frontpage hit counter

DPR: Rencana Trump terkait Yerusalem Kontraproduktif, PBB Harus Tegas

"Komunitas internasional dan PBB harus bersikap tegas terhadap rencana Donald Trump ini. Adapun OKI harus mengambil inisiatif yang lebih proaktif dalam menanggapi isu ini," pungkas Rofi.

DPR: Rencana Trump terkait Yerusalem Kontraproduktif, PBB Harus Tegas

Terkait

Hidayatullah.com– Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI, Rofi Munawar, menilai, rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendukung pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem sangat kontraproduktif dalam penyelesaian konflik Palestina.

Menurutnya, selain bertentangan dengan resolusi internasional, di sisi lain akan membuat ketegangan memuncak di Timur Tengah.

“Memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem sesungguhnya akan semakin meningkatkan konflik dan ketegangan yang berkepanjangan di Timur Tengah. Hal ini disebabkan karena Yerusalem merupakan salah satu episentrum perjuangan utama bagi bangsa Palestina, karena adanya Al-Quds,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Senin (04/12/2017) melalui pesan elektronik.

Rofi mengungkapkan, relokasi Kedutaan Besar AS bersamaan dengan rencana menetapkan Yerusalem sebagai ibukota Israel merupakan salah satu janji kampanye Trump saat pemilihan Presiden. Tapi ironisnya kebijakan luar negeri AS ini secara faktual sangat merugikan dan tidak mempertimbangkan kepentingan Palestina.

Baca: Washington Belum Memutuskan Pemindahan Kedutaan Tel Aviv ke Yerusalem

“Trump selama ini telah secara jelas menjadikan Yerusalem dan Palestina sebagai komoditas kampanye dalam pemilihan presiden, hal ini dilakukan sebagai cara mencari dukungan dari kalangan Yahudi,” terang anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini.

Rofi menjelaskan sejumlah alasan mengapa Yerusalem tidak bisa dijadikan ibukota oleh Israel. Di antaranya resolusi yang telah dikeluarkan oleh Komite Warisan Budaya Organisasi Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) yang memutuskan hilangnya kedaulatan Israel atas Kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki.

Selain itu juga, tambahnya, bagi umat Islam keberadaan Yerusalem memiliki sejarah panjang dalam proses perjuangan melawan Israel.

“Komunitas internasional dan PBB harus bersikap tegas terhadap rencana Donald Trump ini. Adapun OKI harus mengambil inisiatif yang lebih proaktif dalam menanggapi isu ini,” pungkas Rofi.

Baca: Warga Palestina Dipaksa Hancurkan Rumahnya Sendiri di Yerusalem

Sebagaimana diketahui, Menteri Luar Negeri Palestina Riad al-Maliki, Ahad (03/12/2017), mendesak Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) segera menggelar rapat untuk membahas situasi politik terkini di Yerusalem.

Seruan tersebut disampaikan menyusul laporan yang menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump kini sedang bersiap untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.*

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !