Hidayatullah.com - Situs Islam Pembela Umat

Bookmark and Share

Israel Tidak Bisa Mangkir, Hulu Ledak M-82 Ditemukan Di Gaza

E-mail Print PDF
Semakin Israel mengingkari hasil penyelidikan Goldstone, semakin banyak terungkap kebohongan Israel

Hidayatullah.com--Siapa yang tidak meragukan argumen Israel untuk membantah laporan hasil penyelidikan Goldstone atas serangan zionis itu ke Gaza tahun lalu. Terlebih setelah kemarin diketahui ada bom Israel yang dijatuhkan di pabrik tepung Gaza ketika itu.

Keberadaan pecahan bom Mark 82 dilaporkan kepada tim penjinak bom akhir tahun 2009, sementara teknisi dikirim ke lokasi pada tanggal 11/02/2009.

Menurut Goldstone Report, pabrik tepung itu sengaja dihancurkan "agar tidak ada makanan bagi penduduk sipil."

Bukti tersebut terungkap saat dunia internasional berdebat mengenai Goldstone Report dan Israel terpaksa harus mengorbankan dua perwira tingginya, sebagai respon atas tekanan yang ditujukan kepadanya.

Israel mengatakan, seorang brigadir jenderal dan seorang kolonel telah "bertindak di luar batas kewenangan mereka dengan cara membahayakan nyawa orang lain", melalui perintah  untuk membombardir fasilitas yang ada di kompleks utama PBB di Gaza. Pihak militer Israel juga membantah laporan harian Haaretz yang menyebutkan keduanya ditegur karena menggunakan fosfor putih.

Pemerintahan PM Benjamin Netanyahu sedang pikir-pikir, apakah akan  melakukan penyelidikan independen sebagaimana yang diminta Goldstone Report , ataukah harus menghadapi tekanan baru berupa penyelidikan oleh pihak luar.

Kasus pengeboman pabrik tepung Al-Badr yang terletak di utara wilayah Jalur Gaza itu, dipaparkan secara terperinci dalam Goldstone Report setebal 575 halaman.

Laporan terakhir dari pihak Israel yang melakukan investigasi sendiri--dan hasilnya telah disampaikan ke PBB Jumat peka lalu--mengatakan bahwa benar pabrik tepung itu diserang oleh pasukan Israel. Tapi mereka tidak berhasil menemuan bukti-bukti untuk memperkuat dugaan tersebut. Dan menyatakan bahwa militer menyerang pabrik dari udara dengan menggunakan persenjataan yang berpresisi tinggi.

Dengan demikian, kata militer Israel, tuduhan tersebut tidak terbukti. Begitu pula dengan kesaksian Rashad Hamada, anggota tim pencari fakta, yang ketika itu harus segera angkat kaki dari Gaza setelah mendapatkan peringatan dari IDF (militer Israel).

Namun faktanya, pada tanggal 11/02/2009 sebuah tim penjinak bom internasional datang ke pabrik tepung tersebut, untuk mengeluarkan hulu ledak dari bagian depan bom yang tidak meledak. Bom tersebut adalah yang biasa dibawa oleh pesawat F-16 milik Israel. Demikian tegas seorang teknisi PBB dan Mahmoud Hamada kepada surat kabar Inggris The Independent (2/2).

Kepada PBB Israel berdalih bahwa sejak awal perang, pabrik tepung itu dijadikan wilayah pertahanan Hamas. Yang mana lokasinya sangat dekat dengan basis pendukung Hamas di kamp pengungsian Shati.  Lebih jauh Israel mengatakan, Hamas telah melengkapi daerah tersebut dengan terowongan-terowongan, rumah-rumah yang dipasangi bom, dan mengerahkan pasukannya untuk menyerang tentara Israel yang ada di sana. Satu skuad IDF telah disergap oleh lima pasukan Hamas dalam sebuah rumah perangkap, kata Israel.

Meskipun mengakui bahwa mereka menyerang pabrik tepung selama pertempuran, Israel menolak Goldstone Report yang menyatakan bahwa Israel melancarkan serangan itu dengan sengaja. Menurut Israel, bukti foto menunjukkan bahwa bangunan itu tidak kelihatan seperti terkena serangan udara.

Dikembangkan tahun 1950-an, Mark 82 bersifat aerodinamis, mematikan dan sangat murah harganya. Biaya produksi setiap bom hanya USD 300 dan memiliki kekuatan ledak hingga radius 40 kaki. Bom ini merupakan salah satu jenis yang paling banyak dijatuhkan di dunia. Tentara Israel menjatuhkannya dari udara dengan menggunakan pesawat F-16.  Dalam serangannya ke Gaza, Israel menggunakan jenis Mark 82 yang dipandu dengan sirip, bom itu buatan pabrik senjata Amerika Serikat Raytheon.

Kepada The Independent Mahmoud Hamada mengatakan, bagian depan bom sepanjang 110cm itu untungnya tidak meledak, meskipun berhasil merusak mesin giling berkapasitas 4 ton yang ada di sana. Mahmoud tidak tahu apa yang terjadi dengan bagian belakang bom tersebut, tapi katanya kemungkinan meledak di udara.

Entah apa jadinya, jika bom berbobot 227kg itu semuanya meledak saat menyentuh satu-satunya pabrik tepung di Gaza. [di/ind/www.hidayatullah.com]

 
Kamis, 02 September 2010
Banner
Banner
Banner

Iklan Baris

tokoherbalonline.com
Sedia Jus Noni Javanony cocok untuk
hipertensi, kolesterol, diabetes dll.
www.metromediaenterprise.com/
Pertama di Indonesia!
Metode Belajar Haji & Umrah Spektakuler Plus 14 VCD Belajar Manasik Terbaru
www.serbaadamuslim.com
GROSIR KAOS KAKI, tersedia aneka warna, dibutuhkan reseller seluruh Indonesia. Hub. Rina 08155100517
www.busanabajumuslim.com
Busana Muslim Istimewa.
Istimewa kualitasnya.
Istimewa Murahnya.
Istimewa Hadiahnya

© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved