frontpage hit counter

Hipokrit, Tokoh Partai Anti-Migran Jerman AfD Mempekerjakan Pencari Suaka

Politisi AfD itu sebelumnya membayar seorang perempuan mahasiswa jurusan studi keislaman untuk membersihkan rumahnya.

Hipokrit, Tokoh Partai Anti-Migran Jerman AfD Mempekerjakan Pencari Suaka

Terkait

Hidayatullah.com—Salah seorang pemimpin partai anti-migran Jerman AfD, Alice Weidel, membayar di bawah meja seorang pencari suaka yang dipekerjakan sebagai tukang bersih-bersih di rumahnya, lapor koran Die Zeit.

Dilansir Deutsche Welle Kamis (14/9/2017), koran mingguan itu mengaku mengetahui bahwa Weidel sebelumnya membayar seorang perempuan mahasiswa jurusan studi keislaman untuk membersihkan rumahnya. Ketika mahasiswi itu pergi, lapor Die Zeit, pekerjaannya diserahkan kepada seorang migran pencari suaka.

Kedua perempuan itu diupah 25 franc Swiss (sekitar $26) per jam dalam bentuk tunai, lapor koran itu. Dan di antara mereka tidak ada kontrak kerja maupun bukti pembayaran upah tertulis, yang merupakan keharusan di Jerman.

Dipertanyakan oleh media tersebut soal legalitas kesepakatan kerja semacam itu, pengacara Wiedel awalnya berdalih bahwa “tengat satu hari yang diberikan untuk menjawab pertanyaan tersebut terlalu singkat, sementara masalahnya menyangkut perkara hukum yang tidak sederhana.”

Akan tetapi, pengacara Wiedel kemudian mengatakan kepada Die Zeit bahwa politisi wanita itu memiliki “kontak teman” dengan seorang Suriah yang juga merupakan tamu di rumahnya. “Namun, bahwa pencari suaka itu dipekerjakan di rumah klien kami atau pernah bekerja sebagai pegawai atau menerima gaji adalah tidak benar.”

Klaim tersebut justru menggiring pada tuduhan kemunafikan, sebab Wiedel selama ini bersama partai rasisnya senantiasa menuntut pemberlakuan kebijakan yang keras dalam masalah suaka. Tidak hanya itu, AfD bahkan menuduh Angkatan Laut Jerman berpartisipasi dalam penyelundupan manusia dengan menolong migran yang terombang-ambing di laut lepas.

Wiedel, yang hiudp seatap dengan pasangan lesbiannya –seorang warga Swiss yang diadopsi ketika kanak-kanak dari Sri Lanka– diangkat menjadi wakil pemimpin AfD pada bulan April lalu. Wanita berusia 38 tahun konsultan bisnis yang melek media dan banyak menghabiskan waktunya di China itu dipandang mampu mewakili misi dan visi partai anti orang asing, AfD, di kancah perpolitikan Jerman.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !