frontpage hit counter

GNPF: Kami Tidak Mengadvokasi di Luar Ulama dan Aktivis Islam

Bachtiar menjelaskan, bahwa ada kasus politik, kriminal, atau kasus lainnya yang tidak ada hubungannya dengan ulama atau terkait Aksi Bela Islam, tentu itu bukan menjadi domain GNPF.

GNPF: Kami Tidak Mengadvokasi di Luar Ulama dan Aktivis Islam
muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir usai konferensi pers di AQL Islamic Center Jakarta, Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Terkait

Hidayatullah.com– Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI KH Bachtiar Nasir menyampaikan, gerakan penegakan keadilan berdasarkan hukum dan konstitusi menjadi salah satu konsen dari GNPF.

Namun, pihaknya menegaskan tidak mengadvokasi selain ulama dan aktivis Islam yang terkena masalah hukum.

“Tentu tidak semuanya harus kita tangani. Yang menjadi konsen kami adalah membela ulama dan aktivis Islam, khususnya yang terkait masalah di Aksi Bela Islam I dan seterusnya,” tuturnya kepada Islamic News Agency (INA) di Kantor AQL Center, Jakarta, Jumat (14/07/2017).

Baca: Pertemuan dengan Presiden Jokowi, GNPF Rembugkan Solusi soal “Kriminalisasi” Ulama

Bachtiar menjelaskan, bahwa ada kasus politik, kriminal, atau kasus lainnya yang tidak ada hubungannya dengan ulama atau terkait Aksi Bela Islam, tentu itu bukan menjadi domain GNPF.

“Karena GNPF walaupun punya lawyer tapi GNPF bukanlah lembaga advokasi untuk semua kasus,” tandasnya.

Baca: GNPF Tegaskan Tidak Akan Jadi Partai Politik

Diketahui, sejak kemarin beredar kabar ada kelompok orang mengatasnamakan “Presidium Alumni 212” yang katanya akan menggelar aksi bela Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Pada September 2013 lalu, Hary Tanoe yang juga bos MNC Group didemo oleh umat Islam setelah akan menggelar Miss World di Indonesia.

Saat itu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bersama ormas lain sampai melaporkan Hary Tanoe ke Mabes Polri atas even yang ditolak umat Islam tersebut.

Baca: Laporkan Hary Tanoe, Habib Rizieq Optimis Miss World Gagal

“Kita melaporkan Hary Tanoe dan kawan-kawan, dan seluruh panitia Miss World terkait KUHP pasal 281, 282 berkenaan dengan kesusilaan dan UU Pornografi,” ujar Habib Rizieq kepada hidayatullah.com di kompleks Mabes Polri, Jakarta, 9 September 2013 lalu.*

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !