OKI: Islamophobia Masuk Tahap Ketiga

Islamophobia berbeda dan tidak dapat disamakan dengan kebencian rasial atau xenophobia (ketakutan terhadap orang asing). Islamophobia merupakan stigmatisasi terhadap agama dan pengikut Islam.

OKI: Islamophobia Masuk Tahap Ketiga

Terkait

Hidayatullah.com—Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan efektif guna mencegah berkembangnya Islamophobia atau sikap permusuhan terhadap Islam dan Muslim di seluruh dunia.

“Islamophobia sedang meningkat, bahkan telah memasuki tahap ketiga,” kata Ihsanoglu dalam pernyataannya, menanggapi laporan terbaru Amnesty International yang berjudul “Choice and Prejudice: Discrimination Against Muslims in Europe.”

Ihsanoglu menjelaskan, pada tahap pertama para musuh Islam menggunakan alasan keebasan berekspresi untuk menyerang Islam dan Muslim, seperti yang muncul dalam kasus penggambaran sosok Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam bentuk kartun sebagai bentuk penghinaan.

Pada tahap ketiga, mereka berusaha melembagakan kebencian terhadap Islam dan Muslim. Sebagai contoh, larangan pembangunan menara masjid di Swiss yang ditetapkan lewat referendum atau pemungutan suara rakyat.

Contoh lain, larangan penggunaan kerudung atau cadar di sejumlah negara seperti Belgia, Belanda, Prancis dan Spanyol.

OKI menegaskan bahwa Islamophobia berbeda dan tidak dapat disamakan dengan kebencian rasial atau xenophobia (ketakutan terhadap orang asing). Islamophobia merupakan stigmatisasi terhadap agama dan pengikut Islam.

“Islamophobia adalah musuh bagi hak asasi manusia dan juga kehormatan Muslim,” tegas Ihsanoglu, dikutip Arab News (05/04/2012).

Amnesty Interntional dalam laporannya menyebutkan bahwa Muslim di Eropa menghadapi diskriminasi dalam bidang pendidikan, pekerjaan dan kebebasan beragama. Laporan itu juga menjelaskan bahwa partai-partai politik menggunakan Islamophobia sebagai alat untuk mendulang suara pemilih dan mendapatkan kekuasaan politik.

“Wanita-wanita Muslim tidak diberi pekerjaan dan para gadis dilarang masuk kelas hanya karena mereka mengenakan pakaian tradisi seperti kerudung. Para pria dilarang memelihara jenggot,” kata Marco Perolini, pakar masalah diskriminasi di Amnesty International.

“Bukannya melawan prasangka-prasangka buruk ini, partai politik dan para pejabat publik semuanya terlalu sering memanfaatkannya untuk mencapai tujuan yaitu memperoleh suara,” kata Perolini.

Laporan Amnesty International itu membeberkan masalah Islamophobia dengan fokus di negara Belgia, Prancis, Belanda, Swiss dan Spanyol.

Dalam pernyataannya, Ihsanoglu juga mengecam kelompok-kelompok garis keras yang membuat buruk wajah Islam.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , ,

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !