Info Halal – Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Tue, 19 Dec 2017 10:30:40 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.1 Halal World Summit di Istanbul Bahas Dewan Akreditasi Halal Global http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/info-halal/read/2017/11/27/129057/halal-world-summit-di-istanbul-bahas-dewan-akreditasi-halal-global.html Mon, 27 Nov 2017 10:40:54 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129057

Badan akreditasi halal nanti siap melayani konsumen Muslim di seluruh dunia

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com— World Halal Summit Instanbul (WHSI) dan OKI Halal Expo ke-5 tahun 2017 untuk pertama kali diadakan di Istanbul Turki  membahas berbagai tema dalam industri halal yang dihadiri sekitar 80 negara.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pengelolaan sertifikasi halal melalui satu lembaga tertentu penting bagi umat Muslim seluruh dunia.

Badan akreditasi halal nanti siap melayani konsumen Muslim di seluruh dunia. Dalam acara ini juga dibahas perlunya sistem akreditasi halal dan dewan akreditasi halal global (Halal Accreditation Authority/HAK).

Baca: Turki akan Dirikan Lembaga Akreditasi Halal

Forum halal dunia ini menyedot ratusan pembicara, peserta seminar dan peserta pameran  membahas masalah seputar industri halal meliputi; makanan halal, farmasi dan obat-obatan,  keuangan syariah, pariwisata halal dan tekstil halal.

Di sesi workshop keuangan mikro syariah, pembicara yang hadir antara lain Monowar Hussain Badrudduza dari Assembly for Justice and Development Inggris, M. Nabil Ghalleb dari Zitouna Tamkeen Tunisia, Mehmet Siddik Yurtcicek dari BAFIN Turki, Richard Chignell dari Waqf World Growth Foundation Malaysia. Adapun penanggung jawab acara workshop ini adalah AlHuda Centre of Islamic Banking ang Economics, Pakistan.

Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin (berkacamata)

Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin dan dosen STEI Tazkia, Kholifah Khusaeri yang hadir sebagai peserta asal Indonesia mengatakan bahwa kehadiran mereka karena undangan.

Baca: Institut Halal Turki akan Didirikan untuk Penuhi Produk Halal

Murniati menyayangkan bahwa tidak ada pembicara dari Indonesia yang diundang ke acara ini. Dia mengharapkan agar lembaga keuangan mikro syariah makin banyak menjalin jaringan internasional supaya dapat saling bertukar pengalaman dan kepakaran.

Sebagaimana diketahui, World Halal Summit Instanbul (WHSI) dan Halal Expo 2017 yang menghadirkan peserta -dari negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan digelar dari tanggal 23 hingga 25 November 2017 di Istanbul, Turki.

Untuk Halal Expo, tahun ini merupakan gelaran yang kelima kalinya dilaksanakan. Lebih dari 7500 orang dan 150 merek, institusi dan organisasi yang aktif dalam industri makanan halal, wisata Islami, keuangan Islam, kosmetik dan farmasi halal akan hadir meramaikan even besar tersebut.*

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Surat Palsu Mengatasnamakan LPPOM MUI, Lukman Imbau Perusahaan Berhati-hati http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/info-halal/read/2017/11/23/128708/surat-palsu-mengatasnamakan-lppom-mui-lukman-imbau-perusahaan-berhati-hati.html Thu, 23 Nov 2017 03:31:25 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=128708

LPPOM MUI sedang mempertimbangkan untuk menempuh langkah-langkah hukum terhadap pelaku pemalsuan tersebut.

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Dr Ir Lukmanul Hakim, mengimbau perusahaan agar senantiasa berhati-hati menyikapi adanya surat-surat yang mengatasnamakan LPPOM MUI.

“Agar terhindar dari praktek penipuan,” imbuh Lukman menyikapi menanggapi beredarnya surat palsu yang dikirimkan ke sejumlah perusahaan dengan mengatasnamakan LPPOM MUI dan mencatut nama sang direktur.

LPPOM MUI menegaskan, beredarnya surat permohonan bantuan untuk kegiatan Halaqah Nasional pada 23 – 24 November 2017 di Jakarta, yang ditandatangani oleh Dahri Firmansyah yang mengaku sebagai Ketua Panitia, Karinawati yang mengaku sebagai Sekretaris, dan seolah-olah mendapatkan persetujuan dari Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim, adalah palsu.

Baca juga: LPPOM MUI: Surat Permintaan Bantuan ke Perusahaan adalah Palsu

Berkaitan dengan hal itu, LPPOM MUI sedang mempertimbangkan untuk menempuh langkah-langkah hukum terhadap pelaku pemalsuan tersebut.

Agar terhindar dari praktik penipuan, pihak perusahaan diimbau senantiasa waspada dan melakukan konfirmasi ke LPPOM MUI melalui bagian Informasi LPPOM MUI di nomor 0251-8358748 atau melalui Call Center 14056, terang Lukman.

“LPPOM MUI tidak pernah memiliki program kerja atau bermaksud menyelenggarakan acara Halaqah Nasional, baik yang diselenggarakan sendiri maupun bekerja sama dengan lembaga atau instansi lain, karena tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi LPPOM MUI sebagai lembaga halal,” jelas Lukman dalam klarifikasi dan penjelasannya diterima hidayatullah.com Jakarta, Rabu (22/11/2017).*

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
LPPOM MUI: Surat Permintaan Bantuan ke Perusahaan adalah Palsu http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/info-halal/read/2017/11/23/128704/lppom-mui-surat-permintaan-bantuan-ke-perusahaan-adalah-palsu.html Thu, 23 Nov 2017 03:18:19 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=128704

Kepada pihak perusahaan diimbau untuk senantiasa berhati-hati dalam menyikapi adanya surat-surat yang mengatasnamakan LPPOM MUI, agar terhindar dari praktik penipuan.

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Menanggapi beredarnya surat yang dikirimkan ke sejumlah perusahaan dengan mengatasnamakan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan mencatut nama Direkturnya, Dr Ir Lukmanul Hakim, LPPOM MUI menegaskan bahwa surat itu palsu.

“Bahwa LPPOM MUI tidak pernah memiliki program kerja atau bermaksud menyelenggarakan acara Halaqah Nasional, baik yang diselenggarakan sendiri maupun bekerja sama dengan lembaga atau instansi lain, karena tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi LPPOM MUI sebagai lembaga halal,” jelas Lukmanul Hakim dalam klarifikasi dan penjelasannya diterima hidayatullah.com Jakarta, Rabu (22/11/2017).

“Beredarnya surat permohonan bantuan untuk kegiatan Halaqah Nasional pada 23 – 24 November 2017 di Jakarta, yang ditandatangani oleh Sdr Dahri Firmansyah yang mengaku sebagai Ketua Panitia, Sdri Karinawati yang mengaku sebagai Sekretaris dan seolah-olah mendapatkan persetujuan dari saya (Dr Ir Lukmanul Hakim, MSi) selaku Direktur LPPOM MUI, adalah PALSU,” tegasnya menambahkan.

Baca: MUI Minta Kepolisian Usut Tuntas ‘Pemalsuan Label Halal pada Miras’

Meskipun menggunakan Kop Surat LPPOM MUI dan tanda tangan Direktur LPPOM MUI serta paraf dari Wakil Direktur LPPOM MUI (yang diduga dilakukan dengan melakukan scan dari surat asli), jelasnya, secara anatomis surat bertanggal 22 November 2017, yang antara lain dikirimkan ke PT Mustika Ratu, dapat dipastikan PALSU.

“Karena tidak sesuai dengan standar surat menyurat yang berlaku di LPPOM MUI,” imbuhnya.

Lukman menjelaskan, dalam catatan administrasi Kepegawaian LPPOM MUI maupun MUI, nama Dahri Firmansyah dan Karinawati, tidak tercatat sebagai karyawan/staf baik bersifat tetap maupun karyawan lepas.

Tambahnya, pelaku penipuan/pemalsuan juga mencatut nama Sekjen MUI Dr Anwar Abbas dan menggunakan email anwarabbas.sekjenmui@gmail.com untuk mengesankan seolah-olah surat yang mereka kirimkan ke sejumlah perusahaan adalah asli.

“Padahal sebenarnya merupakan pemalsuan/penipuan,” imbuhnya menekankan.

Baca juga: Surat Palsu Mengatasnamakan LPPOM MUI, Lukman Imbau Perusahaan Berhati-hati

Berkaitan dengan hal tersebut, LPPOM MUI sedang mempertimbangkan untuk menempuh langkah-langkah hukum terhadap pelaku pemalsuan tersebut.

Kepada pihak perusahaan diimbau untuk senantiasa berhati-hati dalam menyikapi adanya surat-surat yang mengatasnamakan LPPOM MUI, agar terhindar dari praktik penipuan.

“Dengan cara melakukan konfirmasi ke LPPOM MUI melalui bagian Informasi LPPOM MUI 0251-8358748 atau melalui Call Center 14056,” terang Lukman memungkas.*

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Mendag: Produk Halal Lebih Dipercaya di Pasar Internasional http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/info-halal/read/2017/11/21/128510/mendag-produk-halal-lebih-dipercaya-di-pasar-internasional.html Mon, 20 Nov 2017 23:44:45 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=128510

LPPOM MUI terus berupaya mengembangkan layanan sertifikasi halal (SH) sebagai amanah Khidmatul Ummah.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Baru-baru ini, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menggelar Pameran Halal Internasional (INDHEX) 2017 di Gedung Smesco, Jakarta.

INDHEX dinilai sangat penting dan memiliki peran signifikan dalam meningkatkan ekspor produk halal Indonesia, kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam sambutannya pada pembukaan Indhex 2017.

“Aspek halal terbukti sangat penting dan berperan signifikan dalam mendukung ekspor produk Indonesia, karena lebih dipercaya di pasar internasional, ” ujarnya menandaskan saat meresmikan pembukaan Indhex 2017 yang dilangsungkan pekan kemarin, 16-18 Nopember 2017.

Produk halal lebih dipercaya, jelasnya lagi, diyakini lebih aman untuk dikonsumsi.

Juga lebih sehat dan lebih sesuai untuk konsumsi masyarakat. Bukan hanya bagi masyarakat Muslim, tetapi juga bagi umat manusia secara umum.

Terbukti bahwa pasar produk halal terus berkembang tak hanya di negeri-negeri berpenduduk mayoritas Muslim, tetapi juga di negara-negara Eropa dan Amerika.

Maka Kementerian Perdagangan, masih kata Mendag, akan terus mendukung dan memfasilitasi LPPOM MUI guna memberikan edukasi dan layanan sertifikasi halal. Terutama dalam ajang pameran produk yang diselenggarakan Kemendag.

Baca: INDHEX 2017, “Meningkatkan Daya Saing Produk Indonesia Melalui Sertifikasi Halal”

Kembangkan Layanan SH

Sedangkan Direktur LPPOM MUI, Dr Ir Lukmanul Hakim, dalam sambutannya mengemukakan, LPPOM MUI terus berupaya mengembangkan layanan sertifikasi halal (SH) sebagai amanah Khidmatul Ummah.

“Dengan sertifikasi halal, LPPOM MUI juga berusaha memberikan peran untuk meningkatkan potensi Indonesia dalam perdagangan halal global,” ujarnya lansir LPPOM MUI.

Karena, ia menjelaskan, aspek halal terbukti sebagai Competitive Advantage dan Customer Satisfaction Services yang dibutuhkan masyarakat dan kemanusiaan secara universal.

Rangkaian acara INDHEX 2017 berupa pameran produk bersertifikat halal sebanyak 100 stand, serta berbagai event lain. Di antaranya Anugerah Halal Award 2017, penyerahan hadiah Olimpiade Halal 2017, talkshow, seminar, games, dan berbagai lomba bertema halal.*

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
INDHEX 2017, “Meningkatkan Daya Saing Produk Indonesia Melalui Sertifikasi Halal” http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/info-halal/read/2017/11/14/127974/indhex-2017-meningkatkan-daya-saing-produk-indonesia-melalui-sertifikasi-halal.html Tue, 14 Nov 2017 01:15:31 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=127974

Wakil Direktur LPPOM MUI, Ir Osmena Gunawan mengharapkan, acara ini mampu meningkatkan eksistensi Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia.

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Dalam rangka edukasi dan promosi produk bersertifikat halal, sebagai lembaga sertifikasi halal berstandar internasional, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) kembali menggelar event tahunan yaitu INDHEX (Indonesia Halal Expo).

INDHEX kali ini dengan mengangkat tema “Meningkatkan Daya Saing Produk Indonesia Melalui Sertifikasi Halal”, akan digelar pada tanggal 16-18 September 2017 mendatang, bertempat di SMESCO Exhibition Hall, Pancoran Jakarta Selatan.

Rangkaian kegiatan INDHEX tahun ini berupa pameran produk bersertifikat halal sebanyak 100 stand, dan berbagai event lainnya. Seperti, Halal Award 2017, penyerahan hadiah Olimpiade Halal 2017, silaturrahim LPPOM MUI dengan pimpinan perusahaan bersertifikat halal,  talkshow, seminar, serta aneka kegiatan lainnya.

Baca: Kampanyekan Halal is My Style, LPPOM Kembali Gelar INDHEX

Penyelenggaraan INDHEX yang ke tujuh ini, menurut rencana dibuka oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. Yang dilanjutkan dengan pengumuman peraih anugerah Halal Award 2017 sebagai ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada para pemangku kepentingan di bidang halal yang dinilai berjasa dalam sosialisasi, advokasi, dan promosi mengenai halal.

Selanjutnya penyerahan hadiah kepada para pemenang Olimpiade Halal 2017 yang telah dilaksanakan sejak Juli lalu, dan diikuti oleh 13.524 peserta yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, serta beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Jepang, dan Arab Saudi.

Silaturahim dengan pimpinan perusahaan bersertifikat halal digelar dalam bentuk diskusi panel, dengan tema kelanjutan proses sertifikasi setelah penetapan UU Jaminan Produk Halal.

Dijadwalkan hadir sebagai pembicara antara lain pimpinan dari LPPOM MUI, Badan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal (BPJPH), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM), dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).

Baca: Ini Dia Para Juara Olimpiade Halal 2016

Tak hanya itu, berbagai seminar dan pelatihan yang dapat menunjang peningkatan daya saing produk bersertifikat halal, serta berbagai kompetisi pun akan digelar. Seperti, kompetisi memasak,  lomba menggambar dan mewarnai, serta fashion show.

Acara ini akan dihadiri oleh produsen produk halal baik internasional maupun lokal, produsen UKM, instansi pemerintah, komunitas halal serta dihadiri pula oleh stakeholder terkait.

Wakil Direktur LPPOM MUI, Ir Osmena Gunawan mengharapkan, acara ini mampu meningkatkan eksistensi Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia.

“Sekaligus meningkatkan kesadaran serta peran stakeholder mengenai halal, meningkatkan potensi dan nilai jual produk bersertifikat halal, serta meningkatkan daya saing produk UKM bersertifikat halal,” demikian dalam siaran pers kepada hidayatullah.com kemarin.

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Korea Ingin Dirikan LPH dan Lab Halal di Indonesia http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/info-halal/read/2017/11/09/127529/korea-ingin-dirikan-lph-dan-lab-halal-di-indonesia.html Thu, 09 Nov 2017 01:11:18 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=127529

Korea tertarik untuk bekerja sama mendirikan LPH sekaligus membangun laboratorium karena potensi pasar halal di Indonesia yang terus meningkat. Di Korea, perhatian Pemerintah terhadap masalah halal katanya makin meningkat karena makin banyaknya warga Muslim di Korea.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Pemerintah Korea berkeinginan untuk mendirikan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Laboratorium Halal di Indonesia. Proses pendiriannya bekerja sama dengan lembaga keagamaan di Indonesia.

Keinginan ini terungkap dalam pertemuan antara delegasi Korea Testing Laboratory (KTL) asal Korea Selatan dengan Kepala Pusat Kerjasama dan Standardisasi Nifasri di kantor BPJPH, Jakarta.

“Pada prinsipnya BPJPH mendukung rencana pendirian LPH sepanjang sesuai dengan persyaratan,” ujar Nifasri, Rabu (08/11/2017) lansir Kementerian Agama.

Baca: Delegasi 17 Negara Ikuti Pelatihan Halal di Bali

Menurutnya, UU No 33 Tahun 2014 pasal 12 huruf (1) menyebutkan, Pemerintah dan/atau masyarakat dapat mendirikan LPH.

Sementara pasal 13 menyebutkan, syarat pendidiran LPH adalah memiliki kantor sendiri dan perlengkapannya, memiliki akreditasi dari BPJPH, dan memiliki auditor halal paling sedikit tiga orang.

Selain itu, LPH juga harus memiliki laboratorium atau kesepakatan kerja sama dengan lembaga lain yang memiliki laboratorium. Nifasri menambahkan, masih diperlukan pembicaraan lebih lanjut untuk merealisasikan kerja sama BPJPH dengan KTL tersebut.

KTL berkunjung ke BPJPH untuk berkonsultasi terkait rencana pendirian LPH di Kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dengan lab yang diakui oleh Pemerintah Korea. Kedatangan delegasi Korea didampingi oleh Ketua Yayasan Produk Halal Indonesia (YPHI) M Yanis Musdja.

Direktur KTL Park Jungwon menjelaskan, KTL merupakan kumpulan laboratorium di Korea yang mendapatkan lisensi dari Pemerintah Korea untuk melaksanakan sertifikasi. KTL sudah diakui sejak lebih dari 51 tahun.

Korea tertarik untuk bekerja sama mendirikan LPH sekaligus membangun laboratorium karena potensi pasar halal di Indonesia yang terus meningkat. Di Korea, perhatian Pemerintah terhadap masalah halal katanya makin meningkat karena makin banyaknya warga Muslim di Korea.

Baca: Standar Halal MUI Sudah Diadopsi Lebih 30 Negara Dunia

Yanis Musdja menjelaskan, yayasannya sudah bekerja sama dengan Korea sejak tahun 2015 dalam pengembangan produk halal. Pihaknya menggandeng KTL dengan harapan bisa menyediakan lab yang canggih yang mampu mendeteksi apakah produk daging disembelih dengan asma Allah atau tidak.

“Teknologi semacam ini sudah tersedia di Spanyol, namun harganya sangat mahal,” kata Yanis Musdja.

“Dengan menggandeng KTL, saya berharap Indonesia kelak memiliki lab canggih yang mampu mendeteksi penyembelihan hewan secara syariah,” tandasnya.*

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Kemenag Bahas Pembentukan LPH di Perguruan Tinggi http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/info-halal/read/2017/11/06/127255/kemenag-bahas-pembentukan-lph-di-perguruan-tinggi.html Sun, 05 Nov 2017 22:30:02 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=127255

Sebagai organ pemerintah, kata Sukoso, BPJPH berhak menyusun standardisasi kompetensi auditor halal, bekerja sama dengan MUI untuk aspek syariahnya.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Kementerian Agama mulai membahas rencana pembentukan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di beberapa perguruan tinggi. Rencana ini terungkap dalam Temu Konsultasi Bidang Kerjasama Jaminan Produk Halal dengan Perguruan Tinggi di Cawang, Jakarta Timur, 31 Oktober-2 November 2017.

Kepala Pusat Kerjasama dan Standardisasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Nifasri mengatakan, temu konsultasi diikuti 30 peserta dari 22 perguruan tinggi dan aparatur BPJPH.

Kegiatan ini bertujuan mendiskusikan pembentukan LPH pada perguruan tinggi. Sebagai narasumber, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kemristek Dikti, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM), serta Kepala BPJPH.

Menurut Kepala BPJPH Sukoso, perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan jaminan produk halal.

“Perguruan tinggi bisa mengambil peran sebagai LPH dengan syarat memiliki kantor sendiri, memperoleh akreditasi dari BPJPH, memiliki minimal tiga auditor halal tersertifikasi, serta memiliki lab atau kerja sama dengan lab yang sudah memperoleh standar ISO,” ujar Sukoso, lansir Kemenag, Ahad (05/11/2017).

Baca juga: Komisi VIII: BPJPH Harus Benar-benar Profesional dan Transparan

“Persyaratan tersebut sesuai amanat pasal 13 Undang Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal,” lanjutnya.

Sebagai organ pemerintah, lanjut Sukoso, BPJPH berhak menyusun standardisasi kompetensi auditor halal, bekerja sama dengan MUI untuk aspek syariahnya. Sukoso juga mengajak perguruan tinggi lainnya yang belum memiliki kajian halal agar memulainya dengan mendirikan halal center.

Direktur Riset dan Pengembangan Kemristek Dikti, Ira Nurhayati Djarot, mengungkapkan, perguruan tinggi bisa melakukan berbagai macam riset terkait halal sesuai Rencana Jangka Panjang Pengembangan Riset.

Terkait pendanaan, ia berharap bisa menggunakan skema yang tersedia pada perguruan tinggi di lingkungan Kemenag.

Beberapa guru besar yang ikuti dalam temu konsultasi ini menyampaikan antusiasmenya untuk membantu BPJPH mengembangkan jaminan produk halal di Indonesia.

Baca juga: Terkait BPJPH, Ini 3 Kewenangan MUI soal Halal

Prof Tun Tedja dari Institut Pertanian Bogor (IPB), misalnya, dia mengutarakan, meski tugas BPJPH  berat, namun jika dikerjakan bersama-sama pasti bisa. Ia menyarankan agar BPJPH bersama Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI melanjutkan hal-hal yang sudah baik yang selama ini sudah dilaksanakan.

Prof Veni Hadju dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Universitas Chulalongkorn Thailand dalam mengembangkan bidang halal. Ia bahkan sudah memperoleh sertifikat sebagai auditor halal dari Malaysia.

Harapan lain juga disampaikan Prof Amarila dari Universitas Indonesia (UI) Halal Center yang mengharapkan segera dibentuknya tim kecil, untuk memetakan dan mendiskusikan berbagai permasalahan yang harus segera diselesaikan menjelang terkait jaminan produk halal.

Sedangkan Yuni Irwanto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengharapkan agar BPJPH segera menyelenggarakan pelatihan auditor halal. Ia juga berharap agar kampus saling membina dalam meningkatkan kualitas lab dalam meraih standardisasi ISO sebagaimana dipersyaratkan.

Baca: Kemenag Resmikan BPJPH, Kewenangan Fatwa Halal Tetap di Bawah MUI

Sementara Freddy utusan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meminta BPJPH bergerak cepat, karena tenggat waktu BPJPH sebagai mandatori halal tinggal sebentar lagi, yaitu tahun 2019.

Karenanya, ia meminta BPJPH segera membagi tugas, apa saja yang bisa dikerjakan oleh kampus untuk membantu BPJPH.

Kesiapan senada juga disampaikan oleh peserta dari Unhalu Kendari, Untan Pontinak, Unair Surabaya, UNMA Banten, Unsyiah Banda Aceh, dan beberapa perguruan tinggi ternama lainnya di Indonesia.*

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
MUI Minta Kepolisian Usut Tuntas ‘Pemalsuan Label Halal pada Miras’ http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/info-halal/read/2017/10/25/126470/mui-minta-kepolisian-usut-tuntas-pemalsuan-label-halal-pada-miras.html Wed, 25 Oct 2017 10:21:18 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=126470

"Karena telah menipu umat Islam dengan memalsukan label halal tanpa melalui sebuah proses dan prosedur sertifikasi yang sesuai dengan ketentuan undang-undang."

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Menyikapi beredarnya gambar botol minuman keras jenis whiskey dan anggur merah dengan label ‘halal’ di media sosial, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta penegak hukum agar mengusutnya dengan tuntas.

“MUI meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pemalsuan label halal pada produk minuman tersebut,” tegas Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, dalam rilisnya diterima hidayatullah.com Jakarta, Selasa (24/10/2017).

MUI juga meminta kepolisian agar menindak tegas pelakunya dengan memberikan hukuman yang berat jika terbukti bersalah.

“Karena telah menipu umat Islam dengan memalsukan label halal tanpa melalui sebuah proses dan prosedur sertifikasi yang sesuai dengan ketentuan undang-undang,” imbuh Zainut.

MUI memastikan bahwa berita “miras halal” tersebut adalah bohong (hoax) dan bentuk fitnah kepada Kementerian Agama dan MUI. Sebab, jelasnya, yang berwenang menetapkan fatwa kehalalan sebuah produk makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetika adalah MUI.

Baca juga: MUI: Gambar Botol Miras Berlabel “Halal” Hoax dan Fitnah

“Saya menduga bahwa label halal yang dicantumkan dalam produk minuman tersebut adalah palsu. Karena perusahaan produk minuman tersebut tidak pernah mendaftarkan proses sertifikasinya ke LPPOM MUI untuk diperiksa dan diaudit kehalalan produknya. Sehingga produk minuman tersebut berhak mendapatkan sertifikat halal dan berhak mencantumkan label halal pada produknya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI sampai sekarang masih memiliki kewenangan untuk menangani proses sertifikasi halal, sebelum berfungsinya Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH).

LPPOM MUI, imbuhnya, memastikan bahwa tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal kepada produk minuman tersebut.

“Dan tidak pernah mengeluarkan label ‘halal’ sebagaimana yang dicantumkan pada produk minuman tersebut,” jelasnya.*

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
MUI: Gambar Botol Miras Berlabel “Halal” Hoax dan Fitnah http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/info-halal/read/2017/10/24/126404/mui-gambar-botol-miras-berlabel-halal-hoax-dan-fitnah.html Tue, 24 Oct 2017 13:06:31 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=126404

Perusahaan produk minuman itu tidak pernah mendaftarkan proses sertifikasinya ke LPPOM MUI untuk diperiksa dan diaudit kehalalan produknya.

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Beredarnya secara masif (viral) gambar botol minuman keras jenis whiskey dan anggur merah dengan label ‘halal’ di media sosial merupakan hoax dan fitnah, tegas Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“MUI memastikan bahwa berita tersebut adalah hoax dan bentuk fitnah kepada Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia, karena yang berwenang menetapkan fatwa kehalalan sebuah produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika adalah MUI,” tegas Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam rilisnya diterima hidayatullah.com Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Baca: Mengapa Pemerintah Gamang Berantas Miras?

Zainut menduga, label halal yang dicantumkan dalam produk minuman tersebut adalah palsu.

Karena, jelasnya, perusahaan produk minuman itu tidak pernah mendaftarkan proses sertifikasinya ke Lembaga Pengkajian Pangan Obat obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk diperiksa dan diaudit kehalalan produknya, sehingga berhak mendapatkan sertifikat halal dan berhak mencantumkan label halal pada produknya.

Baca: Diduga Ada Produk Ayam dan Babi Palsukan Label Halal MUI

LPPOM MUI yang sampai sekarang masih memiliki kewenangan untuk menangani proses sertifikasi halal sebelum berfungsinya BPJPH, kata dia, memastikan, tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal kepada produk minuman tersebut.

“Dan tidak pernah mengeluarkan label ‘halal’ sebagaimana yang dicantumkan pada produk minuman tersebut,” ungkapnya.

Baca: Palsukan Label Halal ke Indonesia, Pebisnis Amerika Dihukum

Oleh karena itu, MUI meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pemalsuan label halal pada produk minuman tersebut.

“Dan menindak tegas kepada pelakunya dengan memberikan hukuman yang berat jika terbukti bersalah, karena telah menipu umat Islam dengan memalsukan label halal tanpa melalui sebuah proses dan prosedur sertifikasi yang sesuai dengan ketentuan undang-undang,” pungkasnya.*

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Delegasi Halal MUI Diterima Wapres Taiwan, Kerja Sama Ditingkatkan http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/info-halal/read/2017/10/18/125824/delegasi-halal-mui-diterima-wapres-taiwan-kerja-sama-ditingkatkan.html Wed, 18 Oct 2017 00:57:20 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=125824

Sincung merupakan perwakilan LPPOM MUI untuk melakukan pemeriksaan kehalalan produk yang berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan fasilitasi bagi para pengusaha Taiwan dan negara lain yang akan melakukan sertifikasi produk melalui LPPOM MUI.

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Delegasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) diterima oleh Wakil Presiden Taiwan, Chen Chien-jen, di Istana Kenegaraannya, kemarin, Selasa (17/10/2017).

Kedatangan rombongan delegasi halal MUI dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI Dr Lukmanul Hakim, dalam rangka penyelenggaraan seminar halal di Taiwan yang diadakan oleh Sincung Halal.

Sincung merupakan perwakilan LPPOM MUI untuk melakukan pemeriksaan kehalalan produk yang berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan fasilitasi bagi para pengusaha Taiwan dan negara lain, yang akan melakukan sertifikasi produk melalui LPPOM MUI.

Baca: 16 Restoran di Taiwan Terima Sertfikat Halal

Seminar ini merupakan salah bentuk nyata kerja sama Indonesia-Taiwan dalam rangka peningkatan kerja sama di bidang penyediaan produk halal negara, sekaligus sebagai sarana edukasi bagi pengusaha di kedua negara yang akan melakukan produksi dan eksportasi.

Menurut Ketua Umum MUI, bagi Indonesia, Taiwan sangat penting karena kedua negara sudah menjalin hubungan dagang yang saling menguntungkan. Dengan adanya lembaga halal di Taiwan, diharapkan hubungan dagang kedua negara dapat semakin berkembang.

“Menurut data Kementerian Tenaga Kerja Taiwan yang dirilis oleh BNP2TKI, hingga Juni 2017 jumlah TKI yang bekerja di Taiwan mencapai lebih dari 252 ribu orang, yang tersebar di berbagai bidang kerja dan profesi.

Jumlah tersebut belum termasuk angka para mahasiswa dan pelajar dari Indonesia yang ada di Taiwan. Mereka sebagian besar pemeluk agama Islam, yang tentu saja membutuhkan pangan halal. Kita berharap, dengan adanya sertifikasi halal yang ditangani Sincung Halal for Taiwan, maka mereka semakin mudah memperoleh pangan halal,” ujar Ma’ruf Amin dirilis LPPOM MUI kemarin.

Baca: Terkait Produk Halal, MUI akan Terus Berkhidmah untuk Umat

Sementara itu, Direktur LPPOM MUI menambahkan, pentingnya produk halal bagi konsumen di Indonesia semakin dirasakan ketika pemerintah dan DPR telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

Dimana dalam UU tersebut, ada keharusan bagi setiap produk yang ingin masuk ke Indonesia wajib mencantumkan sertifikat halal. Ketentuan tersebut dimaksudkan semata-mata untuk melindungi umat Islam agar terhindar dari produk haram atau produk yang tidak jelas kehalalannya.

“Bagi MUI, sertifikasi halal tidak hanya menyangkut soal regulasi. Ada aspek penting lain yang menjadi perhatian, yakni sebagai implementasi dari peran MUI dalam menjaga dan melindungi umat, serta aspek pelayanan, khususnya bagi masyarakat Muslim yang membutuhkan produk halal maupun fatwa dari MUI,” lanjut Lukmanul Hakim.*

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>