frontpage hit counter

INSISTS Ingin Dirikan Kampus Studi Islam

Mengapa Filsafat Islam? Karena prodi filsafat kalau di perguruan tinggi yang ada itu prekpektifnya sekuler. Itu yang menyebabkan generasi Islam yang belajar filsasat bukan semakin dekat dengan agamanya, malah semakin menjauh

INSISTS Ingin Dirikan Kampus Studi Islam
Indra SP
Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Syamsuddin Arif

Terkait

Hidayatullah.com–Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Syamsuddin Arif mengatakan, lembaganya berencana untuk mendirikan kampus sendiri yang fokus pada studi tentang pemikiran Islam.

Ia mengatakan, saat ini sudah mengajukan dan sudah dua kali dilakukan visitasi oleh Departemen Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama.

“Masih menunggu untuk SK keluar, mudah-mudahan,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Gedung INSISTS, Kalibata, Jakarta, Sabtu (18/03/2017).

Rencananya, terang Syamsuddin, di kampus itu akan dibuka tiga program studi. Yakni Pemikiran Islam (Islamic Thought), Perabadan Islam (Islamic Cilvilisation), dan Filsafat Islam (Islamic Philosophy).

Baca: Genap Berusia 14 Tahun, INSISTS Gelar Simposium Nasional

“Mengapa Filsafat Islam, karena prodi filsafat kalau di perguruan tinggi yang ada itu prekpektifnya sekuler. Itu yang menyebabkan generasi Islam yang belajar filsasat bukan semakin dekat dengan agamanya, malah semakin menjauh,” papar Alumni Pondok Modern Gontor ini.

Syamsuddin mengaku, banyak program yang sudah dilakukan oleh INSISTS selama 14 tahun sejak berdirinya. Terutama berkaitan dengan upaya mengkounter pemikiran dan pemahaman sesat mengenai agama dan nilai kebenaran.

Mantan Profesor Madya di di CASIS Universitas Teknologi, Malaysia ini. membagi kiprah lembaga pemikiran tersebut kedalam empat hal.

Baca: INSISTS Gelar Kuliah Filsafat Barat dan Filsafat Islam di Bandung

Pertama, edukasi. Bentuknya diantaranya seperti seminar dan workshop. Dan telah diadakan di berbagai kota, kampus, ormas, dan pesantren.

Kedua, lanjutnya, riset atau penelitian. Program ini sendiri, kata Syamsuddin, dibagi menjadi dua. Ada keilmuan murni dengan mengkaji sumber-sumber primer untuk menyelesaikan masalah-masalah kontemporer.

“Ada juga penelitian lapangan. Seperti saat terjadi kasus kerusuhan di Sampang, Madura dan di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kita terjunkan tim untuk meneliti,” jelasnya.

Baca: Gus Hamid, INSISTS dan Sinergi Membangun Peradaban

Ketiga, adalah konsultasi. Syamsuddin mengungkapkan, lembaganya meluangkan jika ada yang ingin bertanya tentang suatu masalah atau bidang ilmu. Selain itu, juga memberikan bimbingan, baik formal maupun informal. Misalnya mahasiswa yang ingin melakukan penelitian.

“Kita juga punya program on air di salah satu radio dalam segmen Prespektif Pemikiran Islam,” imbuh alumni Universitas Islam Antar Bangsa dan ISTAC Malaysia ini.

Terakhir, terang Syamsuddin, INSISTS juga memuat publikasi atau penerbitan. Seperti monograf, buku-buku, baik yang bertema pemikiran maupun umum. Jurnal Islamia, newsletter, termasuk kolom rutin di salah satu media cetak nasional.

Sebelumnya, dalam rangka memperingati milad ke-14, INSISTS menyelenggarakan Special Lecture dan Simposium Nasional dengan menghadirkan belasan peneliti atau pakar berbagai tema bahasan pemikiran.*

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !