari menyiarkan berita-berita berskala internasional  dalam bahasa Indonesia. Juga kita menjadi jembatan bagi pengembangan budaya Turki dan untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dengan Turki.

Apa yang membedakan Anadolu   dengan kantor berita internasional yang lain?

Pertama, kita lebih menekankan pada berita-berita kemanusiaan. Mungkin kantor berita lain juga sama. Tetapi mungkin mereka punya angle tertentu. Dan kita punya angle lain yang mungkin tidak ditampilkan kantor berita-berita yang kita kenal. Misal soal peristiwa-peristiwa Timur Tengah. Mungkin mereka menampilkan liputan yang sama. Tapi kita menampilkan angle lain. Dan ini penting.

Launching Kantor Berita Anadolu Agency biro Indonesia di Hotel Borobudur, Senin (23/10/2017)

Kedua, kita lebih memberikan nuansa Islam. Karena kita lahir dari sebuah negara Islam. Jadi dalam mempersepsikan sebuah fakta juga terkait dengan persepsi yang dimiliki mindset-nya Turki.

Jadi ciri khas Anadolu   bernuansa Islam ya?

Ya karena memang tidak bisa dilepaskan dari itu. Kita lahir sebelum Turki berdiri. Kita berdiri sejak zaman Khalifah Utsmani tahun 1920. Jadi kalau saya bilang ada nuansa Islamnya ya memang demikian. Karena Turki merupakan negara berpenduduk mayoritas Muslim. Sehingga kebudayaannya juga akan dipengaruhi oleh kebudayaan-kebudayaan Islam.

Selama ini berita-berita dunia Timur Tengah didominasi oleh media Barat. Bagaimana posisi Anadolu  ?

Berita itu kan produk dari persepsi. Berita-berita yang kita terima adalah fakta yang dipersepsi oleh Barat. Sehingga apa yang terbentuk dalam narasi global adalah yang mewakili persepsi barat. Nah Anadolu   ingin menampilkan persepsi yang lain. Meskipun dari sisi jurnalistik kita tidak harus berbeda. Artinya secara kerja jurnalistik, sama saja. Tapi persepsi yang dibawa adalah persepsi alternatif terhadap persepsi yang dominan saat ini.

‘Bagaimana persepsi Anadolu  dalam memberitakan kasus terorisme?

Tentu saja  terorisme adalah isu universal. Sebetulnya persepsi masyarakat tentang terorisme hampir sama. Bahwa tindakan yang menimbulkan ketakutan adalah sebagian dari teror. Tetapi ada klasifikasi yang disebut teroris.  Tidak bisa dipungkiri Turki sendiri memiliki persepsi sendiri tentang terorisme. Tapi pada intinya terror adalah teror. Jadi dalam batasan itu sebetulnya tidak ada perbedaan yang prinsipil bagaimana Turki melihat terorisme.

Umat Islam sering mengeluh berita bias dari media barat. Bagaimana Anadolu   nantinya?

Sekali lagi saya katakan bahwa mungkin Anadolu   bisa jadi alternatif . Karena berita ini sifatnya produk. Publik adalah konsumennya. Kita semua adalah konsumen dari komoditas yang disebut berita. Misal kita menikmati berita-berita yang diproduksi oleh barat. Mungkin kami akan menampilkan persepsi yang lain dan nuansa dari  produk yang lain. Publik silakan memilih. Kalau pihak lain mengatakan A, kami akan mengatakan ini loh yang benar. Atau tunggu, jangan dulu mengambil kesimpulan, jangan dulu mengambil keputusan apa-apa berdasarkan berita yang Anda baca. Tapi coba baca ini dulu. Apakah Anda sudah bisa mengetahui fakta itu secara komprehensif? Baru kemudian Anda bisa ambil keputusan. Jadi sebetulnya kita sebagai pembanding, sebagai alternative dari narasi yang mendominasi sekarang. Kalau boleh dikatakan begitu ya.

Bagaiamana hubungan Anadolu  dengan Erdogan?

Sebetulnya kita kantor berita yang independen, imparsial. Kita tidak memiliki kaitan struktural dengan pemerintahan Turki.  Tapi karena memang sebagian sahamnya dimiliki oleh Turki, Anadolu   dalam misinya tidak bisa bertentangan dengan kebijakan-kebijakan pemerintahan Turki.

Jadi tidak bisa kritis ya dengan pemerintahan Turki?

Mungkin kritis dalam cara lain. Artinya kita tidak harus berhadap-hadapan atau menentang kebijakan Turki. Jadi Anadolu   tidak dalam posisi itu. Bahwa kita kritis dan bekerja layaknya jurnalis profesional tidak bisa dipungkiri. Tapi memang ada hal-hal yang harus kita posisikan secara proporsional.

Baca: Turki-Indonesia Perkuat Kerjasama Militer

Artinya bisa dikatakan Anadolu   mendukung pemerintah Turki ya?

Ya saya kira bisa dikatakan demikian, tentu saja mendukung secara konstruktif. Bukan menjadi corong. Karena memang kami meyakini bahwa yang dijalankan pemerintah Turki itu sudah pada rel yang benar. Jadi dalam konteks itu, tidak ada alasan untuk kami berhadap-hadapan.

Tadi Anda sampaikan Anadolu   berdiri sejak lama, sekarang bagaimana perkembangannya di seluruh dunia?

Anadolu  itu awalnya kantor berita yang hanya melayani media-media lokal, misalnya koran-koran di sebuah provinsi di Turki. Tetapi lambat laun seiring berkembangnya zaman, kita merasa kita perlu bermain di level yang lebih tinggi, yakni level internasional. Kita sekarang ada kantor di 41 negara. Kita ada 91 negara. Jadi hampir seluruh dunia. Kami berkeyakinan bisa memberikan sajian berita yang lebih komprehensif bagi public internasional. Dan dibukanya Anadolu   layanan Indonesia sendiri untuk menciptakan penetrasi terhadap jangkauan pemberitaan itu lebih luas lagi.*/Andi Ryansyah

 

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Muhammadiyah: “Jangan Jadikan Stigma Wahabi sebagai Komoditas Politik” http://www.hidayatullah.com/berita/wawancara/read/2017/10/31/126834/muhammadiyah-jangan-jadikan-stigma-wahabi-sebagai-komoditas-politik.html Tue, 31 Oct 2017 07:14:02 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=126834

Dibutuhkan keteladanan pemimpin untuk membimbing umat. Jangan menjadikan stigma wahabi ini sebagai komoditas politik pragmatis

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

KASUS intoleran makin massif terjadi. Belum lama ini, salah satu organisasi Islam terbesar dan tertua di Indonesia, Muhammadiyah menjadi korban. 

Balai pengajian dan tiang awal pembangunan Masjid At Taqwa milik Muhammadiyah Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen Selasa (17/10/2017) sekitar pukul 20.00 WIB mengalami gangguan. Tiang-tiang cakar ayam pembangunan masjid dibakar sekelompok massa. Padahal, menurut PP Muhammadiyah, balai pengajian itu sendiri sudah bertahun-tahun dipergunakan untuk kegiatan pengajian warga Muhammadiyah.

Sebulan sebelumnya,  acara Daurah Tahfidzul Qur’an, program menghafal al-Quran dua bulan dengan target hafal 30 juzyang diadakan Ittihadul Ma’ahid Muhammadiyah (ITMAM/Persatuan Pondok Pesantren Muhammadiyah) di  Karimunjawa, Jepara dihalang-halangi dan hendak dibubarkan kelompok tertentu dengan mempermasalahkan  Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dalam banyak kasus, alasannya sama, stigma wahabi, yang kerap dipolitisasi untuk menghalangi kegiatan dakwah dan tempat ibadah orang lain.

Menanggapi musibah dan fintah ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam sikap yang ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah, Dr. H. M. Busyro Muqoddas, SH., M.Hum Muhamamdiyah mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk tidak mudah memfitnah dan menuduh pihak lain yang tidak sesuai dengan faham keagamaannya dengan stigma  wahabi yang dapat menyebabkan dan menjadi sumber konflik dalam masyarakat.

Menindaklanjuti peristiwa ini, redaksi mewawancarai Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah KH Fathurrahman Kamal, Lc, Msi yang juga pengasuh di Pondok Pesantren Budi Mulia Yogjakarta. Inilah petikan wawancaranya.

Bagaimana tanggapan Anda soal kasus Masjid At-Taqwa Bireun Aceh beberapa waktu lalu?

Kami sangat prihatin dan menyesalkan peristiwa tersebut. Dalam suasana umat Islam harus bergandengan tangan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, dan seringkali dalam ketidakpastian, justru ada peristiwa ini. Kasus ini menjadi catatan buruk yang sedikit tidaknya menguras energi dan pikiran kita dalam mengarahkan umat kepada kehidupan yang penuh damai dan toleran dalam kemajemukan di republik ini.

Dalam suasana kita menampilkan wajah Islam yang ramah ini, peristiwa tersebut justeru menjadi semacam anomali, dan bahkan paradoks. Segenap elit dan pimpinan umat, termasuk pemerintah harus memperhatikan masalah ini. Ini persoalan serius dalam relasi intra umat.

Baca: Muhammadiyah Akui Isu Wahabi Digunakan Mendeskreditkan Kelompok Lain

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menyampaikan sikap resminya terkait kasus pembakaraan pembangunan Masjid At-Taqwa. Sesuai dengan informasi dan lporan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, PDM Bireun dan PCM Samalanga dapat dipercaya bahwa telah terjadi pembakaran, dan karenanya dilaporkan kepada pihak berwajib. Selanjutnya kami berharap agar pihak Kepolisian segera melakukan penyelidikan dan pengusutan secara tuntas sampai menindak pelaku dan aktor intelektualnya sesuai dengan hukum yang berlaku. (Selanjutnya dapat dibaca, Pernyataan Sikap Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 26/PER/I.O/B/2017)

Kapan Muhammadiyah masuk di Aceh? Apa selama ini ada masalah dengan Muhammadiyah di Aceh?

Penuturan dari para sesepuh kita di Aceh, sejak 1930-an Muhammadiyah telah mengembangkan dakwahnya di sana. Sebagaimana gerakan Muhammadiyah pada umumnya, di sana terdapat amal usaha pendidikan dan lain-lain, yang semuanya itu didedikasikan untuk kemajuan masyarakat setempat.

Dalam masyarakat yang plural, tentu tak dapat dihindari adanya perbedaan-perbedaan tertentu yang terukur di internal umat Islam. Informasi yang kami dapatkan dari teman-teman di lapangan, adanya kesenjangan komunikasi dan salah persepsi tentang hakekat dan jati diri Muhammadiyah. Misalnya,  ada pihak-pihak tertentu menuduh Muhammadiyah dengan stigma wahabi. Padahal, kemiripan tertentu secara amaliah antara Muhammadiyah dengan kelompok lain tak bisa jadi pembenaran atas isu tersebut.

Bagaimana dakwah Muhammadiyah di Aceh, apakah sering menyinggung persoalan furu’iyah dan menyalahkan Aswaja?

Ketika bersilaturahim kepada jajaran pengurus Muhammadiyah di berbagai wilayah dan daerah, terkhusus lagi kepada para muballigh Muhammadiyah selalu saya tegaskan kepribadian Muhammadiyah yang berjuang menegakkan perdmaian dan kesejahteraan; memperbanyak kawan dan merawat ukhuwah Islamiyah. Yang terpenting berlapang dada serta luas pandangan dalam menyikapi berbagai perbedaan pandangan.

Baca: Arif dalam Perbedaan

Membenturkan umat dengan perkara-perkara furu’iyah, apalagi sampai “menyalah”kan pihak lain, bukanlah karakter muballigh Muhammadiyah.

Tebarkan rahmat. Dai bukanlah seorang hakim yang bekerja semata dengan palu vonis yang serampangan. Dai berkewajiban untuk melakukan perubahan, bukan semata bereaksi terhadap kemungkaran yang ada. Harus menawarkan solusi operasional dan alternatif bagi umat. Ini semua menuntut seorang dai untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual, emosi, dan spiritualnya. Cintai dan rahmati umat ini, sebab umat ini adalah jasadmu sendiri!.

Ada pihak-pihak yang menolak adanya pembakaran masjid milik Muhammadiyah?

Fakta di lapangan terjadi pembakaran, terdapat balai pengajian, dan balai itu juga yang kebetulan dijadikan sebagai tempat istirahat tukang yang sedang mengerjakan pembangunan masjid, tiang-tiang masjid juga dibakar. Benar bahwa yang dibakar bukanlah masjid yang telah sempurna bangunannya, namun pembangunan masjid yang sedang dikerjakan.>>> klik (BERSAMBUNG) ‘persatuan umat Islam yang menjadi momok sangat menakutkan’…

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
“Jangan Sampai yang Masuk Bank Muamalat Membelokkan Nilai-nilai Islam” http://www.hidayatullah.com/berita/wawancara/read/2017/10/18/125834/jangan-sampai-yang-masuk-bank-muamalat-membelokkan-nilai-nilai-islam.html Wed, 18 Oct 2017 03:11:48 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=125834

Apakah Bank Muamalat sekarang tepat dianggap milik umat? "Secara formal masih," jawab Riawan Amin, mantan Dirut Utama Bank Muamalat.

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) menjadi perhatian nasional setelah Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) akan mengakuisisi saham mayoritas Bank Muamalat.

Akan masuknya PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk sebagai investor utama membuat banyak pihak cemas, ada yang masih bingung, tapi ada juga yang gembira.

Hidayatullah.com menemui mantan Direktur Utama Bank Muamalat periode 1999-2009 A Riawan Amin di Restoran Al-Jazeera, Cipinang Cempedak, Polonia, Jakarta Timur, Senin, 16 Oktober 2017 untuk membahas masalah ini. Inilah petikannya.

Apakah Bank Muamalat akan tetap jadi kebanggaan umat Islam?

Ya sebetulnya yang paling basic (dasar), kita tuh, kan, senang bahwa Islam itu menjadi nilai yang dipakai oleh siapapun. Basic-nya itu dulu. Islam bukan hanya untuk orang Islam, Islam untuk dunia. Tetapi juga kita harus berhati-hati jangan sampai yang masuk (ke Bank Muamalat) itu malah membelokkan nilai-nilai Islamnya gitu.

Jadi, kalau umat ini khawatir, yaitu saya pikir suatu yang wajar saja. Hanya bukti cinta saja kepada bank syariah.

Apakah mungkin ada perubahan di Bank Muamalat saat Minna Padi masuk? Perubahaan seperti apa?

Makanya itu yang gelap. Yang bikin umat resah karena gelapnya itu. Kita enggak tahu, umat mungkin enggak tahu. Sebagai arranger (mengatur) ini sudah punya buyer (pembeli saham, Red) atau belum, dan kalau misalnya sudah punya buyer, buyer-nya siapa saja?

Kan, itu yang sebetulnya membuat masyarakat, umat Islam agak resah. Karena tidak tahu siapa nantinya akhirnya yang akan memiliki Bank Muamalat.

Baca juga: Inilah Calon Investor Pembeli Bank Muamalat

Dengan mayoritas saham PADI jika itu terjadi, apakah Bank Muamalat sekarang tepat dianggap milik umat?

Secara formal masih. Kalau kita menyatakan bahwa… Saya ingat sekali waktu IDB pertama kali masuk, kita ini sudah sepakat semua, bahwa IDB itu yang sekarang juga pemegang saham utama Bank Muamalat, tidak diklasifikasikan sebagai asing.

Kenapa?

Karena Islamic Development Bank pemegang sahamnya adalah negara-negara Islam. Jadi seperti OKI (Organisasi Kerjasama Islam, Red) gitu. Ini Islamic Development Bank (IDB).

IDB dimiliki oleh negara-negara OKI termasuk Indonesia. Menteri Keuangan RI adalah (salah satu) Gubernur IDB (Disampaikan Riawan pada rapat terbatas di tempat yang sama. Indonesia merupakan salah satu negara pendiri IDB dengan kepemilikan saham sebesar 2,25 persen, Red).

Nah, saat ini yang masih mayoritas adalah IDB, Islamic Development Bank. Yang dua lagi dari Timur Tengah mayoritas, tapi ya itu swasta.

Bagaimana seharusnya umat menghadapi isu-isu sekarang ini terkait Bank Muamalat, seperti isu LIPPO, isu China, dan pribumisasi sebagainya?

Saya mohon maaf kalau pernyataan saya enggak enak. Umat ini, kan, kerjanya dari tercengang menjadi terperanjat, kemudian tercengang lagi, dan terperanjat lagi.

Jadi memang, kita harus introspeksi dirilah. Kita ini sebagai umat itu bagaimana. Kita semua. Kalau enggak yah, semakin lama semakin tergerus.

Contohnya, siapa yang merepresentasikan umat? Secara demografis 85 persen memang adalah umat Islam. Tapi siapa yang kepalanya benar-benar isinya Islam? Kita enggak tahu.

Baca juga: Mantan Dirut BMI Optimistis, Bank Muamalat akan Bertahan

Ada yang berwacana, biarkan Bank Muamalat mati, kita buat lagi yang baru lebih syar’i? Bagaimana ini?

Makanya, itu yang saya pesankan. Semua orang bertanya, apa yang terjadi? Kalau saya enggak akan terlalu penting apa yang terjadi. (Tapi) kenapa yang terjadi? Kenapa terjadi? Supaya ke depannya kita tidak mengulangi problem-problem yang sama.

Karena saya memulai kepemimpinan saya tahun 99, dalam kondisi sekarat. Sekarat pertama, tapi sekarat pertama itu penjelasannya mudah. Krisis moneter. Nah, kalau udah naik, udah bagus, tiba-tiba sekarat lagi, harus ada penjelasan. Kenapa sekarat jilid kedua?

Kalau enggak kita pelajari kenapa, ya nanti ada menyusul sekarat nomor tiga.

Dengan pertolongan Allah, insya Allah (Bank Muamalat) selamat. Tapi setiap penyelamatan ini, kan, menghabiskan resale system-nya yang mestinya bisa mengembangkan tempat lain, bisa ke sana, bisa ke sini, cuman ngurusin beginian aja.

Bagaimana menghadapi umat saat ini, kabarnya ada yang gamang, bahkan ada yang ingin menarik depositonya dari Bank Muamalat?

Jangan! Jangan! Yang paling bisa kita lakukan saat ini…. Karena gini, bank ini tidak akan, insya Allah menurut saya, tidak akan runtuh, cuma risikonya berdampak kurang berkembang, gitu aja. Tapi dia tidak akan bangkrut, insya Allah.

Paling sedikit kalau kita tidak beli sahamnya nanti, setidak-tidaknya jangan mencabut depositonya-lah, karena nanti runtuhnya karena likuiditas, karena deposito ilang. Bukan karena masalah-masalah lain.*

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
CIA: 70 Tahun Kejahatan Terorganisir                   http://www.hidayatullah.com/berita/wawancara/read/2017/09/29/124570/cia-70-tahun-kejahatan-terorganisir.html Thu, 28 Sep 2017 23:48:05 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=124570

Peneliti AS, Douglas Valentine, menganggap 70 kelahiran CIA, terlibat kejahatan legal, serangkaian pembunuhan hingga keterlibatan dalam bisnis kotor

(Nashirul Haq AR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

PADA kesempatan peringatan ulang tahun ke-70 CIA tersebut, Lars Schall berbicara dengan peneliti Douglas Valentine dari AS tentang Central Intelligence Agency (CIA). Menurut Valentine, CIA adalah “cabang kejahatan terorganisir dari pemerintah AS”, melakukan bisnis kotor untuk orang kaya dan berkuasa.

Saat peringatan ulang tahun ke-70 Central Intelligence Agency (CIA) wartawan Lars Schall (LS) mewawacarai peneliti Douglas Valentine  (DV) dari AS, tentang sepak-terjang CIA, yang menurut Valentine, CIA adalah “cabang kejahatan terorganisir dari Pemerintah Amerika Serikat”, melakukan bisnis kotor untuk orang kaya dan kelompok yang berkuasa.

Seperti diketahhui, Douglas Valentine penulis buku sejarah non-fiktif “The Hotel Tacloban“, “The Phoenix Program“, “The Strength of the Wolf“, “The Strength of the Pack”, dan “The CIA as Organized Crime” (CIA sebagai Kejahatan Terorganisir).

Wawancara ini dimuat khusus di laman  larsschall.com dan  counterpunch.org, diterjemahkan oleh Nashirul Haq AR. Wawancana ini akan dipotong menjadi 4 seri, mengungkap kejahatan-kejahatan dan tangan kotor CIA di beberapa Negara, termasuk di negeri-negeri berpenduduk Muslim, melakukan pembunuhan, termasuk keterlibatannya dalam bisnis narkoba di Afghanistan.  Inilah petikannya.*

LS: 70 tahun yang lalu, tepatnya 18 September 1947, Dewan Keamanan Nasional (National Security Council /NSC) menciptakan Central Intelligence Agency (CIA)

Douglas, Anda melihat CIA sebagai “cabang kejahatan terkoordinir pemerintah AS.” Mengapa begitu?

DV: Semua yang CIA lakukan merupakan ilegal, yang itulah mengapa pemerintah memberinya jubah rahasia yang tidak dapat ditembus. Sementara para penulis atau pengumpul mitos di industri informasi menggambarkan Amerika sebagai sebuah benteng perdamaian dan demokrasi, para agen CIA mengatur organisasi-organisasi kriminal di seluruh dunia.

Contohnya, CIA mempekerjakan salah satu penjual obat-obatan terlarang pada 1950 dan 1960an, Santo Trafficante, untuk membunuh Fidel Castro.

Sebagai balasannya, CIA memperbolehkan Trafficante mengimpor berton-ton narkotik ke dalam Amerika. CIA mendirikan perusahaan senjata, transportasi, dan perbankan untuk memfasilitasi organisasi-organisasi kriminal perdagangan narkoba untuk yang melakukan pekerjaan kotornya. Uang mafia bercampur aduk dengan uang CIA di bank-bank luar negeri, hingga keduanya tidak bisa dibedakan.

Perdagangan narkoba hanyalah salah satu contohnya.

LS: Apa yang paling penting diketahui tentang CIA?

DV: Sejarah organisasinya, yang, jika dipelajari cukup dekat, mengungkapkan bagaimana CIA dapat menjaga kerahasiaannya. Ini merupakan kontradiksi penting di jantung permasalahan Amerika: jika kita berdemokrasi dan jika kita benar-benar menikmati kebebasan berpendapat, kita dapat mempelajari dan berbicara tentang CIA.

Kita akan menghadapi rasisme dan sadisme institusional kita. Tetapi kita tidak bisa, dan sejarah kita tetaplah tidak diketahui, yang pada gilirannya berarti kita tidak mengetahui siapa kita, sebagai individu atau sebagai sebuah negara.

Kita membayangkan diri kita menjadi sesuatu yang bukan kita. Para pemimpin kita mengetahui banyak hal tentang kebenarannya, tetapi mereka berhenti menjadi pemimpin ketika mereka mulai berbicara tentang hal-hal keji yang sedang dilakukan CIA.

LS: Satu sebutan yang menarik terkait CIA ialah “penyangkalan yang masuk akal”. Tolong jelaskan?

DV: CIA akan melakukan apapun yang dapat disangkal. Tom Donohue, seorang pensiunan anggota senior CIA, mengatakan padaku.

Izinkan saya menceritakan sedikit tentang informan saya. Pada 1984, mantan Direktur CIA William Colby setuju untuk membantuku menulis buku, The Phoenix Program. Colby mengenalkanku pada Donohue pada 1985. Donohue telah mengelola “aksi rahasia” cabang CIA di Vietnam dari 1964-1966, dan banyak dari program-program yang dia kembangkan dibentuk menjadi badan resmi di Phoenix. Karena Cobly telah menjaminku, Donohue sangat terbuka dan menjelaskan banyak hal tentang bagaimana CIA bekerja.

Donohue merupakan seorang tipikal pejabat CIA generasi pertama. Dia mempelajari Perbandingan Agama di Columbia dan memahami tranformasi simbolis. Dia merupakan produk dan praktisi politik Cook County yang bergabung dengan CIA setelah Perang Dunia II ketika dia menganggap Perang Dingin sebagai “sebuah industri yang berkembang.”

Dia telah menjadi kepala stasiun CIA di Filipina pada akhir karirnya dan, ketika saya berbicara dengannya, dia sedang berbisnis dengan seorang mantan Menteri Pertahanan Filipina. Dia menggunakan kontaknya dengan baik. Begitulah bagaimana korupsi bekerja bagi birokrat senior.

Donohue mengatakan CIA tidak akan melakukan sesuatu kecuali hal itu memenuhi dua kriteria. Kriteria pertama ialah “potensi intelejen.” Program itu harus menguntungkan CIA; mungkin dengan memberi tahu mereka bagaimana menjatuhkan sebuah pemerintahan, atau bagaimana memeras seorang pejabat, atau di mana laporan itu tersembunyi, atau bagaimana cara agar seorang agen dapat melintasi perbatasan. Istilah “potensi intelejen” berarti hal tersebut berguna bagi CIA.

Kriteria kedua ialah bahwa hal tersebut dapat disangkal. Jika mereka tidak menemukan cara menyusun program atau operasi yang dapat mereka sangkal, mereka tidak akan melakukannya. Penyangkalan yang masuk dapat sesederhana seperti menyediakan petugas atau aset dengan cover militer. Kemudian CIA dapat mengatakan,”Tentara yang melakukannya.”

Penyangkalan masuk akal ialah tentang bahasa. Pada sidang dengar pendapat Senat ke dalam plot pembunuhan CIA terhadap Fidel Castro dan para pemimpin asing lainnya, mantan wakil direktur operasi Richard Bissell mendefinisikan, penyangkalan masuk akal “sebagai “penggunaan dari circumlucution (menggunakan kata-kata yang terlalu banyak dalam usaha mengelak) dan eufisme (pelembutan bahasa) dalam diskusi di mana definisi yang tepat akan membongkar tindakan-tindakan rahasia dan mengakhiri mereka.”

Semua yang CIA lakukan dapat disangkal. Itu merupakan bagian dari mandat Kongresional-nya. Kongres (DPR, red) tidak ingin dimintai pertanggungjawaban atas hal-hal kriminal yang CIA lakukan. Satu-satunya yang CIA lakukan diketahui publik ialah ketika Kongres atau Presiden menganggap hal itu dapat membantu perang psikologis dengan memberitahu rakyat Amerika bahwa CIA sedang melakukan hal itu.

Penyiksaan merupakan contohnya. Setelah 9/11, dan sampai dan melalui invasi Iraq, rakyat Amerika menginginkan pembalasan. Mereka menginginkan darah Muslim mengalir, jadi pemerintahan George W Bush membocorkan bahwa mereka sedang menyiksa para pelaku kejahatan. Mereka memainkannya dengan cerdik dan menyebutkan “interogasi yang disempurnakan,” tetapi semua orang secara simbolis mengerti. Circumlocution dan eufemisme. Penyangkalan masuk akal.*>> (bersambung) >>> ‘CIA dan Phoenix Program |KEDUA | KETIGA | KEEMPAT |  

(Nashirul Haq AR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Ulama Rohingya Syaikh Faizul Islam Dibunuh Serdadu Myanmar Saat Naik Perahu Menuju ke Bangladesh http://www.hidayatullah.com/berita/wawancara/read/2017/09/10/123334/ulama-rohingya-syaikh-faizul-islam-dibunuh-serdadu-myanmar-saat-naik-perahu-menuju-ke-bangladesh.html Sun, 10 Sep 2017 05:51:40 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=123334

Menguasai qira'ah sab'ah, Syeikh sangat dicintai masyarakat dan dikenal dengan ketaqwaan dan kemuliaannya

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com | Sahabat Al-Aqsha–Setelah berjalan lebih dari seminggu, pembunuhan massal yang dilakukan rezim Buddha Myanmar memakan korban lebih dari 2000 orang dan membakar habis tidak kurang dari 40 desa Muslimin Rohingya di tiga kecamatan Maungdaw, Buthidaung dan Rathedaung. Salah satu tokoh Muslim Rohingya yang dibunuh Syaikh Faizul Islam bin Abdul Jabbar, 62 tahun, seorang ulama terkemuka yang disegani di Buthidaung.

Foto jenazah Syaikh Faizul Islam tersiar luas, kepalanya cedera parah. Menurut keponakannya yang berhasil kami wawancarai, beliau ditembak dari jarak dekat bersama keempat temannya, termasuk dua Muslimah. Sejak terbunuhnya Syaikh Faizul pada hari Rabu, 6 September 2017 lalu, sampai saat berita ini kami siarkan, keberadaan istri dan ketujuh anaknya tidak diketahui.
Berikut ini wawancara kami dengan Muhammad Ayoub, keponakan Syaikh Faizul Islam yang bermukim di Makkah.

Pertama-tama, atas nama kaum Muslimin Indonesia kami sampaikan ta’ziyah atas syahidnya –in syaa Allah– Syaikh Faizul Islam. Semoga Allah ampuni dan terima syahadahnya. Bagaimana tepatnya peristiwa pembunuhan itu?

Syeikh Faizul Islam bin Abdul Jabbar adalah paman saya, kakak dari ibu saya. Kami sangat merasa terpukul menerima berita syahidnya beliau disebabkan oleh kejahatan yang dilakuan militer Myanmar.

Paman saya –Asy-Syahid Maulana– Qari Faizul Islam, bersama teman-temannya sedang meninggalkan rumah-rumah mereka menuju perbatasan Bangladesh dikarenakan adanya paksaan dari militer Burma.

Baca:  Al Azhar Mesir Mengutuk ‘Kegagalan Hati Nurani Internasional’ terhadap Rohingya

Pihak militer mengintimidasi dengan mendatangi lalu mengusir mereka atau mereka akan ditembaki bahkan dibakar hidup-hidup. Setelah batas jam malam, Syeikh memutuskan untuk mulai mengungsi, melakukan perjalanan menuju perbatasan, pada 30 Agustus 2017 lalu.

Kemana tujuannya?

Beliau berjalan melewati jalur hutan dan pegunungan untuk menghindari para biksu dan orang-orang Buddha Rakhine yang telah membunuhi siapa saja yang melewati jalan.

Jarak untuk sampai ke perbatasan sekitar 20 kilometer, namun dikarenakan adanya penghadangan demi penghadangan, dibutuhkan enam hari untuk sampai ke desa perbatasan Falang Khali – Kuwang See Bang.

Pada 6 Sepetember pukul 11 pagi, Syaikh dan kelompoknya berhasil mendapatkan kapal kecil untuk menyeberangi perbatasan menuju Bangladesh, seketika mereka mulai menyeberang. Namun tanpa mereka sadari, militer Myanmar mengawasi lalu langsung menembaki mereka, dan membunuh lima orang. Diantaranya Syaikh Faizul Islam, dua orang dari kelompoknya termasuk Aalim, serta dua orang Muslimah.

Saat penembakan terjadi, di kedua sisi perbatasan terdapat banyak kamera dan para tim media, juga murid terdekatnya Maulana Faizul Haq berada di tempat kejadian.

Baca: Penjual Roti di Turki Donasikan Pendapatannya Selama 2 hari untuk Rohingya

Kapan Anda mendapatkan kabar ini?

Langsung sesudah pembunuhan itu, kami segera menerima rekaman video dari Faizul Haq.

Bagaimana kehidupan beliau semasa hidup?

Beliau mendedikasikan hidupnya untuk mengajarkan Islam dan Al-Quran, beliau bertugas mengajar di Madrasah Mingusi di Buthidaung selama lebih dari 15 tahun. Beliau juga menjadi Imam dan Khatib Masjid Jami’ Buthidaung. Beliau menguasai qira’ah sab’ah (tujuh jenis bacaan Al-Quran yang terjaga kebenaran riwayatnya sampai ke Rasulullah).

Sebagian besar waktunya digunakan untuk membimbing murid-muridnya belajar Al-Quran.

Bagaimana kedudukan beliau di tengah masyarakatnya?

Syaikh Faizul Islam bukanlah anggota organisasi politik.Beliau sangat dicintai oleh masyarakat dan dikenal dengan ketaqwaan serta kemuliaannya.

Masyarakat Rohingya yang berada di dalam dan di luar negeri, menghormati beliau secara tulus serta memandang beliau sebagai ulama yang berpendidikan, hubungan antara beliau dan mereka sangat baik.

Bagaimana riwayat kelahiran dan kehidupan masa kecilnya?

Syaikh Faizul Islam lahir dan dibesarkan di sebuah Desa Tong Bazar, Buthidaung. Beliau wafat di usianya 62 tahun.

Semasa kecil, beliau mengenyam pendidikan di madrasah di desanya yang bernama Darul Ulum Tong Bazar. Lalu melanjutkan pendidikan tinggi di Lahore, Universitas Asyrafia di Pakistan, kemudian kembali ke Bangladesh untuk mengambil spesialisasi dalam Qira’ah Sab’ah di Universitas Fatia di Chittagong.

Militer Buddha membunuh ulama ini tanpa sebab apa-apa.

Baca: Panglima TNI Siap Kirim Pasukan ke Myanmar, Kapolri akan Temui Kepala Kepolisiannya

Bagaimana istri dan anak-anak beliau?

Sejak mengungsi sampai hari ini, tidak ada kabar apa-apa tentang mereka. Syaikh Faizul dikaruniai tujuh anak, empat perempuan dan tiga laki-laki. Diantaranya adalah Aisyah, Hafsa, Ruqiyah, Mahmudul Hasan Younus.

Apakah di masa hidupnya beliau aktif di salah satu organisasi?

Tidak, hidupnya sepenuhnya dicurahkan untuk mengajarkan dan menda’wahkan Al-Quran.

Bagaimana latar belakang sampai beliau memutuskan untuk mengungsi?

Sebenarnya dalam situasi sekarang ini, Syaikh Faizul Islam memiliki pendirian yang tegas untuk tidak meninggalkan rumah dan menetap di negeri kami, namun karena diancam dengan senjata beliau tidak memiliki pilihan alternatif. Beliau selalu menganggap tindakan pemerintah Myanmar menindas rakyat Rohingya sebuah kejahatan.*/(Hidayatullah.com | Sahabat Al-Aqsha

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Habib Rizieq: Saya Sudah Tiga Kali Ditangkap… http://www.hidayatullah.com/berita/wawancara/read/2017/05/16/116850/habib-rizieq-saya-sudah-tiga-kali-ditangkap.html Tue, 16 May 2017 10:39:15 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=116850

“Bukan baru pertama kali ini ana (saya) punya keluarga lihat badai semacam ini,” kata Imam Besar FPI ini.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

PASCA palu vonis hukuman 2 tahun penjara atas terdakwa penista agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, diketuk Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa, 9 Mei 2017, upaya diduga kriminalisasi terhadap Habib Muhammad Rizieq Shihab kembali mencuat.

Terhangat, terkait isu obrolan bermuatan porno antara diduga seorang wanita yang disebut-sebut sebagai Firza Husein, dan dikait-kaitkan dengan Habib Rizieq.

Penyidik Polda Metro Jaya kabarnya akan fokus mencari Habib Rizieq di Indonesia, setelah diterbitkan surat perintah membawanya karena tidak memenuhi dua kali panggilan sebagai saksi.

Baca: Pengacara Desak Kepolisian tak Lagi Paksa Firza Husein Akui Punya Hubungan dengan HRS

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu, hingga tulisan ini dimuat, Selasa (16/05/2017), sedang berada di luar negeri. Sejumlah tudingan muncul bahwa Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI itu tidak berani ke Indonesia karena takut dipenjara.

Padahal, dalam banyak kesempatan, Habib Rizieq menegaskan, ia, keluarganya, dan FPI sudah biasa menghadapi situasi “kriminalisasi” seperti itu.

“Kita enggak kaget lagi,” ujarnya dalam wawancara khusus dengan hidayatullah.com di kediamannya di Markaz Syariah DPP FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Demikian sebagian cuplikan wawancara yang berlangsung penuh semangat itu!*

Sebenarnya, Habib Rizieq mengaku sudah enggan diwawancarai oleh wartawan dari media manapun. Sebab ia mengaku sudah “membuang diri” dari dunia media. Wawancara itu berlangsung saat isu terkait chating Firza mulai bergelindang.

Anda menghindari media karena pemberitaan yang miring atau bagaimana?

Ya pemberitaan enggak ada yang bener, kan, ente (Anda) tahu sendiri bagaimana media-media mainstream enggak ada yang bener.

Terkait situasi terbaru, berbagai tuduhan terus mendera Anda hingga berurusan dengan aparat keamanan. Bagaimana Anda menyiapkan mental keluarga menghadapinya?

Yang penting kita di dalam keluarga itu, kita jaga, didik istri dan anak-anak kita, untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Itu dulu nomor satu. Manakala istri dan anak-anak sudah taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan punya kesiapan mental untuk menghadapi segala tantangan.

Sehingga begitu dapat badai tantangan, ancaman, rintangan, itu tidak akan mengganggu daripada tsabat, yaitu kekuatan yang dimiliki oleh kita punya keluarga.

Makanya sebelum kita dakwah keluar, keluarga dulu nih dikuatin. Selama ini kita berupaya untuk seperti itu. Sehingga begitu ada badai begini-begitu, kita enggak kaget lagi.

Baca: Habib Rizieq: Kemenangan Sejati adalah Istiqamah di Jalan Allah

Habib Rizieq kemudian menegaskan, ia dan keluarganya, serta FPI, sudah seringkali mengalami berbagai tuduhan, tudingan, dan tekanan lainnya…

Bukan baru pertama kali ini ana (saya) punya keluarga lihat badai semacam ini. Ane udah pernah tiga kali ditangkap, kemudian dua kali ngikutin sidang selama berbulan-bulan. Kita udah alami itu semua.

Apalagi yang namanya cercaan, FPI udah 18 tahun dicaci-maki terus. Bukan baru sekarang FPI dicaci-maki, dari awal berdiri juga udah dicaci-maki.

Justru sekarang ini posisi FPI ana lihat sangat bagus, banyak yang belain. Sebelumnya dicaci-maki enggak ada yang belain. Kalau sekarang enak, FPI-nya diam, yang ngebelain udah banyak (terkekeh. Red).

Itu berkat persatuan dan kebersamaan. Jadi ana pikir, lebih ringan sebetulnya rintangan-rintangan yang ada pada saat seperti ini. Jadi saat umat Islam sudah bersatu, umat Islam udah bersama, sebetulnya tantangan-tantangan menjadi ringan.

Justru tantangan itu menjadi berat kalau umat Islamnya pecah, umatnya Islamnya enggak peduli, wah itu sangat berat sekali.

Kalau sekarang ana lihat enggak. Umat Islamnya bersatu, semua komponen bersatu. Warga NU, warga Muhammadiyah juga bersatu. Dimana-mana, luar biasa. Nah, itu membawa keberkahan.

Baca: Kriminalisasi Ulama Salaf

Keberkahannya dimana?

Sebanyak apapun tantangan dan rintangan, itu terasa ringan dengan kebersamaan. Makanya, kan, Nabi mengatakan, wajib atas kamu berjamaah, bersatu, bersaudara. Kenapa? Karena sesungguhnya pertolongan Allah itu ada pada kebersamaan.

Jadi kalau kita bersatu, bersama, bukan hanya modal kekuatan, tapi lebih daripada itu, itu modal pertolongan Allah. Walaupun kita kuat, kalau Allah enggak tolong, buat apa?!

Dalam berbagai Aksi Bela Islam selama ini, Anda begitu kuat memimpin dan berorasi, berjam-jam lamanya. Apa sih resepnya?

Enggak, ana sama sama ente, siapa bilang kuat. Ana kena angin masuk angin, kena cabe sakit perut. Kena gas air mata ya nangis juga, perih. Sama (dengan yang lain).

Tapi, pada Aksi 411, Anda kuat mengomando massa hingga malam hari…

Hadza min fadli rabbi. Ini semua karunia Allah. Biasanya orang kalau punya semangat, itu tantangan itu bisa diatasi tanpa dia sadari. Ana kasih contoh, orang enggak bisa lompat tembok 1 meter, tapi saat dia lagi diudak-udak (dikejar-kejar) orang, udak-udak anjing, kadang-kadang tembok 2 meter dilompati.

Saat adrenalinnya naik itu, tenaganya bisa melebihi daripada biasanya. Kenapa? Karena ada semangat atau keinginan, baik dalam hal yang baik pun dalam hal yang buruk.

Dalam hal yang baik, kalau kita punya semangat bela Islam, bela agama, hilang itu lelah. Lelah, cape, sakit, hilang semuanya.

Yang penting kita semangat, pokoknya bela Allah, bela Rasul, bela Islam, cape ente (Anda) hilang.* Ahmad Damanik, SKR

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Fahmi Salim: HTI Dibubarkan, Kok Syiah Tidak? http://www.hidayatullah.com/berita/wawancara/read/2017/05/08/116297/fahmi-salim-hti-dibubarkan-kok-syiah-tidak.html Mon, 08 May 2017 09:50:23 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=116297

Syiah menimbulkan keresahan di mana-mana, termasuk di Nigeria, Iraq, Lebanon, Bahrain, Yaman. Kok gak dibubarkan?

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

HARI Senin, 8 Mei 2017, pemerintah melalui Menko Polhukam, Wiranto mengumumkan pelarangan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan alasan organisasi yang gencar mewacanakan pentingnya khilafah internasional untuk menyatukan umat Islam dianggap melahirkan ‘benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI’.

Hidayatullah.com mewawancarai Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat periode 2015-2020 yang juga Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah 2015-2020. Inilah hasilnya. 

Pemerintah baru saja mengumumkan pembubaran HTI, pendapat Anda?

Saya tidak setuju dengan Menkopolhukam yang membubarkan ormas yang seharusnya sesuai Undang-Undang harus lewat putusan pengadilan, bukan dengan model pernyataan pers.

Maksudnya?                      

Pembubaran ormas harus dengan pembuktian fakta hukum di pengadilan bukan dengan opini publik yang dikembangkan sepihak.

Baca:  Pernyataan Resmi Pemerintah terkait Pembubaran HTI

Bagaimana tanggapan Anda sendiri terkait wacana khilafah ini?

Secara substansi kita harus mendukung keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama (NU) yang memutuskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila  sesuai kondisi Indonesia.

Namun pemerintah dan seluruh komponen bangsa harus menjamin pelaksanaan Pancasila yang benar melahirkan kesejahteraan lahir batin warganya sesuai dengan nilai luhur agama, bukan yang sudah  direduksi diselewengkan dengan menerapkan neolib ekonomi politik dan social budaya (Sosbud). 

Bisa dijelaskan?

Tuntutan dan gagasan mencari alternatif selain NKRI dan Pancasila hanya akan muncul di tengah ketimpangan sosial, ketidakadilan ekonomi, tidak terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Selama ini ide HTI kan masih taraf gagasan, apakah tepat langsung dibubarkan?

Jika ingin bersikap tegas dengan organisasi yang berorientasi transnasional, tidak boleh tebang piling HTI saja, ini dzolim namanya. Jadi harus juga diterapkan kepada ormas yang jelas-jelas transnasional yang mereka komandonya menginduk kepada negara luar, yang tunduk pada otoritas keagaman dan politik yang bersifat pada totaliter.

Baca:  “Gerakan Syiah Indonesia Diremote dari Iran”

Bisa diberi contoh?

Misalnya organ-organ komunisme yang ditengarai yang bangkit, juga organ-organ Syiah di Indonesia yang menginduk pada gerakan transnasional (tunduk Syiah Iran).

Apa bahayanya ideologi Syiah bagi NKRI?

Mereka memiliki konsep imamah, konsep politik yang menyatukan agama dan negara yang dikontrol dari luar negeri (Iran, red). Dan untuk mengabdi pada kepentiangan Syiah-Iran. Jika perlu ini perlu ditertibkan karena mereka juga memiliki konsep imamah internasional mirip HTI selama ini mewacana konsep khilafah internasional. Syiah ini malah lebih berbahaya, malah mengancam sendi-sendi bernegara, karena konsep politiknya totaliter. Dimana menyatukan agama dan negara dibawah kendali imam yang terpusat kekuasaannya di Iran. Syiah mengancam akidah ahlusunnah wal jamaah di Indonesia yang dihuni mayoritas penduduk Indonesia.

Separah apa bahaya Syiah bagi NKRI?

Dengan ideology imamahnya yang dikontrol Iran, Syiah banyak mengangkat senjata dan melakukan pemberontakan di mana-mana. Dari Iraq, Libanon, Yaman sampai Bahrain.

Di Bahrain, tokoh Syiah yang juga peminpin Partai Al-Wafa’a Islam,  Murtadha Al-Sanadi mengajak rakyat melawan Negara dan mendorong anak-anak muda Syiah Bahrain untuk terus menyerang aparat keamanan, dan mengangkat senjata melawan pemerintah.

Pemberontakan di Arab Saudi membuat tokoh Syiah Syekh Nimr dihukum mati karena dianggap menghasut rakyat melawan pemerintah Saudi.

Syiah menimbulkan keresahan di mana-mana, termasuk di Nigeria dimana bentrok antara militer Negara dengan milisi Syiah. Jangan lupa di Filipina,  kasus penembakan terhadap rombongan Syekih Aid Alqarny. Di Bogor aktivis Syiah melakukan penyerangan terhadap Azzikra Sentul, yang dipimpin Ustad Arifin Ilham, dll. *

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
KH Ma’ruf Amin: MUI Sudah Berpendapat, Ahok Telah Menghina Al-Quran dan Ulama http://www.hidayatullah.com/berita/wawancara/read/2017/04/21/115354/kh-maruf-amin-mui-sudah-berpendapat-ahok-telah-menghina-al-quran-dan-ulama.html Fri, 21 Apr 2017 03:19:00 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=115354

Putusan pengadilan urusan ahli hukum dan publik. Apakah keputusan itu memenuhi rasa keadilan publik?

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

HARI Kamis, (20/04/2017) Jaksa menuntut hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan selama 2 tahun terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Gubernur DKI Jakarta itu dinilai melanggar Pasal 156 KUHP.

Dalah KUHAP, pidana percobaan (voorwaardelijke)  berarti si terdakwa tidak perlu menghuni penjara selama 1 tahun, selama dalam masa itu (dalam kasus Ahok, selama 2 tahun ke depan dia dianggap berkelakuan baik).

Keputusan ini banyak melahirkan kekecewaan publik, apalagi, dalam masa hampir setahun, bangsa ini banyak mengeluarkan energi atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh terdakwah, sampai-sampai banyak melahirkan aksi massa dan demonstrasi besar-besaran.

Baca: Kasus Ahok, MUI Keluarkan Sikap dan Pendapat Keagamaan agar Masyarakat tak Anarki

Publik menilai, keputusan pengadilan telah mengabaikan saran Majelis Ulama Indonesia (MUI), dimana sebelumnya, Selasa (11/10/2016), MUI telah mengeluarkan ‘Pendapat dan Sikap Keagamaan terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok’ yang telah menyinggung al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51. Dalam lima poin sikap keagamaan MUI itu MUI secara tegas mengatakan Ahok telah menghina kitab suci umat Islam dan ulama.

Terkait ini, redaksi mewawancarai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin. Inilah petikannya.

Jaksa tidak menuntut Ahok dengan pasal penghinaan agama, tanggapan Pak Kiai?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah berpendapat tentang masalah itu. Sekarang kasusnya sudah di pengadilan. Saya kira penilaian tentang itu bukan di MUI lagi, tapi orang yang mempunyai kompetensi di bidang hukum, seperti para ahli hukum. Kita serahkan ke ahli hukum.

Baca: Ketua MUI Tegaskan Ahok Telah Menghina Al-Quran dan Ulama

Pertama, korelasi-korelasi antara peristiwa dengan pasal hukum kan yang mengerti para ahli hukum. Kalau kita kan tahunya kasusnya. Jadi  urusan pengadilan yang ngerti kan ahli hukum. Kedua, urusan publik. Apakah keputusan itu memenuhi rasa keadilan publik apa tidak?

Jaksa tidak menuntut Ahok dengan pasal penghinaan agama, apakah itu memenuhi rasa keadilan Pak Kiai?

Kita serahkan ke ahli hukum dan publik.

Maksud Pak Kiai, seharusnya Majelis Hakim memperhatikan rasa keadilan publik ya?

Ya

Ada pendapat, Jaksa telah mengabaikan ‘Pendapat dan Sikap Keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI)”, komentar Pak Kiai?

Sekarang masyarakat mengatakan apakah tuntutan jaksa itu memenuhi apa yang dikemukakan MUI apa tidak, silahkan urusan ahli hukum. Kalau MUI kan hanya menyapaikan pandangan keagamaannya.

Baca:  MUI: Ahok Telah Menghina Al-Qur’an dan Ulama

Bagaimana kalau Ahok bebas, Pak Kiai?

Kembali lagi kita serahkan kepada ahli hukum dan publik. Gimana menurut publik? Apa sudah memenuhi rasa keadilan? Itu saja. Kalau Majelis Ulama Indonesia (MUI) kan sudah berpendapat bahwa itu menghina Al-Quran dan ulama.*/Andi

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>