Nasional – Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Tue, 19 Dec 2017 02:09:08 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.1 Literasi di Indonesia Dinilai Berkembang Pesat http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/19/130945/literasi-di-indonesia-dinilai-berkembang-pesat.html Tue, 19 Dec 2017 01:22:39 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130945

“Gerakan cerdas literasi mesti terus didorong agar menjadi kebiasaan di tengah keluarga dan lingkungan, mulai dari orangtua sampai dengan lingkungan."

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Pelaksana Harian (Plh) Gerakan Literasi Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Wien Mulsian menyatakan, literasi di Indonesia berkembang dengan pesat.

“Literasi di Indonesia sangat berkembang pesat, dengan adanya teknologi, pengetahuan dan komunikasi bisa diakses dalam beragam bentuk dan dalam segala lini,” tuturnya kepada hidayatullah.com selepas kegiatan terkait kepedulian terhadap literasi di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Empat fokus dalam dunia literasi yang harus dikembangkan yaitu bersikap kritis, kreatif, komunikasi, kolaborasi, serta “selalu menambah keterampilan,” jelas Wien.

Wien pun berharap agar masyarakat Indonesia merapatkan barisan untuk mengembangkan gerakan literasi menjadi gerakan bersama, tidak ada yang merasa hebat sendiri.

Diharapkan pula akses bacaan yang bermutu tersedia, serta ada kolaborasi dengan berbagai pihak, dan yang paling penting adalah menjadi teladan.

“Bagaimana bisa menjadi teladan literasi di lingkungan bersama, tapi harus dimulai dari keluarga dahulu,” terangnya.

Diketahui, kerja sama LotteMart-Laznas BMH, PT Pos Indonesia, Rabbit Hole, Asma Nadia Publishing, dan Kemdikbud, diselenggarakan kegiatan peduli literasi dengan tema “Donasi Buku: Bagi Buku-Bagi Ilmu” yang berlokasi di Kuningan City, Jakarta Selatan, kemarin.

Wien berharap, program literasi ini bisa menjadi inspirasi dan dukungan semangat bagi anak-anak Indonesia untuk gemar membaca.

“Gemar membaca menjadi salah satu kunci penting meningkatakan kecerdasan dan pengembangan budaya sosial sebuah masyarakat,” terang Wien.

Direktur Operasional laznas itu, Rama Wijaya menyatakan, sangat mendukung program gerakan literasi. Gerakan ini merupakan bagian untuk membangun paradigma lama menuju paradigma baru agar masyarakat lebih cerdas, berakhlak, dan berilmu.

“Gerakan cerdas literasi mesti terus didorong agar menjadi kebiasaan di tengah keluarga dan lingkungan, mulai dari orangtua sampai dengan lingkungan,” ujar Rama berharap.* Zulkarnain

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Dino Patti Djalal Optimistis Palestina akan Merdeka http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/19/130937/dino-patti-djalal-optimistis-palestina-akan-merdeka.html Tue, 19 Dec 2017 00:57:43 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130937

Pengamat politik luar negeri sekaligus mantan Wakil Menlu ini menambahkan, skenario yang lain yaitu agar Indonesia terus memberikan bantuan teknis, beasiswa, dan pelatihan bagi pejabat pemerintah Palestina.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Dr Dino Patti Djalal, Founder of Foreign Policy Community of Indonesia, mengatakan, skenario jangka pendek yang bisa dilakukan Indonesia di antaranya adalah ikut mengkampenyakan di dunia international kemerdekaan negara Palestina.

“Sekarang di PBB ada 198 negara, yang sudah mengakui 138, diharapkan agar Indonesia mengipas negara lain menyutujui keberadaan negara Palestina,” tutur Dino kepada wartawan pada diskusi publik terkait “The Future of Palestine: The Road To Unity, Independence and Peace” di Mayapada Tower 1, Jakarta, pekan kemarin.

Baca: OKI Dukung Negara Merdeka Palestina

Pengamat politik luar negeri sekaligus mantan Wakil Menlu ini menambahkan, skenario lain yaitu agar Indonesia terus memberikan bantuan teknis, beasiswa, dan pelatihan bagi pejabat pemerintah Palestina.

“Jika Palestina sudah merdeka ternyata pemerintahnya ambruk karena kewalahan mengalami masalah ekonomi, sama juga bohong,” tegas Dino.

Tapi Dino juga berharap ada solusi agar Palestina tetap merdeka.

“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, kita optimis kemerdekaan untuk Palestina akan terjadi,” harap Dino.

Diskusi publik pada Jumat (15/12/2017) itu menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Dr Zuhair Al Shun dan Duta Besar Jordania Walid Al Hadid.* Zulkarnain

Baca: MUI Dorong RI Jadi Pelopor Kemerdekaan Palestina

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Suara Muslimah Indonesia Bela Palestina http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/18/130899/suara-muslimah-indonesia-bela-palestina.html Mon, 18 Dec 2017 10:40:23 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130899

Selain mereka, aktivis Muslimah, Peggy Melati Sukma menyatakan, Palestina akan tetap mendapatkan pembelaan dari umat Islam.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Penderitaan yang terjadi di Palestina tidak hanya disuarakan para kaum pria, kaum hawa di Indonesia juga turut melakukan pembelaan terhadap Palestina.

Hal itu antara lain ditunjukkan pada Aksi Bela Palestina di lapangan Monas, Jakarta, Ahad (17/12/17) kemarin yang juga dihadiri oleh para Muslimah.

Ibunda Ustadz Shabri Lubis, Prof Dr Nabilah Lubis yang turut hadir berorasi, menilai penjajahan Israel atas Palestina merupakan penghinaan terhadap umat Islam.

Baca: Nenek ini Ikut Bela Palestina karena Panggilan Nurani

Nabilah yang hadir dengan menggunakan kursi roda itu menegaskan, Masjid Al-Aqsha milik seluruh Umat Islam.

“Itu kewajiban seluruh umat Islam dimanapun berada untuk membelanya,” tuturnya di atas panggung utama aksi.

Hal senada disampaikan Ketua Adara Relief, Nurjanah Hulwani.

“Persoalan Palestina adalah jantungnya umat Islam,” ungkapnya menggelora di panggung khusus wanita.

Baca: Demi Bela Palestina, Santri asal NTT ini Korbankan Hari Liburnya

Kewajiban membela Palestina, katanya, akan terus ada sampai penderitaan Palestina berakhir.

“Tugas kita memperjuangkan palestina sampai 100 persen tanah Palestina kembali,” lanjutnya.

Selain mereka, aktivis Muslimah, Peggy Melati Sukma menyatakan, Palestina akan tetap mendapatkan pembelaan dari umat Islam.

“Kirimkan apa pun walapun hanya minyak zaitun agar Aqsha tetap terang,” serunya di tempat yang sama.

Itu, tegasnya, adalah perintah yang akan tetap diperjuangkan sampai titik darah penghabisan.* Ali Muhtadin

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
“Berburu Berkah Baitul Maqdis” http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/18/130920/berburu-berkah-baitul-maqdis.html Mon, 18 Dec 2017 08:15:24 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130920

”Aksi ini bukan hanya sekadar membela harga diri, Baitul Maqdis adalah pusat keberkahan, dan kami tidak mau keberkahan kami direbut,” ujar Abdillah peserta lainnya.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Aksi Bela Palestina terjadi dimana-mana. Jutaan umat Islam memprotes keras klaim sepihak Presiden AS Donald Trump mengklaim Baitul Maqdis sebagai ibu kota Zionis-Israel.

Di Indonesia dalam sepekan ini sudah terjadi beberapa aksi protes di berbagai kota menuntut Trump menarik pernyataan sepihaknya.

Ketika awak hidayatullah.com bertanya kepada beberapa peserta Aksi Bela Palestina di Surabaya pada hari Ahad (17/12/2017) mengenai alasan mereka membela Baitul Maqdis, apa jawaban mereka?

“Kebebasan Palestina adalah kebebasan kami!” Jawab Adam Syafaat salah satu peserta aksi.

”Aksi ini bukan hanya sekadar membela harga diri, Baitul Maqdis adalah pusat keberkahan, dan kami tidak mau keberkahan kami direbut,” ujar Abdillah peserta lainnya.

Sedangkan menurut Hamzah, peserta lainnya, keberkahan Baitul Maqdis juga sampai di kota Surabaya, maka sudah sepatutnya membela dan mempertahankannya.

“Kami akan terus berburuh berkah Baitul Maqdis,” ungkapnya.

Selain Aksi Bela Palestina di Monas, Jakarta, di Surabaya Gerakan Masyarakat Peduli Palestina (GEMPA) juga melakukan aksi yang sama, diikuti ribuan mahasiswa.

Mereka melakukan longmarch dari Monumen Kapal Selam sampai Gedung Grahadi Surabaya.*/Sirajuddin Muslim

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Ribuan Mahasiswa Gelar Aksi Bela Palestina di Surabaya http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/18/130917/ribuan-mahasiswa-gelar-aksi-bela-palestina-di-surabaya.html Mon, 18 Dec 2017 08:00:01 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130917

“Kami juga menuntut Pemkot Surabaya dan Pemprov Jawa Timur agar menutup dan mengusir Konsulat Jendral (Konjen) Amerika dari kota Surabaya,” terang Lutfi Rohman selaku Koordinator GEMPA.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Efek dari pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kian mendapatkan kecaman dari masyarakat dunia.

Ahad (17/12/2017) kemarin aksi protes besar-besaran digelar di kawasan Monas, Jakarta yang dipimpin langsung oleh Majelis Ulama Indonesia.

Di hari yang sama, ribuan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Peduli Palestian (GEMPA) menggelar aksi serupa, yakni mengecam keras pernyataan sepihak Trump yang mengklaim Baitu Maqdis sebagai ibu kota Israel.

GEMPA yang terdiri dari Laskar YAKUSA, Syabab Hidayatullah, FSLDK Surabaya Raya, PKS Muda, KAMMI Surabaya, HMI Surabaya dan organisasi lainnya ini melakukan aksi longmarch dari Monumen Kapal Selam menuju gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur.

“(Longmarch) kurang lebih 3 kilometer,” ujar Ihsan, salah satu peserta.

Adapun yang menjadi tuntutan mereka adalah mendesak pemerintah Indonesia untuk memberikan sanksi yang tegas kepada Amerika dari berbagai sektor seperti politik, ekonomi, dan lain-lain.

“Kami juga menuntut Pemkot Surabaya dan Pemprov Jawa Timur agar menutup dan mengusir Konsulat Jendral (Konjen) Amerika dari kota Surabaya,” terang Lutfi Rohman selaku Koordinator GEMPA.

Ia juga menyeru kepada seluruh elemen masyarakat Surabaya terkhusus umat Islam untuk senantiasa bersiap-siaga dan menjawa panggilan jihad, dengan senantiasa berdoa dan berkorban baik dengan harta serta jiwa raga, untuk membebaskan Al-Quds dari cengkeraman Zionis-Israel dan menyerahkan kepada Palestina.*/Sirajuddin Muslim

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Nenek ini Ikut Bela Palestina karena Panggilan Nurani http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/18/130883/nenek-ini-ikut-bela-palestina-karena-panggilan-nurani.html Mon, 18 Dec 2017 07:55:00 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130883

Sangat tersentuh rasanya mendengar jawabannya. Ia tak tega melihat warga Palestina tersiksa.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Tidak hanya anak muda yang ikut Aksi Bela Palestina kemarin, tapi ada juga nenek-nenek.

Salah satunya Hj Erna yang hidayatullah.com temui di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, depan Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Meski duduk di kursi roda didorong wanita lain, namun Subhanallah, ia tetap tampak bersemangat mengikuti aksi itu. Tangan kanannya memegang dan mengibar-ibarkan bendera kecil Palestina.

Baca: Demi Bela Palestina, Santri asal NTT ini Korbankan Hari Liburnya

Saat ditanya mengapa ikut Aksi Bela Palestina, ia menjawab sambil menunjuk dadanya, “Panggilan nurani.”

Sangat tersentuh rasanya mendengar jawabannya. Ia tak tega melihat warga Palestina tersiksa.

Karena itu, ia mendukung Palestina dibebaskan. Presiden AS Donald Trump, tegasnya, harus mencabut keputusan yang mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.* Andi

Baca: Lihat Semangat Arya Membela Palestina!

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
HMI Serukan Boikot Produk AS dan Usir Dubesnya http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/18/130877/hmi-serukan-boikot-produk-as-dan-usir-dubesnya.html Mon, 18 Dec 2017 07:34:23 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130877

“Kita menghargai kerja sama antara Indonesia dan Amerika, tapi bukan untuk membela. Kita boleh bekerja sama untuk kepentingan bersama, kepentingan Indonesia dan dunia. Tapi kalau mereka mencederai, maka kita akan boikot dan usir Duta Besar Amerika,” ancamnya.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– “Bakar, Bakar, Bakar Kedubes!” “Amerika teroris, Amerika teroris!”

Seruan dan kecaman itu keluar dari mulut demonstran dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Ahad (17/12/2017). Bertepatan berlangsungnya Aksi Bela Palestina gelaran MUI di lapangan Monas, tak jauh dari Kedubes AS.

HMI mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.

Baca: Petisi MUI: Tinjau Ulang Investasi AS di Indonesia dan Serukan Boikot

Ketua Umum HMI, Mulyadi P Tamsir menyatakan, keputusan tersebut sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan dan telah mencederai perasaan umat Islam.

Sebab, kata dia, Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan resolusi untuk melakukan perundingan antara Israel dan Palestina, namun AS malah melanggar resolusi itu.

“Ini kejahatan yang dilakukan Donald Trump. Memprovokasi konflik di Timur Tengah dan dunia. Jadi harus kita lawan bersama-sama,” tegas Mulyadi saat ditemui hidayatullah.com di depan Kedubes AS.

“Trump harus mencabut pernyataannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina!”

Baca: Orasi Aksi Bela Palestina, KH Ma’ruf Tegaskan Rencana Boikot AS

Sampai kapanpun, masih kata dia, HMI membela Palestina hingga Baitul Maqdis merdeka menjadi ibu kota Palestina. Sebab Al-Aqsha adalah masjid suci umat Islam.

Sebagai bentuk ketidaksetujuan atas keputusan Trump, Mulyadi menyeru kader HMI dan rakyat Indonesia untuk memboikot produk AS.

“Kita menghargai kerja sama antara Indonesia dan Amerika, tapi bukan untuk membela. Kita boleh bekerja sama untuk kepentingan bersama, kepentingan Indonesia dan dunia. Tapi kalau mereka mencederai, maka kita akan boikot dan usir Duta Besar Amerika,” ancamnya.* Andi

Baca: Presiden PKS: Boikot Produk Amerika Opsi yang Memungkinkan

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Petisi MUI: Tinjau Ulang Investasi AS di Indonesia dan Serukan Boikot http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/18/130867/petisi-mui-tinjau-ulang-investasi-as-di-indonesia-dan-serukan-boikot.html Mon, 18 Dec 2017 06:45:03 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130867

MUI juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk pembangunan, sarana dan prasarana kesehatan, pendidikan, dan tempat-tempat ibadah bagi masyarakat Palestina.

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Dalam Aksi Bela Palestina yang digelar di lapangan Monas, Jakarta, Ahad (17/12/2017) kemarin, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan petisi terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump soal Baitul Maqdis.

Sekjen MUI Anwar Abbas saat membacakan petisi tersebut mengatakan, mendesak DPR RI membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali semua bentuk investasi atau bisnis perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di Indonesia.

Baca: Petisi MUI: Mendesak Negara-negara OKI Putuskan Hubungan Diplomasi dengan Israel

Selain itu, tambahnya, MUI mengimbau rakyat Indonesia untuk melakukan boikot terhadap seluruh produk perusahaan AS dan Israel yang beredar di tanah air.

“Kita gunakan produk-produk karya anak bangsa sendiri,” ucapnya.

Kemudian, sambung Anwar, MUI juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk pembangunan, sarana dan prasarana kesehatan, pendidikan, dan tempat-tempat ibadah bagi masyarakat Palestina.

Baca: Orasi Aksi Bela Palestina, KH Ma’ruf Tegaskan Rencana Boikot AS

“Terakhir, kita mengimbau ke seluruh rakyat Indonesia agar berdoa untuk kedamaian, khususnya umat Islam agar membaca qunut nazilah dalam tiap salat fardu,” pungkasnya.

Sebelumnya, jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusan pengakuan Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel, MUI juga mendesak PBB segera menggelar sidang istimewa untuk memberi sanksi tegas kepada AS, dengan opsi pembekuan AS sebagai anggota PBB, atau pemindahan markas PBB dari AS ke negara lain.*

Baca: Din Syamsuddin: Cerdas Kalau Boikot Produk Israel dan Amerika

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Petisi MUI: Mendesak Negara-negara OKI Putuskan Hubungan Diplomasi dengan Israel http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/18/130861/petisi-mui-mendesak-negara-negara-oki-putuskan-hubungan-diplomasi-dengan-israel.html Mon, 18 Dec 2017 06:22:08 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130861

MUI juga mendukung hasil deklarasi konferensi Islam di Istanbul, Turki, yang menegaskan bahwa perlu terus didorong hak-hak warga Palestina secara permanen, termasuk hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan petisi terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengklaim sepihak Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.

Petisi tersebut disampaikan pada Aksi Bela Palestina yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta, Ahad (17/12/2017) kemarin.

Sekjen MUI Anwar Abbas saat membaca petisi tersebut mengatakan, keputusan Trump telah mencederai rasa keadilan dunia internasional, melanggar hak asasi manusia rakyat Palestina, dan merusak upaya perdamaian antara Israel dengan Palestina yang selama ini terus dilakukan PBB dan OKI.

“Untuk itu keputusan itu harus dibatalkan dan dicabut secepatnya,” ujarnya di depan jutaan massa aksi.

Baca: UBN Serukan Pemimpin Dunia Islam Tak Takut Tekanan

Jika Trump tidak segera membatalkan pernyataannya, sambung Anwar, maka AS akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.

Untuk itu, terangnya, MUI mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Trump untuk menjadikan Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.

Termasuk mendesak kepada semua negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel, terutama negara-negara yang tergabung dalam OKI, agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau tidak memindahkan kantor kedutaannya ke Baitul Maqdis.

Baca: Aher: Sewajibnya Bangsa Indonesia Menolak Amerika

Kemudian, lanjut Anwar, MUI juga mendukung hasil deklarasi konferensi Islam di Istanbul, Turki, yang menegaskan bahwa perlu terus didorong hak-hak warga Palestina secara permanen, termasuk hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

“Dan perwujudan negara Palestina merdeka dan berdaulat, dengan Yerusalem atau Al-Quds sebagai ibu kotanya,” tandasnya.*

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
‘Sejak Dini Kami Ajarkan Anak-anak Peduli Palestina’ http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/18/130856/sejak-dini-kami-ajarkan-anak-anak-peduli-palestina.html Mon, 18 Dec 2017 04:42:02 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130856

Deni pun menambahkan, Aksi Bela Palestina sebagai sarana mengenalkan kepada anaknya sejak dini bahwa Palestina merupakan kiblat pertama umat Islam.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

DENI dan Fauziah punya cara tersendiri dalam mendidik anaknya, termasuk dalam persoalan dunia Islam khususnya terkait Palestina.

Proses belajar, menanamkan rasa keprihatinan, serta mencintai kedamaian, itu dilakukan sepasang suami-istri itu.

Pada Aksi Bela Palestina di lapangan Monas, Jakarta, Ahad (17/12/2017) pun, Deni dan Fauziyah membawa serta dua anaknya, Yumna dan Jinan, yang masih duduk di kelas dua SD.

Sekeluarga ini pantauan hidayatullah.com, begitu semangat berdiri di depan panggung Aksi Bela Palestina, meski massa perlahan mulai membubarkan diri, Ahad siang.

Baca: Lihat Semangat Arya Membela Palestina!

“Aksi ini adalah didikan buat anak-anak saya, bahwa di Palestina sana, banyak anak sebayanya yang lebih berjuang darinya,” tutur Deni ditemui media ini, seraya ia menggendong si sulung Yumna yang membawa bendera Palestina.

Deni pun menambahkan, Aksi Bela Palestina sebagai sarana mengenalkan kepada anaknya sejak dini bahwa Palestina merupakan kiblat pertama umat Islam.

Lebih lanjut, Fauziah menuturkan, harus ditanamkan kepada anak-anak, bahwa di Palestina ada saudara sebayanya yang seaqidah yang terdzalimi hingga sekarang.

Baca: Banyak Alasan untuk Membela Palestina, seperti ini…

“Kita ceritakan bagaimana penderitaan anak-anak Palestina, mereka dibunuh, pendidikan terbatas, tak biasa berluasa bermain, karena kematian mengintai kapan pun,” tegas Fauziah sambil menggendong si bungsu Jinan.

Wanita berjilbab juga memberitahu bagaimana cara membantu para anak sebayanya khusus kaum Muslimin di Palestina.

“Jika tak ada materi, doa cukup untuk membantu mereka.” jelas Fauziah berpesan di sela-sela aksi yang diikuti jutaan massa dari berbagai kalangan dan kelompok serta ormas itu.* Zulkarnain

Baca: Akhir Zaman Sejengkal, Berbuatlah Bebaskan Palestina

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>