frontpage hit counter

Perpanjang Penahanan Syeikh Raid, Hamas: Israel Takut Muslim Palestina

Syeikh Radi mengatakan jika diberi pilihan memasuki penjara atau berhenti di Masjid Al Aqsha, dia memilih dipenjara

Perpanjang  Penahanan Syeikh Raid, Hamas: Israel Takut Muslim Palestina
AA
Syeikh Raed Salah (Raid Shalah) menunjukkan senyumnya Syeikh Raed meski divonis selama 9 bulan oleh Zionis

Terkait

Hidayatullah.com—Pengadilan penjajah Israel mengeluarkan keputusan perpanjangan penahanan Ketua Gerakan Islam di kawasan Palestina terjajah 1948 Syeikh Raid Salah hingga tanggal 21 Agustus nanti.

Sebelumnya, pengadilan penjajah Zionis Selasa (15/08/2017) lalu memperpanjang penahanan hingga hari Kamis (17/08/2017) kemarin.

Saat persidangan Syeikh Salah menyampaikan kepada hakim bahwa ia mendapat hinaan dan serangan dari tahanan Yahudi yang ada di dalam penjara. Ia juga menyalahkan PM Israel, Benyamin Netanyahu atas apa yang terjadi pada dirinya, tulis Shehab News Agency.

Sementara itu, tindakan  Israel menangkap kembali pejuang Masjid Al-Aqsa, Syeikh Raid Salah menunjukkan bahwa rezim tersebut dikhawatirkan oleh bayangannya sendiri.

Baca: Polisi Israel Kembali Tangkap ‘Syeikhul Aqsha’

Juru bicara Islam Hamas Hussam Badran mengatakan tindakan Israel ingin menakut-nakuti orang-orang Muslim Palestina, seandainya mereka berkuasa.

“Israel harus bisa menangkap semua tokoh dan ikon Islam di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.

“Kali ini, penangkapan dan hukuman Syeikh Raid Salah tidak berdasar, meski mereka melanggar hak orang-orang Palestina,” katanya dikutip PIC.

Sebagaimana diketahui, Syeikh Raid Salah ditangkap penjajah Zionis Selasa (15/08/2017) lalu setelah gerombolan penjajah Zionis menggerebek rumah beliau di Umm Al-Fahm.

Kemudian, ia dibawa serdadu Zionis untuk diinterogasi. Penjajah menuduhnya melakukan provokasi dan memberikan dukungan kepada lembaga yang telah mendapat peringatan karena melanggar undang-undang. Lembaga yang dimaksud ialah Gerakan Islam.

Baca: Ditangkap Zionis, Syeikh Raid Shalah: “Dengan Nyawa dan Darah Kami Tebus Al-Aqsha

November tahun 2015 Gerakan Islam mendapat peringatan dari otoritas penjajah karena dituduh melakukan aktivitas provokatif, padahal yang dilakukan hanyalah membela Masjidil Aqsha.

Zionis Israel menyebut, Gerakan Islam Palestina 1948 menghasut kebencian dan perisai di bawah slogan ‘Aqsa dalam bahaya’.

Syeikh Raid dalam sebuah pernyataannya mengatakan jika diberi pilihan antara memasuki penjara atau berhenti di Masjid Al Aqsha, dia akan cenderung dipenjara.*

Rep: Panji Islam

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !