frontpage hit counter

Pemkot Makassar Imbau Warga Laporkan Pelaku LGBT

"Terkait dengan LGBT yah sudah jelas adat budaya kita tidak pernah ada apalagi agama kita melarang."

Pemkot Makassar Imbau Warga Laporkan Pelaku LGBT
dok pri
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto (kiri) bersama Kabag-Kesra Pemkot Makassar Aswis Badwi (kanan).

Terkait

Hidayatullah.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengimbau warganya untuk melaporkan pelaku lesbian, homoseksual, biseksual, dan transgender atau dikenal istilah LGBT kepada aparat berwenang.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag-Kesra) Pemkot Makassar, Aswis Badwi, mengatakan, LGBT dilarang oleh agama dan memang tidak ada dalam budaya masyarakat Indonesia terkhusus di Makassar, Sulawesi Selatan.

Iye’ (iya) pemerintah punya program yang dinamakan ‘Jagai Anakta’, maksudnya jaga anak kita yah,” ujarnya kepada hidayatullah.com dalam wawancara jarak jauh, Rabu (20/12/2017) pagi.

Baca: Menag: Norma Hukum Positif Tidak Melegalkan LGBT

“Terkait dengan LGBT yah sudah jelas adat budaya kita tidak pernah ada apalagi agama kita melarang,” tambah mantan Kabag Protokol Pemkot Makassar ini.

Aswis mengatakan, jika masyarakat tidak terima dengan pelaku LGBT diminta agar melaporkannya.

Iye’ kalau ada di sekitar kita, kan, mengganggu masyarakat tidak terima yah bisa dilaporkan ke tokoh masyarakat, (tokoh) agama, RT-RW, dan lurah setempat karena (LGBT) tidak lazim di budaya dan agama,” ungkapnya.

 

Baca: Anggota MUI: Penolakan atas LGBT Sesuai Pancasila dan Agama

Selain mengharapkan warga melapor, Pemkot Makassar juga menempuh langkah-langkah lain dalam upaya terkait bahaya LGBT. Sosialisasi itu tertuang dalam program ‘Jagai Anakta’ dan ‘Pengajian Lorong’.

Iye’ di setiap pengajian dan majelis taklim, acara keagamaan misalnya Maulid, kami selalu sampaikan untuk menjaga anak kita dari setiap masalah sosial yang ada seperti narkoba, pergaulan bebas, dan HIV/AIDS,” terang Aswis.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2016, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, mengadakan pengajian serentak di 143 Kelurahan dan 14 Kecamatan. Pengajian ini bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa masyarakat sebagai insan beragama. Selain itu, siraman rohani yang didapat warga Makassar diharapkan bisa menangkal isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia.*

Baca: Edukasi Orang Tua, Muslimat Hidayatullah Makassar Gelar Seminar Bahaya Homoseksual

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !