frontpage hit counter

KJRI Jedah Temukan Juariah Mastara Setelah 19 Tahun Hilang

Perlakukan majikan dan keluarganya yang begitu baik membuatnya lupa menghubungi keluarganya sendiri selama 19 tahun

KJRI Jedah Temukan Juariah Mastara Setelah 19 Tahun Hilang
ISTIMEWA
Juariah Mastara, TKI asal Blok Karang Moncol, Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu bersama aparat Saudi

Terkait

Hidayatullah.com–Setelah 19 tahun dalam pencarian, Juariah Mastara,  TKI asal Blok Karang Moncol, Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah di penghujung 2016 ini.

Juariah ditemukan di Distrik Al-Qaim di daerah Taif, Arab Saudi, yang berjarak sekitar 200 KM dari KJRI Jeddah.

Tim Perlindungan melacak keberadaan Juariah melalui komunikasi intensif dengan berbagai instansi terkait Pemerintah Setempat, dan baru menemukan titik terang setelah menerima laporan ditemukannya Juariah dari pihak Kepolisian Taif KJRI Jeddah,  sebagai respons atas nota diplomatik yang dikirimkan KJRI Jeddah ke kantor Gubernur Taif melalui Kemlu Arab Saudi.

“Juariah dijemput pihak kepolisian Taif di sebuah acara undangan pernikahan dan langsung dibawa ke kantor polisi. Kami lansung meluncur ke sana (kantor polisi),” tutur Hertanto, Staf Teknis Ketenagakerjaan KJRI Jeddah.

Juariah akhirnya dibawa Tim Perlindungan dan kini ditempatkan di Rumah Persinggahan Sementara ke KJRI Jeddah.

Saat ditanya, baik pada saat berada di kantor polisi maupun di KJRI Jeddah, mengenai alasan mengapa ia begitu lama tidak menghubungi keluarga, Juariah menjawab dirinya baik-baik saja, betah bersama majikan dan keluarga majikan, dan ia mengaku semua hak-haknya dipenuhi oleh majikan. Ia menegaskan bahwa perlakukan majikan dan keluarganya yang begitu baik membuatnya lupa menghubungi keluarganya sendiri.

“Gaji lancar tiap bulan 600 (riyal). Saya simpan di kamar. Pekerjaan tidak berat. Saya cuma bersih-bersih rumah dan nyuci baju. Keluarga majikan ada tujuh di rumah. Saya kerja tidak kaya pembantu. Kalau ada makan-makan besar (pesta), kerja semua. Kalau saya capek, saya tidur dan enggak dibangunin biar 24 jam,” tuturnya kepada Tim Perlindungan.

Juariah bahkan menyatakan ikhlas tidak minta naik gaji kepada majikan karena dirinya telah diperlakukan begitu baik oleh majikan, sementara di luar sana ia banyak mendengar cerita tentang TKI yang tidak seberuntung dirinya.

Untuk memastikan kepada pihak keluarga Juariah di kampung halaman, bahwa keadaan dirinya sehat dan baik-baik saja,  Selasa, (03/01/2017), Konjen RI Jeddah, M. Hery Saripudin, bersama Juariah berkomunikasi langsung melalui video call dengan orang tuanya, Mastara beserta keluarga, di kampung halaman yang difasilitasi oleh satu LSM.

Didampingi Pelaksana Fungsi Konsuler-1 yang merangkap Koordinator Perlindungan Warga, Dicky Yunus, dan Staf Teknis Ketenagakerjaan KJRI Jeddah, Hertanto Setyo, Konjen RI Jeddah, meyakinkan Juariah agar pulang ke kempung halaman dan kembali ke tengah keluarga yang telah lama merindukan kepulangan dirinya.

“Kasian bapak-ibu kamu di rumah, saudara-saudarmu. Mereka sudah lama mencari-cari kabar tentang keberadaan kamu, menanyakan ke sana kemari kesehatan dan keselamatan kamu. Semua orang dibuat gelisah. Pulang saja ya,” bujuk Konjen kepada Juariah yang dijawabnya dengan anggukan.

Sampai berita ini diturunkan, KJRI Jeddah, masih mengurus hak-hak Juariah selama bekerja dengan majikannya. Setelah semua haknya dipenuhi, langkah selanjutnya adalah pengurusan dokumen perjalanan Juariah yang membutuhkan waktu, mengingat statusnya kini adalah overstayer karena ia tidak pernah melakukan pembaharuan masa berlaku dokumen.

Menurut catatan, masa berlaku paspor Juariah berakhir pada tanggal 19 Desember 1999, dan sejak kedatangannya di Arab Saudi 1997, ia tidak pernah melakukan penggantian paspor, demikian pula kartu izin tinggalnya (iqamah) selama bekerja dengan keluarga majikan.

Selain itu, ditemukan pula pemalsuan data dirinya. Di paspornya, Juariah kelahiran tanggal 25 Mei 1967, sementara di KTP tertera ia kelahiran tanggal 25 bulan Mei 1977.

Juariah dinyatakan hilang kontak sekitar 19 tahun silam sejak dirinya berangkat ke Arab Saudi pada tahun 1997 untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan hanya sekali berkirim surat kepada pihak keluarga. Setelah itu, keberadaan Juariah tidak diketahui entah di mana.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !