Direktur pembangkit listrik Rafeeq Maliha mengatakan, "Sejak November lalu, Uni Eropa telah menghentikan dana pembelian bahan bakar untuk diesel pembangkit tersebut."
Maliha memperingatkan, tanpa intervensi Otoritas Palestina, wilayah Jalur Gaza yang padat penduduknya tidak akan bisa memenuhi kebutuhan dasar, yang mengharuskan adanya jumlah pasokan listrik yang cukup.
Blokade yang dilakukan oleh Israel dan dihentikannya bantuan dari Uni Eropa, telah mengurangi kemampuan produksi pembangkit listrik itu hingga 50%.
Pembangkit listrik Gaza sudah berkali-kali menjadi target pengeboman Israel. Terakhir kali yaitu selama operasi Cast Lead awal tahun lalu. Israel juga melarang masuknya barang-barang material yang diperlukan untuk memperbaiki pembangkit listrik agar bisa beroperasi normal kembali. [di/imc/www.hidayatullah.com]









