Kabar dari Suriah – Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Tue, 19 Dec 2017 06:19:01 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.1 Didampinging Bashar, Vladimir Putin Perintahkan Tarik Pasukannya dari Suriah http://www.hidayatullah.com/berita/kabar-dari-suriah/read/2017/12/12/130274/didampinging-bashar-vladimir-putin-perintahkan-tarik-pasukannya-dari-suriah.html Mon, 11 Dec 2017 23:42:51 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130274

Moskow berkoalisi dengan Rezim keji Damaskus dibantu Iran sejak September 2015 setelah Bashar al Assad meminta bantuan militer untuk melawan kelompok mujahidin

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Kantor berita Rusia, RIA, mengumumkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin telah memerintahkan militer Rusia yang ditempatkan di Suriah untuk menarik diri dari negara tersebut.

Putin mengumumkan hal ini dalam sebuah kunjungan mendadak ke pangkalan udara Rusia di Hemeimim di Latakiah, milik Rusia di Suriah hari Senin (11/12/2017) ini dan memerintahkan pasukannya untuk menarik diri dari negara tersebut.

Pangkalan Udara Hemeimim di Provinsi Latakia, adalah wilayah tempat minoritas Syiah Alawi, yang juga merupakan daerah asal Presiden Suriah Bashar al Assad.

Baca: Majalah AS: Putin Berbohong Tentang Penarikan Pasukannya dari Rusia

Putin menyebut Rusia dan Suriah berhasil mencapai misi menghancurkan kelompok ISIS, setelah dua tahun menggelar operasi militer, kutip The Independent.

“Dengan ini saya memberikan instruksi bahwa kehadiran pasukan Rusia di Suriah berakhir, negara ini menunggumu pulang.

“Semoga pulang kembali semuanya aman dan saya ucapkan terima kasih atas pelayanannya,” jelasnya didampingi Menhan Rusia, Sergey Shoygu dan Presiden tangan besi Suriah, Bashar al Assad.

Kunjungan mengejutkan Putin dilakukan setelah pertemuannya dengan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi sebelum melanjutkan untuk bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Ankara.

Moskow berkoalisi dengan Rezim keji Damaskus dibantu Iran sejak September 2015 setelah Bashar al Assad meminta bantuan militer untuk melawan kelompok mujahidin Suriah.

Baca: Buku Baru Ungkap Alasan Di Balik Persekutuan Iran-Suriah

Rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menerima dukungan militer dari sekutu dekatnya Iran dan kelompok militan Syiah Libanon, Hizbullah yang dimasukkan Liga Arab sebagai gerakan teroris dalam perang yang telah berlangsung selama enam tahun, yang dimulai ketika Bashar al Assad membubarkan aksi demonstrasi damai atau kerap disebut Revolusi Suriah (As Tsaurah al Suriah atau As Tsaurah al Islamiyyah)  pada 2011 yang meminta diadakannya reformasi dengan peluru tajam. (Baca juga: Yang Perlu Diketahui: Apa Perang Suriah, Rezim Bashar dan Keterlibatan Syiah? [1])

Mayoritas korban serangan adalah rakyat sipil dan kelompok perlawanan dan oposisi  penentang pemerintah dzalim, termasuk Koalisi Nasional Suriah (SNC) dan milisi mujahidin dengan jumlah korban hampir mencapai setengah juta jiwa.

Selain melakuan serangan udara, Rusia juga terlibat dalam memberikan senjata kepada tentara Suriah.

Dia lalu menambahkan bahwa Rusia tetap akan mempertahankan dan menjaga pangkalan udara Hemeimim serta fasilitas Angkatan Laut Rusia yang berada di pelabuhan Tartous di Suriah.*

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Aung San Suu Kyi Dinobatkan Penerima Penghargaan Islamofobia tahun 2017 http://www.hidayatullah.com/berita/kabar-dari-suriah/read/2017/11/28/129151/aung-san-suu-kyi-dinobatkan-penerima-penghargaan-islamofobia-tahun-2017.html Tue, 28 Nov 2017 05:57:16 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129151

Untuk kategori Inggris, penghargaan Islamofobia tahun ini diberikan pada mantan pimpinan EDL Tommy Robinson

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi hari Ahad dinobatkan sebagai peraih Penghargaan Islamofobia  2017.

Kekejaman atas kaum minoritas Muslim Myanmar dipandang sangat mengerikan sehingga penghargaan tersebut diberikan pada Suu Kyi, mengalahkan kandidat tokoh Islamofobia  lainnya, yaitu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pemimpin Partai Front Nasional poros kanan Prancis Marie Le Pen, dan pemimpin Partai Kebebasan sayap kanan Belanda Geert Wildres, kutip Anadolu Agency.

Dalam tiga hari terakhir saja, diperkirakan sekitar 2.000-3000 Muslim tewas di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Menurut Dewan Rohingya Eropa, lebih dari 617.000 Muslim Rohinya terpaksa mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh.

Baca: Akibat Isu Rohingya: Universitas Oxford Copot Gambar San Suu Kyi

Penganugerahan Islamofobia  tahunan oleh Komisi Hak Asasi Manusia Islam yang berpusat di London ini digelar oleh perwakilan dari banyak LSM dan kelompok Muslim.

Untuk kategori Inggris, Penghargaan Islamofobia  tahun ini diberikan pada Tommy Robinson – mantan pemimpin Liga Pertahanan Inggris fasis (EDL) – yang terkenal dengan pemikiran anti-Islamnya.

Baca: Dilarang, Gerakan Biarawan Myanmar Anti Islam Berganti Nama

Kandidat lainnya dari kategori ini adalah presenter televisi dan kolumnis Katie Hopkins, mantan ketua Partai Kebebasan Inggris (UKIP) Nigel Farage, pendiri Partai Britania Anne Marie Waters dan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson.

Untuk kategori media, Fox News juga mendapat penghargaan yang sama.

Komisi HAM Islam adalah organisasi independen dan non-profit untuk kampanye, penelitian, dan advokasi, yang didirikan pada 1997.*

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Ratusan Warga Sipil Terkepung di Deir az-Zur, Goutha Timur Diserang 300 Kali http://www.hidayatullah.com/berita/kabar-dari-suriah/read/2017/11/17/128284/ratusan-warga-sipil-terkepung-di-deir-az-zur-goutha-timur-diserang-300-kali.html Fri, 17 Nov 2017 07:22:16 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=128284

Perang sipil di dimulai ketika rezim Bashar al-Assad menindak keras demonstrasi. Ratusan ribu warga sipil jadi korban

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Ratusan warga sipil terjebak dalam kepungan dalam sebuah pulau di Sungai Efrates setelah Rezim Bashar al Assad dengan dukungan Iran dan Rusia berhasil merebut Kota Deir az-Zur dari Daesh, kutip Anadolu Agency.

Ratusan warga sipil tersebut menanti untuk diselamatkan dari kepungan Rezim Bashar al Assad.

Rezim Bashar al Assad dengan dukungan Rusia dan Iran berhasil merebut pusat kota Deir az-Zur dari Daesh pada 2 Oktober lalu.

Selama operasi, ratusan warga sipil melarikan diri dari pusat kota ke pulau Hawija Katia yang terletak di Sungai Euphrates yang membelah Deir az-Zur menjadi dua bagian.

Menurut Anadolu Agency di Deir ez-Zor, ratusan warga sipil terjebak dalam kepungan Rezim Bashar al Assad di pulau yang masih dikendalikan Daesh.

Baca: Pasukan Bashar Berhasil Kuasai Wilayah Deir al-Zour –

Daesh dilaporkan menggunakan warga-warga sipil tersebut sebagai perisai hidup.

Sementara itu, pasukan rezim tidak memberikan izin masuk ke pusat kota karena ada kemungkinan anggota Daesh akan menyelinap diantara warga-warga sipil tersebut.

Dikhawatirkan akan jatuh banyak korban jika pasukan Rezim Bashar al Assad yang didukung Rusia, Iran serta organisasi teroris asing melakukan serangan untuk mengambil alih pulau tersebut.

Goutha Timur diserang 300 kali

Sementara itu, Rezim Bashar al Assad kembali melanggar perjanjian gencatan senjata yang sudah disepakati sejak 22 Juli 2017

Selama 24 jam, Goutha Timur menerima lebih dari 300 kali serangan dari tentara rezim Bashar al-Assad. Dari serangan tersebut sedikitnya 16 orang tewas, 8 orang di antaranya adalah warga sipil.

Menurut Anadolu Agency yang berada di Damaskus, Rezim Bashar al Assad melakukan serangan terus menerus ke distrik Arbin, Hammuriya, Madyara, Misraba, Duma, Sakba, Kafr Batna, Merc ve Haresta di wilayah Goutha Timur sejak kemarin siang hingga Rabu.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Pusat Media Goutha yang didirikan oleh wartawan lokal, Rezim Bashar al Assad telah melakukan 50 kali serangan udara dan 250 serangan meriam selama dalam kurung waktu 24 jam.

Baca: Bayi Kekurangan Gizi di Suriah jadi Perhatian Dunia

Pusat Media tersebut menyampaikan bahwa serangan masih terus berlanjut, akibatnya lebih dari 100 orang terluka.

Goutha Timur merupakan wilayah deeskalasi yang disepakati Turki, Rusia, dan Iran dalam perundingan Astana. Gencatan senjata dimulai pada 22 Juli, namun Rezim Bashar al Assad selalu melanggar kesepakatan.

Serangan rezim yang semakin bertambah membuat banyak bangunan yang ada di daerah tersebut hancur.

Sejak Perang Suriah merebak di Suriah pada Maret 2011, PBB melansir lebih dari 250.000 orang tewas. Lembaga Syrian Center for Policy Research mengatakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih besar, diperkirakan melebihi 470.000 orang.

Perang sipil di dimulai ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi. Ratusan ribu warga sipil menjadi korban konflik itu yang melibatkan pasukan koalisi menyerang oposisi. Lebih-lebih setelah keterlibatan Rusia dan milisi Syiah didukung Iran. Jutaan warga terpaksa melarikan diri dan mengungsi.*

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
43 Warga Sipil Terbunuh dalam Serangan Udara di Aleppo http://www.hidayatullah.com/berita/kabar-dari-suriah/read/2017/11/14/128022/43-warga-sipil-terbunuh-dalam-serangan-udara-di-aleppo.html Tue, 14 Nov 2017 07:00:46 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=128022

Oposisi menuduh Rusia melakukan empat serangan dan mengebom pasar populer di Kota al-Atarib dengan roket ruang angkasa, mengakibatkan korban tewas dan terluka

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Sedikitnya 43 warga sipil tewas dan puluhan lainnya cedera dalam tiga serangan udara di pasar di al-Atarib, sebuah kota di wilayah Aleppo di Suriah barat.

Oposisi Suriah menuduh pesawat Rusia melakukan empat serangan dan mengebom pasar populer di Kota al-Atarib dengan roket ruang angkasa, mengakibatkan puluhan korban tewas dan terluka. Sumber lain, jet-jet tempur milik rezim Bashar al Assad.

Aljazeera melaporkan bahwa total kematian diperkirakan akan meningkat karena puluhan orang terluka atau masih hilang setelah serangan tersebut.

Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa tidak pasti apakah serangan terhadap al-Atarib dilakukan oleh Suriah atau Rusia.

Baca: Kekejaman Terburuk Rusia dan Rezim Suriah Setelah Aleppo

Serangan udara tersebut memakan waktu kurang dari dua minggu setelah perundingan damai di Astana dimana Rusia, Turki dan Iran mengumumkan rencana untuk melakukan zona udara di lebih dari empat wilayah.

Oposisi Suriah menuduh pesawat Rusia melakukan empat serangan dan mengebom pasar populer di Kota al-Atarib dengan roket ruang angkasa @ShehabAgency

Zona tersebut adalah Idlib, Homs, Latakia, Aleppo and Hama.

Ini adalah area di mana pejuang sipil dan tentara harus menghentikan permusuhan, termasuk serangan udara selama enam bulan.

Lebih dari 2,5 juta orang diyakini tinggal di zona tersebut.

Baca: Rusia Dinilai Lakukan Serangan 304 Kejahatan Perang di Aleppo termasuk Iran

Idlib dikendalikan oleh Haiah Tahrir al-Syam, sebuah aliansi oposisi  anti-pemerintah yang dibentuk pada bulan Januari 2017.

Konflik Suriah berevolusi dari tindakan keras pemerintah terhadap Ats-Tsaurah As-Suriah (Revolusi Suriah) dan aksi demonstrasi tahun 2011 terhadap perang yang akhirnya menarik campur tangan Rusia, Iran dan koalisi internasional yang dipimpin AS.

Sejak saat itu, ratusan ribu orang terbunuh dan lebih dari 10 juta orang mengungsi, menurut PBB.*

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Pasukan Bashar Berhasil Kuasai Wilayah Deir al-Zour http://www.hidayatullah.com/berita/kabar-dari-suriah/read/2017/11/04/127203/pasukan-bashar-berhasil-kuasai-wilayah-deir-al-zour.html Sat, 04 Nov 2017 13:48:15 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=127203

Deir al-Zour terletak di tepi barat Sungai Efrat, ini adalah kota terbesar dan paling penting di Suriah timur yang merupakan pusat produksi minyak

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Pemerintah Suriah berhasil menguasai kembali wilayah Deir al-Zour (Az Zur), kota terbesar dan terpenting di Suriah timur dari Daesh, kata Kelompok Pemantau Hak Asasi untuk Suriah hari Kamis.

“Tentara bekerja sama dengan koalisi membebaskan Kota Deir al-Zour sepenuhnya dari organisasi teroris Daesh,” kata sumber militer.
Sebuah sumber lokal di daerah tersebut, yang namanya dirahasiakan, mengatakan pada TRT World bahwa pinggiran kota tersebut masih tetap berada di bawah kendali kelompok Daesh.

Baca: 60 Warga Sipil Terbunuh dalam Serangan Udara di Deir az Zour

Selama bertahun-tahun, Daesh mengepung wilayah administrasi pemerintah di kota itu hingga diambil alih oleh militer pada awal September. Tentara Suriah melancarkan serangannya kelompok Daesh, didukung serangan udara Rusia bersama dengan milisi dukungan Iran dan kelompok Syiah Hizbullah Lebanon, tulis Reuters.

September lalu, Rezim Suriah pertama kali memulai kampanyenya merebut Deir ez-Zour  dengan bantuan dukungan udara Rusia dan pasukan darat Iran , Pasukan Demokratik Suriah (SDF),  melancarkan serangan di provinsi ini awal September.

Baca: Komandan Operasi Militer Rezim Suriah Terbunuh

Wilayah Deir al-Zour itu sangat strategis bagi Daesh, karena lokasinya dekat dengan perbatasan Iraq,  ibu kota provinsi penghasil minyak.

Deir al-Zour terletak di tepi barat Sungai Efrat, ini adalah kota terbesar dan paling penting di Suriah timur yang merupakan pusat produksi minyak negara tersebut. *

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Video Wanita Tampar Tentara Suriah dan Memanggilnya ‘Binatang’ Jadi Viral http://www.hidayatullah.com/berita/kabar-dari-suriah/read/2017/11/01/126968/video-wanita-tampar-tentara-suriah-dan-memanggilnya-binatang-jadi-viral.html Wed, 01 Nov 2017 07:14:42 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=126968

Wanita itu Aya Ammar al-Assad, sepupu Bashar al-Assad. Ayahnya, Ammar al-Assad, anggota parlemen yang dipercaya orang paling korup

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Video yang menunjukkan seorang wanita yang memukul dan menghina seorang tentara rezim Suriah menjadi viral di jaringan media sosial karena banyak yang mengecam wanita tersebut atas perilakunya yang tidak pantas.

Video yang diunggah di Al Arabiya, Senin (30/10/2017) itu dibuat tanggal 26 Oktober, sementara insiden tersebut terjadi di Latakia dimana klub-klub sepak bola yang berafiliasi ke rezim Bashar al Assad menghormati Ibrahim Alma, kiper tim nasional sepak bola negara tersebut.

Dalam video tersebut nampak wanita itu berusaha mencapai podium untuk berfoto bersama Alma namun tentara itu mencegahnya. Dia kemudian memukul dada tentara itu dan memanggilnya “binatang” yang menyebabkan tentara itu memintanya untuk berhenti mengusiknya.

Baca: Dunia Mengutuk Kekejaman Rezim Bashar dan Sekutunya di Aleppo

Tapi wanita itu memanggilnya binatang lagi sehingga tentara itu membalasnya dan juga memanggilnya binatang. Wanita yang tidak dikenal itu juga mengancamnya dengan mengatakan “Saya dapat mematahkan kepalamu.”

Dia kemudian menyerangnya dan menampar wajahnya. Orang-orang turun tangan untuk mengakhiri pertengkaran itu, lalu wanita itu mendekati podium seperti tidak terjadi apa-apa.

Para suporter pendukung rezim Suriah mengecam wanita itu, sementara suporter lainnya yang menentang rezim mengatakan bahwa mereka tidak peduli karena tentara dan wanita itu pendukung rezim Suriah.

Baca: Yang Perlu Diketahui: Apa Perang Suriah, Rezim Bashar dan Keterlibatan Syiah

Al Arabiya melaporkan sehari setelah mengunggah video itu menyebutkan bahwa wanita itu diidentifikasi bernama Aya Ammar al-Assad, sepupu jauh Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Ayahnya, Ammar al-Assad adalah anggota parlemen Suriah dan dipercaya sebagai salah satu orang yang paling korup di Suriah.

Beberapa media Suriah mencoba menutupi insiden itu dan menghubungi Aya yang mengatakan bahwa dia bertindak seperti itu karena tentara tersebut memperlakukannya dengan cara yang tidak dapat diterima.*/Abd Mustofa

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Pejuang Oposisi Ingin Garda Revolusi Iran dan Milisi Syiah Tinggalkan Suriah http://www.hidayatullah.com/berita/kabar-dari-suriah/read/2017/11/01/126926/pejuang-oposisi-ingin-garda-revolusi-iran-dan-milisi-syiah-tinggalkan-suriah.html Wed, 01 Nov 2017 02:02:29 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=126926

Kami ingin Garda Revolusi Iran dan milisi Syiah keluar dari negara kami. Juga, kami ingin kelompok separatis Kurdi .." kata Fatih Hassun

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Pihak oposisi di Suriah menghendaki Garda Revolusi Iran dan milisi Syiah meninggalkan Suriah, pemimpin oposisi bersenjata, Fatih Hassun, mengatakan pada hari Senin (30/10/2017) di Astana, Kazakhstan, lapor Anadolu Agency pada hari yang sama.

Fatih Hassun mengatakan kepada Anadolu Agency: “Kami ingin Garda Revolusi Iran dan milisi Syiah keluar dari negara kami. Juga, kami ingin kelompok separatis Kurdi diadili atas kejahatan mereka. Kami akan menyampaikan masalah ini untuk mendapatkan perhatian PBB.”

Hassun menyampaikan pernyataannya itu di  Astana, pada hari pertama putaran ketujuh perundingan damai yang bertujuan untuk mengakhiri Perang Suriah.

Baca: “Penasihat” Garda Revolusi Iran terbunuh di Daraa –

Dia mengatakan perwakilan dari delegasi oposisi  yang menghadiri perundingan itu akan menyampaikan kepada PBB beberapa dokumen yang akan membantu menyingkirkan teroris asing yang didukung oleh Iran, dan meminta pertanggungjawaban organisasi teroris PKK/PYD  atas pelanggaran hak asasi manusia.

Perundingan yang akan fokus pada penguatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 30 Desember itu,  dimediatori oleh Turki, yang menyokong oposisi, dan Rusia dan Iran, yang mendukung rezim Bashar al-Assad.

Pertemuan itu dihadiri perwakilan dari rezim Suriah, kelompok-kelompok oposisi bersenjata Suriah, serta delegasi dari PBB, Yordania, dan Amerika Serikat.

Baca: Lagi, Jenderal Garda Revolusi Iran Tewas di Suriah

Pertemuan dua hari itu juga akan membahas pembebasan tawanan dan sandera, dan aksi kemanusiaan di daerah ranjau.

Hassun mengatakan: “Setelah pembebasan sandera, kami ingin penghentian pengepungan dan akses ke bantuan kemanusiaan.”

Dia menambahkan selama pertemuan itu tiap pihak memiliki agenda yang “berbeda”, dia mengatakan: “[Agenda] Rusia adalah untuk mendapatkan manfaat dalam mendukung rezim. Agenda Iran adalah untuk memberhentikan pertemuan Astan.”

Hassun mengatakan mereka juga akan menyampaikan sebuah dokumen kepada PBB tentang pelanggaran gencatan senjata.*/Abd Mustofa

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Bayi Kekurangan Gizi di Suriah jadi Perhatian Dunia http://www.hidayatullah.com/berita/kabar-dari-suriah/read/2017/10/24/126373/bayi-kekurangan-gizi-di-suriah-jadi-perhatian-dunia.html Tue, 24 Oct 2017 07:13:53 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=126373

Perang Suriah selama tujuh tahun dan kekejaman Rezim Bashar menyebabkan ratusan ribu orang terbunuh dan lebih dari satu juta orang Suriah menjadi tunawism

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com—Seorang bayi perempuan meninggal pada hari Ahad (22/10/2017) di Kota Kafr Batna karena malnutrisi akibat pengepungan yang terus berlanjut oleh Rezim tentara Bashar al Assad di sebuah pedesaan di timur  Damaskus.

“Sagr Dhfdeh, akan dapat diselamatkan jika dia mendapat cukup gizi dan perawatan kesehatan,” ujar wartawan Orient News,  melaporkan dari Ghouta Timur.

Baru-baru ini, gambaran tentang bayi yang menderita akibat kekurangan gizi dan Perang Suriah secara cepat menyebar ke seliruh dunia, sekaligus menimbulkan kesedihan banyak orang. Mengingatkan video  anak laki-laki Suriah, Omran Daquneesh yang dipenuhi darah dan debu setelah serangan udara Rusia di Aleppo tahun lalu.

Baca: Omran Daqneesh: Semua Mata Tertuju Padamu

Lebih dari 90.000 keluarga berada di bawah pengepungan rezim Bashar di daerah pedesaan Ghouta Timur. Krisis kesehatan semakin memperburuk setiap hari akibat blockade satu-satunya jalan yang tersisa oleh Rezim tentara Bashar al Assad selama lebih dari lima bulan ini.

Harga makanan melambung sepuluh kali lipat. Termasuk harga satu kilo roti sudah mencapai 1.400 SP.

Satu kilo beras mencapai 2000 SP (4,3 $), satu kilo gula mencapai 4300 SP (9,3 $) dan satu kilo garam mencapai 3000 S.P (6,5 $).

Harga yang melonjak ini meningkatkan penderitaan orang-orang di Ghouta Timur, yang tinggal di bawah pengepungan Assad sejak tahun 2014.

“Saya adalah ayah lima anak dan bekerja dengan gaji 100 $. Penghasilan ini memberi kita kebutuhan dasar kurang dari 10 hari,” ujar Abu Ahmad, seorang penduduk setempat mengatakan kepada Orient News.

Harga obat-obatan mengalami kenaikan tajam. Pasien yang menderita diabetes, hipertensi atau penyakit kronis lainnya berada dalam kondisi yang mengerikan.

Baca: Untaian Bunga Gadis Suriah

Menjelang musim dingin, kondisi semakin dirasakan mencekik penduduk setempat karena kenaikan tajam harga bahan bakar dan gas.

Kayu bakar, yang merupakan kebutuhan dasar untuk pemanasan dan memasak, menjadi sesuatu yang langka.

Um Ghassan,  seorang janda 3 anak berkata, “Saya tidak mampu membeli kayu bakar. Saya dan anak-anak mengumpulkan potongan kayu, sisa-sisa plastik dari jalanan.”

Orang-orang di timur Damaskus menarik perhatian organisasi hak asasi manusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengalihkan perhatian mereka pada tragedi yang mereka alami dan menemukan solusi untuk mengakhiri krisis ini.

Perang Suriah selama tujuh tahun dan kekejaman Rezim Bashar menyebabkan ratusan ribu orang terbunuh dan lebih dari satu juta orang Suriah menjadi tunawisma.*

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Issam Zahr al-Deen, Jenderal Terkejam Bashar al Assad, Tewas http://www.hidayatullah.com/berita/kabar-dari-suriah/read/2017/10/19/125977/issam-zahr-al-deen-jenderal-terkejam-bashar-al-assad-tewas.html Thu, 19 Oct 2017 09:09:08 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=125977

Brigadir Jenderal rezim Bashar al Assad yang terkenal kejam itu terbunuh bersama sekelompok tentara lainnya karena alat peledak buatan di Hawijah Sakr

(Nashirul Haq AR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Salah satu jenderal rezim Bashar al Assad, Issam Zahr al-Deen telah terbunuh pada Rabu (18 Oktober) di wilayah Deir al-Zor (Deir Azzur), jaringan televisi al-Mayadeen milik Iran mengatakan lapor Orient News, Rabu 18 Oktober 2017.

Brigadir Jenderal rezim Bashar al Assad yang terkenal kejam itu terbunuh bersama sekelompok tentara lainnya karena alat peledak buatan di Hawijah Sakr di Deir al-Zur, Orient Net menerima laporan dari sumber khusus.

Media rezim Assad tidak mengeluarkan komentar apapun terkait insiden tersebut tetapi laporan kematian brigadir itu terus muncul di halaman-halaman sosial media yang berafiliasi dengan Assad.

Baca: Pemimpin Senior Milisi Syiah Houthi Yaman dan Milisi Hizbullah Tewas

Issam Zahr al-Deen merupakan komandan operasi militer Bashar al Assad di Deir al-Zur. Pada bulan lalu, dia mengancam warga Suriah yang memutuskan kembali pulang setelah meninggalkan negara itu.

“Tolong jangan kembali ke Suriah, karena jika negara [rezim Assad] memaafkan kalian, kami tidak akan memaafkan kalian, ini adalah sedikit nasehat dari janggut ini (menunjuk janggutnya seperti yang orang-orang Arab lakukan ketika mereka sedang mengancam),” Zahr al-Deen mengatakan pada tanggal 11 September dalam sebuah wawancara televisi dengan al-Akhbariya News Channel setelah rezim Assad menduduki bandara militer Deir al-Zur.

Baca: 10 Anggota rezim Suriah dan Milisi Syiah Tewas di Homs

Zahr al-Deen juga pernah terlihat dalam foto-foto, sedang berdiri di sebelah jasad manusia, yang anggota badanya dipotong dan hangus karena terbakar di Bandara Deir al-Zor.

Anak laki-laki Zahr al-Deen, Yarub, merupakan anggota dari milisi teroris Nafez Assad Allah di Deir al-Zur. Dia baru-baru ini muncul dalam foto-foto sedang memegang sebuah kepala manusia – yang dilaporkan milik seorang teroris ISIS – di salah satu tangannya dan sebuah pisau di tangan lainnya.*

(Nashirul Haq AR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Kekejaman Terburuk Rusia dan Rezim Suriah Setelah Aleppo http://www.hidayatullah.com/berita/kabar-dari-suriah/read/2017/10/09/125342/kekejaman-terburuk-rusia-dan-rezim-suriah-setelah-aleppo.html Mon, 09 Oct 2017 09:19:05 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=125342 Tidak ada pelayanan apapun - tidak ada listrik, air - karena semua kabel dan pipa telah hancur atau dicuri ketika Assad menduduki wilayah timur Aleppo

(Nashirul Haq AR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Hidayatullah.com–Pertempuran terburuk sejak tragedi Aleppo pada tahun lalu sedang berkecamuk di beberapa wilayah di Suriah, menyebabkan ribuan korban sipil, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan lapor Aljazeera pada 5 Oktober 2017.

Lebih dari 10 rumah sakit dilaporkan telah rusak dalam 10 hari terakhir, memutuskan akses ratusan ribu orang pada perawatan kesehatan, badan bantuan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis, menyuarakan peringatan akan situasi dari Raqqa hingga Idlib dan Ghouta timur.

“Selama dua minggu terakhir, kami telah melihat lonjakan tajam operasi militer mengkhawatirkan yang berkorelasi dengan tingginya tingkat korban sipil,” Marianne Gasser, kepala delegasi ICRC di Suriah, mengatakan.

“Rekan saya melaporkan kisah-kisah mengerikan, seperti kisah sebuah keluarga beranggotakan 13 orang yang lari dari Deir Az Zur hanya untuk kehilangan 10 anggota keluarganya dalam serangan udara dan alat-alat peledak di sepanjang perjalanannya.”

Baca: ‘Pesan Perpisahan’ dari Aleppo: Hentikan Genosida Ini!

Dalam perkembangan yang berbeda pada Kamis, dua kapal selam Rusia menembakkan 10 rudal jelajah “Kalibr” dari Laut Mediterania menuju target-target oposisi di provinsi Deir Az Zur untuk mendukung pasukan rezim Suriah, kantor-kantor berita Rusia mengutip perkataan kementrian pertahanan di Moskow.

ICRC melaporkan bahwa beberapa kamp di sekitar Raqq dan Deir Az Zur setiap hari menerima lebih dari 1.000 orang, termasuk banyak wanita dan anak-anak, serta menambahkan bahwa organisasi-organisasi kemanusiaan sedang berjuang menyediakan air, makanan dan kebutuhan dasar bagi orang-orang yang baru tiba.

“Operasi militer tidak boleh mengabaikan nasib penduduk sipil dan infrastruktur penting yang menjadi tempat bergantung mereka,” kata Robert Mardini, direktur regional ICRC untuk  Timur Tengah.

“Menang dengan cara apapun yang diperlukan tidak hanya melanggar hukum tetapi juga tidak dapat diterima ketika mengorbankan nyawa manusia seperti itu. Kami sekali lagi meminta semua yang bertempur di Suriah untuk menahan diri, dan mematuhi prinsip-prinsip dasar hukum kemanusiaan internasional.”

Baca: Foto Omran, Bocah Aleppo Korban Kekejaman di Suriah jadi Sorotan

Badan Pengawas HAM Suriah, kelompok pemantau berbasis di Inggris, mencatat terbunuhnya 185 orang, termasuk 45 anak-anak dan 46 wanita antara 29 September hingga 4 Oktober dalam beberapa serangan, yang dilakukan baik oleh Rusia dan pemerintah rezim Suriah.

Sebelumnya pada Rabu, oposisi Suriah mengecam dalam pernyataannya “pembantaian mengerikan terhadap mereka yang berusaha menghindari perang di pinggiran Deir Az Zur”.

“Pesawat-pesawat tempur penjajah Rusiah telah melakukan pembantaian kejam di dekat kota al-Ashira selatan Deir Az Zur, yang menyebabkan terbunuhnya tidak kurang dari 50 penduduk sipil, kebanyakan wanita dan anak-anak”.

“Serangan pada para penduduk sipil yang menghindari peperangan terjadi ketika mereka sedang menyeberangi sungai Euphrates … ketika pesawat tempur Rusia secara langsung memeriami mereka, dan di tengah siang bolong,” pernyataan itu melanjutkan, bahwa terdapat puluhan ribu penduduk Suriah sedang berada di bawah kepungan dan menjadi target tentara rezim Suriah dan Rusia.

Militer Suriah, di bawah Presiden Bashar al-Assad, melancarkan sebuah operasi militer baru-baru untuk menduduki Deir Az Zur, salah satu kota di dekat sungai Eufhrate, yang kebanyakan diduduki oleh kelompok ISIS sejak 2014.

Baca: 60 Warga Sipil Terbunuh dalam Serangan Udara di Deir az Zur

Minggu lalu, Dokter untuk Hak Asasi Manusia (PHR) mengutuk Rusia dan pemerintah rezim Suriah atas “serangkaian serangan mematikan” pada rumah sakit di Suriah  di Idlib, barat laut Deir Az Zur.

“Apa yang diberitahukan pada kita ialah bahwa ini seperti sebuah strategi untuk menghukum populasi penduduk sipil dan menghilangkan keberadaan rumah sakit sehingga perawatan kesehatan tidak mungkin terjadi,” Marianne Mollman, direktur penelitian dan investigasi PHR, mengatakan Aljazeera.

Pengeboman mengerikan terjadi pada tahun lalu selama pertempuran Aleppo, yang berakhir pada Desember 2016 ketika pemerintah rezim Suriah dukungan Rusia menduduki kota-kota besar dari petempur oposisi.

Abdulkafi Alhamdo, seorang profesor di Universitas Aleppo, yang berasal dari kota itu tetapi saat ini tinggal di pinggiran Aleppo setelah terusir karena perang, mengatakan para penduduk di bagian-bagian Aleppo berada dalam kondisi-kondisi “yang mengerikan”.

“Orang-orang sedang tinggal dalam mimpi buruk penangkapan yang dapat terjadi kapapun, dan banyak orang takut kembali ke [kota] Aleppo,” katanya pada Aljazeera via Skype.

“Tentu saja, serta pula di Aleppo saat ini tidak ada pelayanan apapun – tidak ada listrik, air – karena semua kabel dan pipa telah hancur atau dicuri ketika Assad menduduki wilayah timur Aleppo,” Alhamdo menambahkan.*

(Nashirul Haq AR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>