frontpage hit counter

WO Saat Pidato Gubernur Anies, Ananda Sukarlan Dinilai Intoleran

Tindakan walk out Ananda Sukarlan yang menuduh Anies Baswedan meraih kursi gubernur tidak sesuai nilai-nilai Kanisius adalah dinilai jauh panggang dari api.

WO Saat Pidato Gubernur Anies, Ananda Sukarlan Dinilai Intoleran
TEMPO
Pianis, Ananda Sukarlan.

Terkait

Hidayatullah.com– Sikap Pianis Ananda Sukarlan yang melakukan tindakan walk out (WO) saat Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, memberikan sambutan dalam Acara Ulang Tahun ke-90 Kolese Kanisius di Jakarta, mendapat sorotan bahkan kecaman dari berbagai pihak.

“Aksi walk out yang dilakukan oleh Ananda Sukarlan dan beberapa orang lainnya menggambarkan sikap intoleran dan miskin akhlak sebagai tuan rumah dalam menerima tamu, dimana kehadiran Anies Baswedan sebagai tamu adalah atas permintaan resmi dari tuan rumah itu sendiri,” ujar Ketua Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta, Syahrul Hasan, dalam siaran persnya diterima hidayatullah.com, Selasa (14/11/2017).

Ia menilai, tindakan walk out Ananda Sukarlan yang menuduh Anies Baswedan meraih kursi gubernur tidak sesuai nilai-nilai Kanisius adalah jauh panggang dari api.

“Anies Baswedan merupakan bagian dari Keluarga Besar Muhammadiyah, baik secara struktural maupun kultural. Saat ini beliau diamanahi sebagai penasehat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu dimana Prof. DR. Din Syamsuddin MA menjabat sebagai ketua ranting tersebut,” ungkapnya.

Baca: Din: Memasuki Wilayah Keyakinan Orang Lain Bentuk Nyata Intoleransi

Saat Din Syamsuddin menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005 – 2010 dan 2010 – 2015, PP Muhammadiyah yang berkantor di Jl Menteng Raya 62 bersebelahan dengan gedung Kolese Kanisius. Muhammadiyah pun ungkapnya selalu menyediakan lahan parkir gedung dakwah Muhammadiyah untuk kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius.

“Sebagai wujud nyata dan otentiknya toleransi Keluarga Besar Muhammadiyah,” imbuhnya.

Anies Baswedan tentu sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, kata Syahrul, punya sikap yang sama dalam menjaga toleransi dan persatuan antar umat beragama yang selama ini telah berjalan dengan baik.

“Karena beliau juga adalah cucu dari pendiri Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai” imbuhnya.

Sebelumnya Ananda Sukarlan telah membantah jika ia mengajak peserta acara lainnya untuk ikut walk out.

“Buat kami, segala macam kekerasan itu ga mutu, bro. Aku cuma keluar, dan mungkin yg ikut keluar itu hanya krn kebelet pipis,” ujarnya dalam kicauannya di Twitter, kemarin.

Baca: Meski Pendukung Ahok Bagikan Amplop, Anies-Sandi Tetap Menang di Sini

Dia juga membantah bermaksud mempermalukan Anies dengan melakukan aksi walk out itu.

“Bukan bang, ini murni inisiatif saya dan saya tidak ngajak siapa2. Bukan metode Canisius itu utk malu2in org…,” kicaunya juga lewat akunnya @anandasukarlan.

Komposer yang juga alumnus Kanisius, Ananda Sukarlan, melakukan aksi walk out saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato di acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius di JIExpo Kemayoran, Sabtu (11/11/2017).*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !