frontpage hit counter

Pilpres 2019

Survei Median: Elektabilitas Jokowi Lampu Kuning

Ada 65 persen publik yang belum mau memilih Jokowi.

Survei Median: Elektabilitas Jokowi Lampu Kuning
Muhammad Abdus Syakur/Hidayatullah.com
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, pucuk pemerintahan Indonesia saat ini.

Terkait

Hidayatullah.com– Lembaga Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei tentang elektabilitas tokoh politik menjelang Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menjelaskan, dalam survei tersebut responden diminta menjawab pertanyaan “Jika Pemilihan Presiden dilakukan saat ini, dari daftar nama di bawah ini siapakah yang Anda pilih menjadi Presiden Republik Indonesia dan jika pilihan Anda tidak ada dalam daftar, harap Anda sebutkan”.

Memang hasilnya menurutnya Joko Widodo memperoleh persentase 35,0 persen. Dari 33 nama yang disodorkan, hasilnya Joko Widodo berada di urusan satu, disusul Probowo (21,2 persen), Gatot Nurmantyo (5,5 persen), Anies Baswedan (4,5 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (3,3 persen) di lima besar.

Baca: Survei: Elektabilitas Jokowi-JK Turun

Namun demikian, meski menurut Rico masih memperoleh elektabilitas tertinggi dibanding penantang lainnya, posisi petahana Joko Widodo bisa dibilang tidak terlalu aman atau lampu kuning.

“Suara Pak Jokowi secara konsisten mengalami penurunan tipis dari bulan ke bulan dan tidak pernah beranjak lebih dari 50 persen,” ujarnya melalui hasil survei yang diterima hidayatullah.com di Jakarta, Kamis (22/02/2018).

Ia menyampaikan, dengan hanya meraih 35 persen elektabilitas, artinya ada 65 persen publik yang belum mau memilih Jokowi.

Baca: Elektabilitas Rendah, Politisi Golkar Sarankan Jokowi Lakukan Reshuffle

Adapun penyebabnya, terang Rico, masalah ekonomi menjadi persoalan yang dinilai publik paling meresahkan dalam kepemimpinan Jokowi.

Yakni sebanyak 15,6 persen menilai kesenjangan ekonomi di negara Indonesia menjadi hal yang paling meresahkan. Disusul harga harga kebutuhan pokok saat ini (13,1 persen), masalah korupsi (10,1 persen), tarif listrik (9,7 persen), dan dominasi Tionghoa pada ekonomi negara Indonesia (8,5 persen).

Survei Median tersebut dilakukan tanggal 1 hingga 9 Februari 2018 menunggunakan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi melibatkan 1.000 responden dengan margin of error sebesar +- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca: Amnesty International: Rapor Jokowi Merah, Banyak Pelanggaran HAM

Baru-baru ini, Jokowi di-bully lewat akun media sosialnya di Instagram dan Facebook akibat insiden pengadangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (17/02/2018) lalu.

Salah satu unggahan Jokowi di Instagram menuai 500.000 lebih komentar yang banjir pujian atas Anies dan bully-an atas Jokowi. Kejadian pengadangan Anies itu disebut-sebut terkait Pilpres 2019. Banyak pengguna medsos yang justru mengharapkan Jokowi mencukupkan diri sebagai Presiden satu periode. Sebagian malah mendorong Anies maju jadi Presiden RI.*

Baca: Akun Medsos Jokowi Dibanjiri Ucapan Selamat atas Anies

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !