Palestina Terkini – Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Tue, 19 Dec 2017 06:15:56 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.1 Gaza Rencanakan Demo Besar Jutaan Orang Menentang Deklarasi Trump http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2017/12/15/130597/gaza-rencanakan-demo-besar-jutaan-orang-menentang-deklarasi-trump.html Fri, 15 Dec 2017 04:44:06 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130597

Pengakuan AS atas Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Israel telah menyebabkan Amerika melawan warga dunia

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Faksi-faksi Palestina di jalur Gaza telah menyeru untuk menggelar “demonstrasi jutaan orang” pada hari Jum’at untuk memprotes diakuinya Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai ibu kota Zionis – Israel oleh AS, demikian laporan Anadolu Agency, Rabu (13/12/2017).

“Kami meminta warga Gaza untuk mengambil bagian dalam long march satu juta orang untuk ‘membebaskan Baitul Maqdis’ pada hari Jum’at dari gang Sholahuddin dekat Kota Rafah menuju ke Kota Beit Hanun,” kata Khaled Al-Batch, anggota terkemuka dari kelompok Jihad Islam hari Rabu.

Baca: Keputusan Trump Pancing Kemarahan Dunia, Hamas Serupak Intifada

Berbicara pada konferensi pers di Kota Gaza, Al-Batch mengatakan long march yang direncanakan itu dimaksudkan untuk mempertegas Baitul Maqdis sebagai Kota Arab, identitas Muslim dan signifikansi Baitul Maqdis kota suci untuk kaum Muslim di seluruh dunia.

Ia melanjutkan memperingatkan bahwa langkah AS yang kontroversial itu bisa sebagai representasi dari “sebuah pendahuluan dari aneksasi terhadap lebih banyak lagi bagian dari tepi Barat [yang diduduki] oleh Israel”.

“Pengakuan AS atas Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Israel telah menyebabkan Amerika melawan warga dunia,” kata Al-Batch.

“Jutaan orang dalam beberapa hari terakhir ini telah menunjukkan solidaritas mereka kepada Baitul Maqdis dan Palestina,” tambahnya.

Baca: Pernyataan Persatuan Ulama Palestina atas Keputusan Donald Trump

Al-Batch juga mendesak para pemimpin negara-negara Muslim, yang bertemu pada hari Rabu di Istanbul pada KKT Organisasi  Kerjasama Islam (OKI), untuk “mengawasi akuntabel AS dan memaksanya untuk merubah keputusannya yang tidak adil itu”.

Sementara itu, puluhan ribu warga Palestina kemarin berkumpul di Jalur Gaza,  untuk memperingati 30 tahun berdirinya Hamas.

Selain peringatan ini, Hamas juga ingin menentang pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.

“Kami akan menjatuhkan keputusan Trump. Tidak ada negara adikuasa yang memberikan Yerusalem kepada Israel. Tidak ada Yerusalem menjadi ibu kota Israel,” kata pemimpin Hamas, Ismail Haniyah, dikutip dari AFP, Jumat 15 Desember 2017.*/Abd Mustofa

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
[Foto] Dua Mujahidin in Jihad Islam Gugur; Zionis akan Membayar Mahal! http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2017/12/13/130406/foto-dua-mujahidin-jihad-islam-gugur-zionis-akan-membayar-mahal.html Wed, 13 Dec 2017 03:01:33 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130406

ihad Islam teguh pada ikrarnya bahwa tidak akan surut seincipun dari jalan jihad sampai tidak tersisa sejengkalpun tanah Palestina yang terjajah

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Bumi Gaza kembali tersiram darah mujahidin in. Kali ini dua pemuda yang merupakan mujahidin in dari Brigadir Jihad Islam, salah satu fraksi perjuangan kemerdekaan di Palestina gugur dalam sebuah operasi militer.

Hari Selasa siang (13/12/2017), dua mujahidin  yang kemudian diketahui namanya Husein Ghazi Nasrullah (25 th) dan Musthofa Mufid Sulthon (29 th). Keduanya gugur saat sebuah operasi persiapan di daerah Baitu Lahiya, Gaza.

Saat mereka sedang mengendarai sepeda motor, sebuah tembakan bom tentara Zionis tepat menghantam mereka. Serangan dilancarkan oleh zionis dengan pesawat.

Baca: Mengintip Mujahidin Gaza Memperlakukan Tawanan Zionis

Serangan udara semacam ini pertama kali terjadi sejak genjatan senjata pada 2014 silam pasca Pertempuran Asful Ma’kul (Dedaunan Dimakan Ulat) yang sangat bersejarah itu.

Motor yang dikendarai oleh As-Syahid hancur gosong terbakar akibat serangan udara pesawat Zionis (Palinfo)

Atas serangan ini korban tewas di Gaza sejak hari Jum’at lalu menjadi 6 orang, dan luka-luka sebanyak 600 korban.

Baca: Intelijen ‘Israel’ Cemas Hamas dan Jihad Islami

Penduduk sempat membawa keduanya ke rumah sakit, namun setibanya di rumah sakit keduanya sudah tidak lagi bernyawa karena mengalami luka bakar yang membuat sekujur tubuhnya gosong. Demikian keterangan dari Jubir Kementrian Kesehatan, lansir The Palestinian Information Centre (PIC), Rabu (13/12/2017).

Bekas bom pesawan Zionis (Palinfo)

Atas gugurnya dua pejuangnya, Jihad Islami menyatakan bahwa apa yang telah dipersiapkan oleh kedua mujahidin nya itu adalah bagian dari perencanaan panjang terhadap sebuah serangan yang akan membuat kerugian besar bagi Zionis-Israel.

Sedangkan Jihad Islam teguh pada ikrarnya bahwa tidak akan surut seincipun dari jalan jihad sampai tidak tersisa sejengkalpun tanah Palestina yang terjajah.*/MR Utama

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Penjajah Menyerang, 2 Korban Syahid Ditampung di RS Indonesia di Ghaza http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2017/12/13/130373/penjajah-menyerang-2-korban-syahid-ditampung-di-rs-indonesia-di-ghaza.html Tue, 12 Dec 2017 17:52:01 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130373

Hidayatullah.com–Pihak penjajah Zionis melakukan serangan di Beit Lahiya dengan membidik sepeda motor yang menyebabkan jatuhnya korban syahid dua orang, sebagaimana […]

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Pihak penjajah Zionis melakukan serangan di Beit Lahiya dengan membidik sepeda motor yang menyebabkan jatuhnya korban syahid dua orang, sebagaimana dilansir oleh Anadolu (12/12/2017).

Asyraf Al Qadrah selaku juru bicara dari Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa dua korban syahid tersebut telah sampai di Rumah Sakit Indonesia yang berada di Ghaza Utara.

Adanya korban dari pihak Palestina disebabkan drone penjajah menyerang sepeda motor dengan peluru kendali.

Sementara itu diberitakan bahwa 1795 demonstran dari pihak Pelestina mengalami leuka-luka sejak meluasnya demosntrasi menentang pernyataan AS mengenai status Al Quds.

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Pernyataan Persatuan Ulama Palestina atas Keputusan Donald Trump terhadap Baitul Maqdis http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2017/12/11/130208/pernyataan-persatuan-ulama-palestina-atas-keputusan-donald-trump-terhadap-baitul-maqdis.html Mon, 11 Dec 2017 07:54:03 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130208

Kami merasakan kesedihan bukan karena pengumuman yang disampaikan oleh presiden angkuh itu, tetapi kami bersedih atas kelemahan yang sedang menimpa ummat Islam

(Sahabat al Aqsha,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Persatuan Ulama Palestina mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim Baitul Maqdis sebagai ibukota ‘Israel’. Berikut ini pernyataan sikap mereka:

BismillaahirRahmaanirRahiim

“Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, ‘Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.’” (terjemah QS Al-Israa’ [17]: 4). Maha Benar Allah Yang Maha Agung.

Sungguh langkah yang diambil Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejalan dengan alur yang telah Allah Tabaaraka wa Ta’ala informasikan kepada kita bahwa gerombolan anak keturunan Zionis akan kembali melakukan kerusakan di bumi, dan mereka akan kembali berbuat kerusakan di tanah kita Ardhul Mubaarakah, gerbang-gerbang kota kita, dinding, serta menara masjid kita Masjidil Aqsha Al-Mubarak.

Kami merasakan kesedihan bukan karena pengumuman yang disampaikan oleh presiden angkuh itu, tetapi kami bersedih atas kelemahan yang sedang menimpa ummat Islam serta kemalangan, ketidakberdayaan para pemimpin negara Arab dan negara Islam lainnya.

Dan kami selaku Ulama Palestina menyatakan hal berikut:

  1. Bahwa pengumuman diresmikannya Baitul Maqdis sebagai Ibu Kota ‘Israel’ bukan akhir dari segalanya, dan bukan sebuah legitimasi hak kepemilikan.
  2. Maka kami menyerukan kepada para pejuang dari rakyat Palestina dan ummat Islam secara umum agar menjadikan titik ini sebagai titik menggeloranya gelombang perlawanan baru.

Baca: Baitul Maqdis dan Sikap Umat Islam

  1. Langkah pertama adalah seluruh elemen perlawanan di Palestina harus bersatu melawan aliansi Syaithan-Iblis yang disahkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sungguh dia dan atas nama negaranya telah menghapus peta sejarah masa lalu dan hari ini, serta mengklaim telah meresmikan masa depan bagi negara penjajah. Trump selamanya tidak akan bisa mengubah status imigran gelap Zionis menjadi ‘penduduk’ di tanah kami, mereka akan tetap menjadi imigran gelap sampai waktu yang telah Allah tetapkan. “Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.” (terjemah QS Al-Israa’ [17]: 5)

Baca: Syeikh Al Qaradhawi: Membela Baitul Maqdis Urusan Umat Islam

  1. Kami juga menyerukan kepada seluruh ulama Muslimin agar ikut menggelorakan semangat perlawanan dengan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai syiarnya serta panji Rasulullah sebagai simbolnya. Sebab, yang diperangi Trump adalah Agama dan Aqidah kita. Dia memberikan dukungan terhadap ekstremis Yahudi dan berpakaian layaknya Yahudi, lalu tanpa malu menuduh kita sebagai ekstremis.
  2. Kepada rakyat kami agar jangan larut dalam kesedihan atas apa yang diumumkan oleh Syaithan berbentuk manusia itu. Meskipun demikian, kita harus tetap percaya pada janji yang telah Allah tetapkan, bahwa kembalinya kita ke Palestina adalah suatu hal yang pasti tanpa keraguan di dalamnya.
  3. Dan terakhir kami serukan, bersatulah wahai rakyat Palestina, bersatulah ummat Islam, bangkitlah wahai para pemimpin Arab dan ummat Islam. Berdirilah tegak memperjuangkan urusan ini, membela Masjidil Aqsha, karena di sanalah letak agama dan kemuliaan kalian.*

 

  • Persatuan Ulama Palestina
  • Gaza, 6 Desember 2017

(Sahabat al Aqsha,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Keputusan Trump Pancing Kemarahan Dunia, Hamas Serukan Intifada http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2017/12/08/129923/keputusan-trump-pancing-kemarahan-dunia-hamas-serukan-intifada.html Thu, 07 Dec 2017 22:45:16 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129923

Menurut para ulama, persatuan Palestina sangat penting untuk menghadapi ‘aliansi setan’ yang dipimpin Presiden Amerika Serikat ini

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com—Keputusan Presiden AS Donald Trump menjadikan Kota Baitul Maqdis menjadi ibu kota Zionis memancing reaksi kemarahan dunia.

Hari Jum’at sore ini, warga kota London dikabarkan akan turun jalan menolak klaim Donald Trump yang mengakui Jerusalem (Baitul Mqdis) sebagai ibu kota negara palsu bernama Israel.

Sementara itu, Parlemen Tunisia hari Kamis mengadakan sidang darurat setelah pasca pengumuman Trump.

Segenap kekuatan politik Tunisia menyerukan aksi unjuk rasa sebagai protes atas klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Baitul Maqdis/al-Quds ibu kota Zionis, dan berencana memindahkan kedubesnya di kota suci tersebut.

Pemerintah dan oposisi Tunisia menolak keputusan Amerika  dan menngatakan keputusan Trump sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum dan sejarah Kota al-Quds, melanggar resolusi PBB dan perdamaian Palestina-Israel yang disponsori Amerika, yang menyatakan bahwa al-Quds akan menjadi pokok persoalan dalam perundingan final, tulis laman palinfo.

Baca: Donald Trump Resmi Umumkan Baitul Maqdis Ibu Kota Israel

Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tunisia dalam rilisnya menyebutkan, klaim Amerika terkait Baitul Maqdis, menjadi ancaman serius bagi perundingan damai, dan memicu ketegangan dan instabilitas, serta memprovokasi bangsa Arab dan umat Islam, karena al-Quds memiliki kedudukan mulia di kawasan dan dunia.

Gerakan Nahdah Tunisia menyatakan penolakan keras klaim Trump, dan menganggapnya sebagai keputusan yang melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.

Nahdah menyerukan kepada pemerintah Amerika untuk mencabut keputusannya tersebut.

Gerakan Nahdah juga menyerukan kepada segenap kekuatan nasional untuk menyukseskan aksi menentang keputusan Amerika

Sementara di Palestina, Ketua Biro Politik  Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) Ismail Haniyah memperingatkan pengakuan Donald Trump atas Baitul Maqdis sama sebagai ‘sebuah deklarasi perang’.

Baca: Hamas: Intifada Jerusalem akan Mengakhiri Penjajahan

Haniyah menegaskan bangsa Palestina akan mengobarkan Intifada (perlawanan) menghadapi keputusan Donald Trump ini.Dalam pidato merespon deklarasi Amerika, Haniyah mengatakan, bangsa siap dan Palestina mampu berjuang menghadapi penjajah.

“Kami akan menghadapi perimbangan baru, dan fase politik berbeda pasca putusan ini. Kami harus mengambil kebijakan, dan menetapkan strategi baru menghadapi konspirasi baru terhadap al-Quds dan Palestina,” ujarnya.

Dukungan buta Amerika dengan ‘aliansi setannya’ kata Haniyah, secara sepihak harus kita hadapi dengan tegas. Al-Quds merupakan kesatuan, tak bisa dipisahkan antara Timur dan Baratnya, al-Quds adalah Ibu Kota Palestia, Arab dan Islam, dan seluruhnya menjadi Ibu Kota Palestina.

“Saya tegaskan bahwa Palestina tak bisa dibagi, Palestina dan al-Quds milik kami, kami tak mengakui legalitas penjajahan, tak ada eksistensi bagi Israel di bumi Palestina, sehingga ia tak bisa memiliki ibu kota,” ungkap Haniyah.

Baca: Ratusan Pengurus NU akan Datangi Kedubes AS Besok

Haniyah juga menyerukan untuk menertibkan kembali perjuangan Palestina menghadapi konspirasi berbahaya, dan menyusun prioritas Palestina di hadapan kebijakan dzalim ini.

Ikatan Ulama Palestina menyerukan kepada segenap kekuatan bangsa Palestina untuk menjadikan deklarasi ini sebagai titik tolak bagi revolusi baru, yang bertema deklarasi hitam.

“Langkah Presiden Amerika mengakui Al-Quds sebagai Ibu Kota Israel, akan menjadi permulaan berakhirnya kecongkakan Zionis di tanah Palestina,” ujar Ikatan Persatuan Ulama Palestina dikutip PIC.

Menurut para ulama, persatuan Palestina sangat penting untuk menghadapi ‘aliansi setan’ yang dipimpin Presiden Amerika Serikat ini.*

 

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Tiga Al-Quran Dicetak Era Usmaniyah Ditemukan di Masjid Palestina http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2017/12/07/129895/tiga-al-quran-dicetak-era-usmaniyah-ditemukan-di-masjid-palestina.html Thu, 07 Dec 2017 10:31:08 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129895

Al Qur'an dicetak di Istanbul ini  akan memberi kontribusi pada kepentingan sejarah kota Palestina

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com—Tiga cetakan Al-Quran yang dicetak di era Ottoman (Utsmaniyah) pada masa Sultan Abdulhamid II, ditemukan di  sebuah masjid yang terletak di kota bersejarah Tayibe.

Said Azim, seorang muazin di Masjid Umar Bin Khattab, menemukan manuskrip tersebut saat sedang melakukan renovasi masjid dua bulan lalu, kutip Anadolu Agency.

Masjid Umar Bin Khattab terletak di Kota Tayibe, dibangun di masa Sultan Abdul Hamid II, salah satu kota bersejarah Palestina yang sekarang masuk wilayah jajahan Israel.

Baca: Aparat Mesir Gagalkan Penyelundupan Al-Qur`an Era Utsmani

Imam dan masjid tidak sadar akan keberadaan ketiga al-Quran ini, sampai mereka bertemu dengan Said Azim.

Dalam pengantar Al-Quran, tertulis bahwa Al-Quran dicetak pada cetak Ottoman (Utsmaniyah) di tahun 1309 Hijriah atau tahun 1887 M dan merupakan tulisan tangan Seyyid Mustafa Nazif Efendi.

“Sampai dua bulan yang lalu, kami tidak tahu keberadaan Al-Quran ini, mereka termasuk mushaf lainnya, dan kami menyadari kapan masjid tersebut telah direnovasi,” ujar sang muazin, Said Azim.

Baca: 5 Penemuan Muslim yang Mengubah Dunia [1]

Azim mengatakan bahwa Quran yang kemudian dikirim ke Palestina itu sangat berarti bagi mereka.

“Kami tidak tahu mereka ada di sana. Mereka hanya tertumpuk di antara sekelompok buku lainnya. Kami menemukannya saat renovasi, “kata Aziz.

Azim mengatakan, Al Qur’an dicetak di Istanbul ini  akan memberi kontribusi pada kepentingan sejarah kota Palestina.

Harta karun bersejarah ini rencananya akan segera ditampilkan dalam sebuah pameran. Ia juga berspekulasi tentang kemungkinan harta karun era Utsmaniyah lainnya di Israel atau Palestina.*

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Penjajah Bunuh Mahmud Za’li Saat Bekerja di Ladang http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2017/12/06/129788/penjajah-bunuh-mahmud-zali-saat-bekerja-di-ladang.html Wed, 06 Dec 2017 10:40:34 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129788

Gugurnya para syuhada dari hari ke hari, tiada akan mengecilkan sama sekali gelora juang mereka, bahkan sebaliknya rakyat Palestina akan terus berjuang, berjihad fi sabilillah

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Jalanan Kota Nablus hari Kamis (30/11/2017)  dibanjiri oleh ribuan rakyat Palestina. Mereka mengiringi jasad seorang yang mereka anggap pahlawan. Namanya Mahmud Za’li Ahmad ‘Audah.

Ribuan manusia itu mengiringi jasad sang pejuang sedari keluarnya jasad asy-syahid dari Rumah Sakit Rafedeya, Nablus. Penjajah Israel membunuhnya dengan sebutir peluru yang mengoyak kepalanya yang mulia.

Kemudian jasad Mahmud dibawa menuju rumah duka. Hingga disholatkan dan dikebumikan.

Baca: Tiga Pemuda Palestina Syahid Pasca Baku Tembak Aksi Bela Masjid al Aqsha

Seperti yang diwartakakan langsung dari lokasi oleh media Brigadir Al-Qassam, alqassam.ps, sepanjang jalan mengiringi jenazah iring-iringan masa terus menerus meneriakan ikrar setia terhadap jalan yang telah ditempuh oleh Mahmud Za’li Ahmad ‘Audah, yaitu ikrar jihad.

Gugurnya para syuhada dari hari ke hari, tiada akan mengecilkan sama sekali gelora juang mereka, bahkan sebaliknya rakyat Palestina akan terus berjuang, berjihad fi sabilillah, demi agama, nusa dan bangsa.

Baca: Inilah Rincian Aksi Bela Masjidil Aqsha

Belum diketahui secara pasti alasan Mahmud ditembak mati oleh Penjajah. Pasalnya, saat di mana dia ditembak Mahmud sedang asik bekerja seperti biasa di ladang sekitar rumahnya.

Kejadian seperti ini sudah biasa terjadi di alam penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina, yaitu cukup dengan alasan bahwa dia muslim, penduduk palestina, kemudian tidak senang terhadap penjajahan, maka Penjajah merasa berhak menangkap, menyiksa sampai membunuhnya tanpa ampun.*/MR Utama

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Hamas dan Fatah Tunda Rekonsiliasi Hingga Desember http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2017/12/01/129436/hamas-dan-fatah-tunda-rekonsiliasi-hingga-desember.html Fri, 01 Dec 2017 14:22:13 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129436

Kesepakatan tersebut meminta pemerintah persatuan Palestina pimpinan Fatah untuk mengambil alih Jalur Gaza per 1 Desember

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Faksi Palestina Hamas dan Fatah hari Rabu meminta Mesir untuk menunda rekonsiliasi nasional Palestina dan meminta kontrol politik dan administratif penuh atas Jalur Gaza sampai 10 Desember.

“Gerakan Hamas dan Fatah meminta saudara-saudara dari Mesir untuk menunda kelanjutan proses serah terima tugas pemerintah di Jalur Gaza, sebagaimana yang telah disepakati dalam perjanjian Kairo pada 12 Oktober 2017 antara kedua gerakan, mulai 1-10 Desember. Tujuannya adalah untuk menyempurnakan penataan guna menjamin langkah-langkah menyukseskan rekonsiliasi yang diinginkan rakyat Palestina,” demikian bunyi pernyataan dalam konferensi pers yang disampaikan  atas inisiatif Ketua Gerakan Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar, bersama faksi-faksi Palestina lain sebagaimana dikutip Palinfo.

Kedua kelompok menggelar pertemuan luar biasa di Gaza yang dihadiri oleh delegasi keamanan Mesir.

Baca: Babak Pertama Dialog Hamas-Fatah Positif

Setelah pertemuan darurat tersebut, juru bicara Fatah Fayez Abu Eitah membacakan pernyataan bersama dalam konferensi pers.

Ia mengatakan bahwa penundaan tersebut diperlukan untuk segala persiapan demi tercapainya rekonsiliasi yang sukses, kutip Anadolu Agency.

Pada 12 Oktober, dua gerakan politik utama Palestina menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi di Kairo, yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik politik yang telah berlangsung selama satu dekade.

“Pada prinsipnya, kedua pihak sepakat untuk memperbolehkan pemerintah Palestina yang sah kembali ke Gaza, sesuai dengan undang-undang Palestina,” kata Azzam al-Ahmad, ketua delegasi Fatah dalam perundingan Kairo.

Kesepakatan tersebut meminta pemerintah persatuan Palestina pimpinan Fatah untuk mengambil alih Jalur Gaza per 1 Desember.

Sejauh ini, keduanya telah menyatakan bahwa mereka akan berupaya semaksimal mungkin untuk mematuhi kesepakatan tersebut.

Tepi Barat dan Jalur Gaza terbagi secara politik maupun administratif sejak 2007, ketika Hamas mengambil alih jalur tersebut dari Fatah, setelah pertempuran selama beberapa hari.

Baca: Hamas-Fatah Sepakat Rujuk, Perbatasan Rafah Siap Dibuka

Pertemuan ini digelar menyusul keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah konsensus Nasional yang dipimpin Rami Hamdallah di Ramallah, untuk mengembalikan para “pegawai yang mangkir” meninggalkan tugas sejak perpecahan tahun 2006, dengan dalih kebutuhan pemerintah pada mereka.

Rabu (29/11/2017) pagi, terjadi kebingungan dan kegaduhan luar biasa di sejumlah kantor pemerintah di Jalur Gaza setelah para pegawai yang mangkir tersebut kembali ke kantor-kantor mereka pasca terbitnya keputusan pemerintaht sersebut. Sementara itu persatuan pegawai di Jalur Gaza mencegah mereka masuk ke kantor-kantor sampai ada proses integrasi dan penyelesaian.*

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Jalur Gaza Hamas akan tunduk kepada Fatah Jumat ini http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2017/11/29/129265/jalur-gaza-hamas-akan-tunduk-kepada-fatah-jumat-ini.html Wed, 29 Nov 2017 10:21:53 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129265

Barat dan Israel, mendesak Hamas meletakkan senjata namun gerakan ini tak

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah (Gerakan Perlawanan Islam/Hamas) akan mengakhiri satu dekade kekuasaannya di Jalur Gaza Otoritas Palestina (PA), pimpinan Presiden Mahmoud Abbas (Mahmud Abbas) hari Jumat ini sebagai langkah pemerintah persatuan.

Otoritas Palestina  seharusnya sudah memegang kendali atas Jalur Gaza pada Jumat (01/12/2017) nanti sesuai dengan kesepakatan rekonsiliasi Hamas dan Fatah yang ditandatangani pada Oktober lalu,  lansir AFP, Selasa (28/11/2017).

Direktur informasi otoritas perbatasan Palestina, Hisham Adwan, menuturkan pemerintah akan memegang kendali penuh atas perbatasan tersebut. Sejumlah instalasi dilaporkan mulai dilucuti dan dibongkar pada beberapa wilayah yang dahulu dikontrol oleh Hamas tersebut, tulis AFP.

Bendera Palestina dan Mesir, sebagai perantara rujua dua gerakan ini (Hamas dan Fatah), juga tampak dikibarkan di Perbatasan Rafah. Sejumlah foto Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi  dipasang di beberapa sudut wilayah tersebut.

Baca: Rujuk Fatah-Hamas Disambut Baik, Penjajah Israel Meradang

Hamas, yang selama ini ditakuti Barat dan Penjajah Israel, setuju berdamai dan menyerahkan kekuasaan di Gaza pada pemerintah Palestina yang dipimpin Abbas dan didukung Fatah. Namun Hamas tak akan akan melucuti senjatanya selama masih ada penjajahan Israel.

Sayap militer Hamas diperediki memiliki 25 ribu anggota gerakan, tetap berkuasa di Jalur Gaza. Para pejabat dari Fatah juga mengkritik lambatnya kemajuan dalam penyerahan kekuasaan kepada PA.

Hamas menguasai Gaza sejak tahun 2007 dengan memenangkan suara mayoritas dalam Pemilu, namun Amerika dan Israel jutru tidak mengaku kemenangana itu bahkan mendukung Fatah yang sekuler. Fatah akhirnya mendominasi Tepi Barat, sementara Hamas menguasai Jalur Gaza.

Penjajah Israel bahkan menerapkan berlakukan blokade terhadap Gaza selama satu dekade terakhir. Di saat yang sama, Mesir juga menutup perbatasannya beberapa tahun terakhir. Sikap Hamas ini juga membut Penjajah Israel tiga kali menyerang Gaza,  terakhir tahun 2014.

Baca: Babak Pertama Dialog Hamas-Fatah Positif

Warga Gaza sendiri berharap kesepakatan penyerahan kekuasaan dalam pemerintahan nasional ini akan membantu mengurangi penderitaan mereka akibat blockade penjajah. Termasuk urusan infrastruktur dasar seperti listrik dan suplai air bersih.

“Semua yang kami inginkan adalah peningkatan situasi ekonomi dan dibukanya perbatasan,” ucap salah satu warga Gaza, Abu Abed Abu Sultan (53), yang berprofesi sebagai penjual kopi. Abu Sultan sebelumnya bekerja sebagai penjahit di perusahaan yang mengekspor ke Israel sebelum blokade diberlakukan.

“Kami tidak banyak meminta — kami hanya ingin hidup seperti belahan dunia lainnya. Saya takut rekonsiliasi akan gagal seperti sebelumnya,” imbuhnya.

Hari Senin (27/11/2017), perwakilan Hamas bertemu delegasi Mesir yang tiba di Jalur Gaza untuk memantau pelaksanaan kesepakatan rekonsiliasi.

Baca: Hamas-Fatah Sepakat Rujuk, Perbatasan Rafah Dibuka

Pertemuan ini dihadiri Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah dan Ketua Gerakan Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar. Sementara delegasi Mesir diwakili oleh Konsulat Jenderal Mesir di Palestina Khaled Sami dan seorang jenderal intelijen Mesir Hammam Abu Zaid.

Kepada delegasi Mesir, Gerakan Hamas menyampaikan langkah-langkah yang telah ditambil gerakan untuk memudahkan pemerintah konsensus Palestina melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di Jalur Gaza.

Hamas menegaskan, pemerintah harus menepati janjinya sesuai dengan kesepakatan Kairo 2017, di mana pemerintah wajib membayar gaji seluruh pegawai di Jalur Gaza, mulai dari gaji bulan November, tulis Palinfo.

Sementara delegasi Mesir menegaskan bahwa Kairo komitmen untuk memantau dengan seksama dan terpercaya terhadap proses pelaksanaan kesepakatan Kairo.*

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Anak-anak Palestina Kehilangan Hak Memperoleh Pendidikan http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2017/11/24/128828/anak-anak-palestina-kehilangan-hak-memperoleh-pendidikan.html Fri, 24 Nov 2017 08:14:55 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=128828

55 sekolah Palestina di Area C (lebih dari 60 persen di Tepi Barat yang berada di bawah kendali penuh warga sipil dan pihak penjajah Israel

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Pada peringatan Hari Anak Sedunia, LSM internasional Save the Children merilis sebuah pernyataan yang menyoroti pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlanjut terhadap anak-anak Palestina di wilayah yang diduduki oleh Israel. Demikian laporan Al-Bawaba, Selasa (21/11/2017).

Jennifer Moorehead, direktur Save the Children di wilayah Palestina yang diduduki menyerukan perlindungan yang lebih besar terhadap sekolah dan hak anak atas pendidikan, dengan mengatakan bahwa “hak anak-anak yang paling mendasar untuk memperoleh pendidikan sedang terkikis” di wilayah tersebut.

Moorehead menyoroti kasus 55 sekolah Palestina di Area C (lebih dari 60 persen di Tepi Barat yang berada di bawah kendali penuh warga sipil dan pihak keamanan Israel) yang berada di bawah ancaman pembongkaran pasukan Israel.

“Jarak, jalan berisiko, kehadiran pemukim atau pos pemeriksaan militer merupakan tantangan yang tak dapat diatasi bagi banyak anak untuk mencapai sekolah terdekat,” kata Moorhead.

Baca: Larang Peredaran Buku, Israel Hambat Pendidikan Anak-Anak Palestina

“Tantangan di sektor pendidikan mencerminkan meningkatnya risiko perlindungan yang kita lihat di wilayah Palestina yang dijajah,” katanya.

“Pembongkaran sekolah, ancaman kekerasan dan pelecehan, kehadiran militer di dalam dan sekitar sekolah dan kurangnya sumber daya yang memadai semuanya merongrong hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan,” tambahnya.

“Anak-anak ini ditolak oleh masa depan di daerah dimana tingkat pengangguran meningkat di antara yang tertinggi di dunia dan pembatasan pergerakan menyulitkan untuk mencapai sekolah atau universitas, atau untuk mengakses layanan kesehatan yang vital.”

Baca: 400 Anak Palestina di Bawah Umur Ditahan di Penjara Israel

Save the Children meminta dengan serius para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan untuk melindungi hak anak-anak yang “tidak dapat dicabut” untuk mendapatkan akses yang aman terhadap pendidikan berkualitas dan untuk menjamin perlindungan khusus yang diberikan kepada anak-anak di wilayah konflik.

“Kami meminta dengan serius mereka yang bertanggung jawab untuk menjunjung tinggi hak anak-anak di wilayah yang diduduki dan pemimpin dunia untuk menangani risiko perlindungan anak di sektor pendidikan; untuk mendukung dan menyetujui  Deklarasi Sekolah Aman dan Pedoman yang terkait untuk Perlindungan Sekolah dan Universitas dari Penggunaan Militer; dan untuk mengambil langkah konkret dan langsung menuju demiliterisasi area sekolah.” Demikian penutup pernyataan tersebut.*/Abd Mustofa 

 

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>