frontpage hit counter

Bunuh Diri Penyebab No.1 Kematian Tentara Israel Dua Tahun Berturut-Turut

Seorang pejabat militer israel mengatakan tentara lebih rentan mengalami depresi selama liburan.

Bunuh Diri Penyebab No.1 Kematian Tentara Israel Dua Tahun Berturut-Turut
www.independent.co.uk
Tentara Israel menangisi kematian sahabatnya, Hadar Goldin

Terkait

Hidayatullah.com—Bunuh diri adalah penyebab kematian tertinggi tentara Israel (IDF) pada tahun 2016, melebihi kasus kematian saat melaksanakan tugas, menurut data yang dirilis angkatan bersenjata Zionis Yahudi itu.

Dari 41 tentara IDF yang meninggal tahun lalu, sebanyak 15 di antaranya merenggut nyawanya sendiri, kata seorang pejabat dari Direktorat Sumber Daya Manusia IDF mengumumkan hal itu hari Ahad (8/1/2017) seperti dilansir RT dari Times of Israel.

Meskipun demikian, kematian-kematian itu masih diselidiki dan dinyatakan “diduga bunuh diri,” sebab penyelidikannya masih berlangsung, lapor koran Zionis Haaretz.

Semua tentara yang melakukan bunuh diri adalah laki-laki. Dua belas dari mereka adalah tentara wajib militer, dua tentara karir, dan satu tentara cadangan.

Jumlah tentara IDF yang bunuh diri tahun lalu sama dengan tahun 2015, ketika bunuh diri juga menjadi penyebab nomor satu kematian tentara IDF.

Pada 2014, jumlah tentara IDF yang mengakhiri nyawanya sendiri juga mencapai 15 orang, tetapi bunuh diri tidak menjadi penyebab utama kematian personel IDF di tahun itu.

Laporan resmi itu juga menyebutkan bahwa penduduk yang “lemah”, seperti imigran baru, tidak termasuk yang banyak melakukan bunuh diri, atau berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada 2015, tiga tentara IDF asal Ethiopia menghilangkan nyawanya sendiri.

Meskipun militer sudah melonggarkan peraturan yang melarang personelnya membawa pulang senjata api saat cuti panjang, laporan resmi itu menyebutkan bahwa militer masih “ketat terhadap mereka yang membawa senjata pulang ke rumah. Hal itu tidak bisa dilakukan sesuka hati orang.”

Mengomentari banyaknya tentara yang bunuh diri, seorang pejabat militer kepada Haaretz berkata, “Tidak mungkin mengetahui setiap kasus akan terjadi sebelumnya, tetapi kami melakukan banyak hal untuk menangani masalah ini.”

Dia kemudian menjelaskan bahwa tentara lebih rentan mengalami depresi selama liburan, dan karena itu para komandan diminta agar memverifikasi keberadaan anak buahnya kala itu, khususnya mereka yang diketahui mengalami gangguan emosional.

Di tahun 2016, jumlah kematian tentara IDF lebih banyak lima kasus dibanding tahun 2015.

Tahun 2017 ini, sudah ada tentara IDF yang mati, termasuk 4 orang tewas akibat diterjang truk yang dikendarai seorang pria Palestina, saat kendaraan itu ditabrakkan ke arah sekelompok orang di dekat dinding Kota Tua Yerusalem hari Ahad (8/1/2017).*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !