frontpage hit counter

Belajar dari Kasus Roger Danuarta, Selektiflah Berteman

“Berawal dari coba-coba, saya terperosok lebih dalam, selama lima tahun ia tidak bisa lepas dari ekstasi,” ujar Shinta kepada hidayatullah.com belum lama ini

Belajar dari Kasus Roger Danuarta, Selektiflah Berteman
ilustrasi
pengguna narkoba

Terkait

Hidayatullah.com– “Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya,” demikian salah satu bunyi hadits.

Pesan Rasulullah ini mengingatkan bahkan keberadaan kita dinilai dari siapa saja teman kita. Nasehat ini, setidaknyanya ditunjukkan dengan kasus yang baru saja menimpa Roger Danuarta, aktor tanah airyang ditemukan terkulai di dalam sebuah mobil Mercedez Benz E320 silver dengaan jarum suntik masih menancap di lengan kanan pada Senin (17/02/2014) dini hari. Ia ditemukan warga yang terganggu karena mobil Roger berhenti dipersimpangan jalan.

Hal itulah yang dialami Shinta (bukan nama sebenarnya). Akibat tidak selektif memilih pergaulan, membuat masa depannya dipertaruhkan.

Perempuan 27 tahun itu bercermin dari kisah hidup sebelumnya. Akibat perkenalannya dengan teman pemakai Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Narkoba), membuatnya terjebur di kubangan amat buruk.

“Berawal dari coba-coba, saya terperosok lebih dalam, selama lima tahun ia tidak bisa lepas dari ekstasi,” ujar Shinta kepada hidayatullah.com belum lama ini.

Bergaul dengan anak-anak borju alias anak-anak yang orangtuanya memiliki materi berlebih, justru membuat Shinta hidup dalam ketidakjelasan, maklum, setiap hari pekerjaannya hanya buang-buang uang.

“Tapi itulah mereka. Saking kebanyakan duit, sudah nggak tahu lagi mau diapain uangnya. Bisa dibilang uangnya nggak ber-seri,” ulasnya. Dalam sehari, uang saku teman-temannya bisa mencapai jutaan rupiah.

Bagi mereka, untuk membeli ekstasi yang harganya Rp. 150 ribu/butir bukan hal sulit.

Pernah bersama teman-temannya, Shinta bisa mengeluarkan Rp.2,5 juta sekali “nyabu”.

Shinta mengaku amat betapa terberat lepas dari jeratan narkoba dan meninggalkan lingkungan yang terkait dengan hal itu. Meski banyak yang lelah dengan hidup seperti itu, namun eratnya tali persahabatan dan pengaruh ketergantungan obat, menyulitkan seseorang terbebas begitu saja.

Tak sekedar materi

Sementara Karim Santoso, Direktur Sekolah Islam Terpadu Insan Mandiri Indonesia menilai, seringkali orangtua menganggap pemberian nafkah sebagai pemakluman terhadap hilangnya waktu kebersamaan keluarga.

Padahal, selain materi, anak-anak lebih membutuhkan kehadiran ayah dan ibunya. Saat anak kebingungan mencari solusi, Ia akan lari pada orang terdekat.

“Jika orangtua ataupun anggota keluarga lainnya tidak ada di sisinya, maka lingkungan sekitarnya yang akan mengambil alih peran tersebut,”jelas pria pernah menjadi Guru Teladan tingkat Nasional tahun 2005 itu.

Lingkungan macam apa yang mengisi kekosongan hatinya, itulah yang perlu diwaspadai.

Keterlibatan anak pada Narkoba dan hubungan terlarang menurut Karim tidak selalu berkaitan dengan keluarga yang broken home.

“Bisa dibilang semua jenis keluarga mempunyai peluang memiliki anak yang tersangkut kenakalan remaja,”ulas itu. Bahkan anak para pemuka agama juga berpotensi sama.

Foto artis Roger Danuarta yang beredar di twitter, saat teler akibat narkoba

Foto artis Roger Danuarta yang beredar di twitter, saat teler akibat narkoba

Teler

Seperti diketahui Artis Roger Danuarta terpaksa berurusan dengan polisi. Bintang sinetron “Cinta Berkalang Noda” itu ditangkap karena tengah teler setelah diduga mengkonsumsi narkoba.

Petugas Polsek Pulo Gadung, Senin (17/02/2014) menangkapnya atas laporan warga. Ia ditemukan dalam keadaan fly di kawasan Kayu Putih Raya, Jakarta Timur (Jaktim). Polisi yang menerima laporan tersebut langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Roger diduga teler setelah mengkonsumsi narkoba dengan cara menyuntikkan barang haram itu ke tubuhnya.*

Rep: Rias Andriati

Editor: Cholis Akbar

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !