Berita – Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Sun, 22 Apr 2018 03:28:36 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.4 Mossad Dicurigai Berada Di Balik Pembunuhan Imam Palestina di Malaysia http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2018/04/22/141013/mossad-dicurigai-berada-di-balik-pembunuhan-imam-palestina-di-malaysia.html Sun, 22 Apr 2018 03:28:36 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=141013

Hidayatullah.com–Keluarga seorang dosen Palestina, yang diduga terkait dengan program drone dan roket Hamas, telah menuduh Mossad sebagai dalang pembunuhannya di […]

The post Mossad Dicurigai Berada Di Balik Pembunuhan Imam Palestina di Malaysia appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Keluarga seorang dosen Palestina, yang diduga terkait dengan program drone dan roket Hamas, telah menuduh Mossad sebagai dalang pembunuhannya di Kuala Lumpur. Otoritas Malaysia juga telah mengisyaratkan keterlibatan potensial intelijen asing.

Sebagaiman dilansir Russia Today (22/4/2018), warga Palestina, yang diidentifikasi sebagai Fadi Mohammad Al Batsh, dibunuh di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, Sabtu. Dua tersangka telah menunggu korban selama sekitar 20 menit dan kemudian menembaki dia, lalu melarikan diri dari tempat kejadian dengan sepeda motor, menurut polisi setempat.

“Tersangka menembakkan 10 tembakan, empat di antaranya mengenai kepala dan tubuh dosen tersebut. Dia mati di tempat. Polisi juga menemukan dua peluru peluru kosong di sana, ”kata kepala Polisi Kuala Lumpur Mazlan Lazim kepada wartawan.

Al Batsh, seorang dosen berusia 35 tahun di universitas swasta, juga sebagai imam di sebuah surau lokal, sebuah varian masjid Malaysia yang lebih kecil. Kepala kepolisian mengatakan para penyelidik akan mempelajari semua teori yang mungkin berkaitan dengan peristiwa itu, termasuk kemungkinan keterlibatan negara Islam (IS, sebelumnya ISIS / ISIL). Sementara identitas pelaku masih belum diketahui, mereka diyakini sebagai orang dari Kaukasia, menurut Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi.

“Pengajar itu, penduduk permanen negara ini, diyakini telah menjadi sasaran bagi negara yang bermusuhan dengan Palestina,” kata pejabat itu, yang menunjukkan bahwa intelijen asing mungkin telah terlibat dalam pembunuhan itu.

“Polisi akan melakukan penyelidikan dengan meliputi semua sudut. Kami akan menyelidiki kasus ini sampai penangkapan para pelaku kejahatan, ”tambahnya, menyatakan bahwa penegak hukum negara akan mencari bantuan dari Interpol dan Aseanapol untuk melacak para tersangka.

Keluarga Al Batsh dengan yakin menyebut badan intelijen Israel Mossad sebagai pelaku. “Kami menuduh Mossad berada di balik pembunuhan itu,” keluarga, yang tinggal di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan. Hamas sendiri juga telah menunjuk jari di Israel, menjanjikan “untuk mengadakan pertemuan dengan pejabat Malaysia dan menindaklanjuti rincian kejahatan.” Baik anggota keluarga maupun Hamas akan memberikan bukti untuk mendukung klaim mereka.*

The post Mossad Dicurigai Berada Di Balik Pembunuhan Imam Palestina di Malaysia appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
Saudi Bersiap Gelar “Smack Down” Perdana di Jeddah http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2018/04/22/141008/saudi-bersiap-gelar-smack-down-perdana-di-jeddah.html Sun, 22 Apr 2018 01:40:40 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=141008

Hidayatullah.com–Telah tiba hari ini di Bandara King Abdulaziz  Jeddah, sebuah pesawat yang membawa bintang dunia gulat bebas WWE  untuk  melakukan […]

The post Saudi Bersiap Gelar “Smack Down” Perdana di Jeddah appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Telah tiba hari ini di Bandara King Abdulaziz  Jeddah, sebuah pesawat yang membawa bintang dunia gulat bebas WWE  untuk  melakukan persiapan awal gelar laga, demikian lansir Al Arabiya (22/4/2018).

Kepala eksekutif WWE perusahan pertunjukan gulat bebas Vince Mc Mahon mentakan bahwa “Arab Saudi akan menyaksikan peristiwa bersejarah  dalam pertunjukan gulat bebas pada tanggal 27 April.”

Perlombaan akan digelar di Stadion Raja Abdullah Sports City di Jeddah, dengan partisipasi dari sejumlah besar bintang gulat, termasuk John Cena dan Triple H.

Penjualan tiket yang mulai dari 10 riyal dan akan tersedia untuk dijual melalui beberapa tempat, termasuk Otoritas Umum untuk kantor Olahraga di Riyadh, Jeddah dan Dammam, Red Sea Mall dan Arab Complex dan lainnya.

Kontrak 10 Tahun

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa Turki Al-Sheikh, Presiden Otorita Umum untuk Olahraga dan Presiden Komite Olimpiade Arab Saudi, menandatangani sebuah kesepakatan dengan WWE untuk mengadakan kompetisi pertarungan secara eksklusif di Arab Saudi selama 10 tahun, demikian lansir media Saudi Al Arabiya (29/2/2018).

Disampaikan dalam akun Twitter Otoritas Umum untuk Olahraga,”Ketua Umum Otoritas Olahraga, Ketua Komite Olimpiade Arab Saudi, Mr Turki bin Abdulmohsen Al-Sheikh, menandatangani sebuah kesepakatan dengan WWE untuk mengadakan kompetisi pertarungan secara eksklusif di Saudi selama 10 tahun.”

*

The post Saudi Bersiap Gelar “Smack Down” Perdana di Jeddah appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
Uni Emirat Arab akan Buka Taman Hiburan Ikon Warner Bros http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2018/04/22/141005/uni-emirat-arab-akan-buka-taman-hiburan-ikon-warner-bros.html Sun, 22 Apr 2018 01:11:33 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=141005

Produk Warner Brothers yang kita nikmati adalah milik keluarga imigran Yahudi dari Polandia, Warner

The post Uni Emirat Arab akan Buka Taman Hiburan Ikon Warner Bros appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Abu Dhabi mengharapkan pembukaan dari taman hiburan Warner Bros senilai $1 miliar akan membantu negara itu dalam upayanya meningkatkan hingga dua kali lipat jumlah turis yang berkunjung dalam beberapa tahun ke depan.

Abu Dhabi yang kaya akan minyak menginvestasikan miliaran dollar di sector pariwisata, industry dan infrastruktur untuk mendiversifikasikan ekonominya dari minyak.

Negara itu sudah menjadi rumah bagi Museum Louvre Abu Dhabi, Formula 1 Etihad Airways Abu Dhabi Grand Prix, Ferrari World dan the Yas Water Park. Dua museum lagi – Guggenheim dan Museum Nasional Zayed – sedang dibangun bersama dengan taman hiburan SeaWorld.

Baca: 10 Cara, Anda sudah Membantu Yahudi-Israel 

Taman Warner Bros akan menjadi daya tarik tambahan, namun dengan kota tetangga Dubai yang telah menjadi tujuan wisata terkenal dan besarnya investasi pad ataman hiburan itu, keuntungan mungkin tidak akan cepat.

“Taman hiburan adalah permainan jangka panjang, kita memiliki rencana bisnis berkelanjutan,” Mohamed Khalifa al Mubarak, kepala Miral, pengembang taman hiburan Warner Bros, mengatakan pada Rabu, bahwa Abu Dhabi dan Dubai tujuan wisata dengan taman hiburan yang berbeda.

Abu Dhabi menarik 4,8 juta wisatawan pada 2017 dan menargetkan 8,5 juta pengunjung pada 2021, menurut departemen budaya dan pariwisata Uni Emirat Arab.

Taman Warner Bros dengan luas 1,65 juta kaki persegi di pulau Yas akan memiliki fitur DC Metropolis, Kota Gotham, Cartoon Junction, Dynamite Gulch dan sebuah Plaza Warner Bros.

“Kami telah bekerja sama dengan Miral untuk menghidupkan waralaba ikonik seperti DC Entertainment, Looney Tunes dan Hanna-Barbera dalam sebuah lingkungan yang benar-benar imersif dan otentik,” kata Pam Lifford, presiden Warner Bros dikutip Arabnews.

Baca: Wanita Jajakan Kristen di Jalanan Abu Dhabi 

Sebagaimana diketahui, Warner Bros (sebelumnya Warner Brothers Pictures, Inc.)  adalah perusahaan hiburan enam besar di Amerika, merupakan divisi Time Warner yang berkantor pusat di Burbank, California.

Anggota Motion Picture Association of America (MPAA) ini bergerak dalam bidang jasa film, program TV dan gambar bergerak. Diantara karyanya adalah film Harry Potter, Hobbit, Batman, Superman, Fury Road dan jaringan TV Kabel.

Hanya sedikit orang tahu bahwa produk Warner Brothers yang kita nikmati adalah milik keluarga imigran Yahudi dari Polandia, Warner. Sementara Abu Dhabi juga dikenal ‘surga maksiat’ di Negara Teluk.*/Nashirul Haq AR

The post Uni Emirat Arab akan Buka Taman Hiburan Ikon Warner Bros appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
‘Setiap Warga Palestina Merupakan Subjek Penangkapan’ http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2018/04/22/140999/setiap-warga-palestina-merupakan-subjek-penangkapan.html Sat, 21 Apr 2018 23:35:55 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=140999

Tahanan terkadang harus menghabiskan 24 jam dalam gelap, duduk di kursi logam yang sangat tidak nyaman dan tanpa akses pada toilet

The post ‘Setiap Warga Palestina Merupakan Subjek Penangkapan’ appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Sejak Israel memulai penjajahan militernya atas Tepi Barat, termasuk Jerusalem Timur, dan Jalur Gaza pada 1967, Negara Zionis itu telah memenjarakan lebih dari 800.000 warga Palestina. Jadi, tidaklah mengejutkan ketika rakyat Palestina memiliki sebuah peringatan tahunan yang didedikasikan untuk para tahanan Palestina – 17 April 2018.

Hari ini, lebih dari 6.000 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, 356 dari mereka adalah anak-anaka, 62 perempuan dan 427 tahanan administratif tanpa pengadilan, menurut kelompok HAM tahanan Palestina, Addameer.

Middle East Monitor (MEMO) berbicara pada pembela HAM dan pengacara Palestina Shireen Issawi, yang telah bekerja dengan tahanan Palestina dengan memberikan bantuan hukum.

Seorang Pembela HAM

Issawi mulai bekerja dengan para tahanan pada tahin 2003, dengan mewakili tahanan yang telah dijatuhi hukuman penjara isolasi. “Beberapa dari para tahanan ini dijatuhi hukuman penjara isolasi 10 hingga 12 tahun dan kekurangan bantuan hukum yang memadai,” Issawi mengatakan pada MEMO.

“Saya telah berkeinginan menjadi seorang pengacara dan pembela hak asasi manusia sejak Saya masih anak-anak,” katanya. Menjelaskan motivasinya, dia melanjutkan: “Sebagai seorang anak-anak Saya menikmati pramuka sekolah dan berkemah, namun Saya selalu mengetahui realitas politik di sekitarku karena itulah kehidupan saya setiap hari.”

“Saya menyaksikan kebrutalan penjajahan, penangkapan, dan penggerebekan rumah pada malam hari ketika mereka akan memaksa kami keluar di dinginnya malam bahkan tanpa sepatu,” tambahnya.

Pembela HAM dan pengacara Palestina Shireen Issawi

Dia menjelaskan. “Tentara akan membawa mereka bahkan meskipun mereka berumur 13 atau 14 tanpa menginformasikan kami di mana mereka berada, tanpa memberikan kami informasi apapun tentang apa yang akan tentara lakukan pada mereka, dan tidak memperbolehkan orang tuaku menemani mereka.”

“Semua ini memotivasiku untuk bekerja dengan para tahanan dan melindungi hak-hak mereka, karena Saya percaya bahwa mereka merupakan orang-orang yang melawan penjajahan militer brutal ini namun di saat yang sama memiliki perhatian hukum yang sangat kecil.”

Baca: Dukung Israel, Facebook Tutup Ratusan Akun Aktivis Palestina 

Issawi memiliki ketertarikan khusus dalam pekerjaan dengan para tahanan perempuan, khususnya anak di bawah umur dan para ibu, yang dia pandang sebagai orang yang paling rapuh dan sangat membutuhkan bantuan hukum. Bekerja dengan Defence for Children International (DCI), Issawi dapat mengunjungi para tahanan dan mengajukan pengaduan atas nama mereka di Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

“Saya akan mengumpulkan pengakuan mereka tentang perlakuan kejam yang mereka hadapi dan semua pelanggaran hak mereka dan mengajukan pengaduan resmi,” katanya.

“Pekerjaanku penting dan telah membuat sebuah perbedaan,” lanjutnya. “Dari apa yang para tahanan katakan padaku, perlakuan pada mereka dari hari-ke-hari oleh sipir penjara dan administrasi penjara telah bertambah baik.”

“Ketika otoritas Israel melihat bahwa seseorang sedang memperhatikan dan bekerja keras mendukung para tahanan, hal itu bertindak sebagai pencegah pelanggaran mereka,” tambahnya. “Tentu saja Saya tidak dapat menghentikan semua pelanggaran hak mereka, namun Saya berupaya untuk membatasinya.”

Seorang Tahanan

Issawi mengatakan bahwa dia telah dikriminalisasikan karena pekerjaannya mewakili para tahanan Palestina.

Dituduh menjadi penyampai pesan pada keluarga tahanan, memberikan informasi dan mengirimkan dana antara tahanan dan organisasi politik, Issawi telah dijatuhi empat tahun hukuman penjara pada 2016, dan dibebaskan lebih awal karena bandingnya diterima pada Oktober tahun lalu setelah menghabiskan 43 bulan di penjara.

Itu bukanlah pertama kalinya Issawi dipenjara, tetapi itu merupakan yang terlama. Dia menggambarkan waktunya di penjara “sangat sulit dan memalukan”.

Pengacara itu menghabiskan kebanyakan vonis penjaranya di ruang isolasi sebagai hukuman. “Saya akan diisolasi dalam sebuah sel dengan hanya sebuah matras untuk tidur,” dia mengatakan pada MEMO.

Sel tersebut memiliki kamera-kamera yang dipasang di semua tempat, termasuk di atas toilet, tambahnya.  “Pernah Saya tidak mandi selama dua bulan karena kamera-kamera itu,” katanya. “Saya juga tidak memiliki akses pada kesehatan, khususnya ketika Saya baru saja dipukuli oleh sipir penjara dan mengalami guncangan keras karena itu.”

Issawi mengatakan penghinaan dan pengabaian medis merupakan hal yang sangat biasa di penjara-penjara Israel, mengutip kasus para tahanan wanita lain yang menderita karena kurangnya perawatan kesehatan. “Israa Ja’abis, Helwa Hamamra dan Abla Al-Adam merupakan beberapa dari para tahanan yang tidak menerima perawatan medis penting yang mereka butuhkan dan Saya menyaksikan kesehatan mereka memburuk.”

Baca: Pernyataan Persatuan Ulama Palestina atas Keputusan Donald Trump terhadap Baitul Maqdis

Issawi juga tidak diperbolehkan menerima kunjungan selama sebagian besar masa tahanannya sebagai bentuk hukuman. Sementara para tahanan biasanya berhak menerima kunjungan keluarga 45 menit sekali setiap dua minggu, banyak dari para tahanan yang tidak memiliki ini, baik sebagai hukuman atau karena “alasan keamanan”.

“Ketika kunjungan diperbolehkan, mereka masih akan memperlakukan keluarga yang datang mengunjungi saudara mereka dengan buruk,” lanjutnya. “Keluarga yang berkunjung harus tiba di penjara pada jam 5 pagi dan kemudian membiarkan mereka menunggu di luar untuk waktu yang lama sebelum akhirnya memperbolehkan mereka masuk.”

“Sipir penjara mempermalukan mereka dan pemeriksaannya sangat invasif dan provokatif,” tambahnya.

Dia menyebutkan pemindahan tahanan dari dan ke pengadilan sebagai bentuk penyiksaan, Issawi mengatakan para tahanan terkadang harus menghabiskan sekitar 24 jam dalam kendaraan berkaca gelap, duduk di kursi logam yang sangat tidak nyaman dan tanpa akses pada toilet.

“Hal yang sama juga terjadi di ruang tunggu di pengadilan,” lanjutnya. “Tidak ada toilet atau jendela di ruang tunggu.”

Issawi bukanlah satu-satunya dalam keluarganya yang telah mengenal bentuk dalam sel penjara. Dia adalah saudara perempuan dari Medhat, yang juga merupakan pengacara yang bekerja dengan para tahanan Palestina, dan Samer Issawi. Dia seringkali bertindak sebagai juru bicara untuk kampanye saudara laki-lakinya Samer selama mogok makan panjangnya.

“Kami adalah sebuah keluarga yang bersatu kuat,” kata Issawi. “Kami saling mencintai dan menjaga satu sama lain, dan semua tindakan terhadap keluargaku membuat kami bahkan lebih berkomitmen pada masalah itu karena kami mengetahui bahwa setiap warga Palestina merupakan subjek dari penahanan.”

“Kami semua adalah target,” tegasnya.*

Wawancara Middleeastmonitor, diterjemahkan  Nashirul Haq AR

The post ‘Setiap Warga Palestina Merupakan Subjek Penangkapan’ appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
Pemerintah Rumania Terpecah Soal Pemindahan Kedutaan ke Yerusalem http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2018/04/22/141001/pemerintah-rumania-terpecah-soal-pemindahan-kedutaan-ke-yerusalem.html Sat, 21 Apr 2018 23:13:31 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=141001

Hidayatullah.com—Presiden Rumania turun tangan dalam perselisihan perihal pemindahan kedutaan besar negara di Israel ke Yerusalem. Ketua partai Sosial Demokrat yang […]

The post Pemerintah Rumania Terpecah Soal Pemindahan Kedutaan ke Yerusalem appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com—Presiden Rumania turun tangan dalam perselisihan perihal pemindahan kedutaan besar negara di Israel ke Yerusalem.

Ketua partai Sosial Demokrat yang berkuasa saat ini telah menyetujui memoransum pemindahan kedutaan Rumania dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Namun, kepala negara itu Presiden Klaus Iohannis menyampaikan penolakan keras, dengan menegaskan bahwa pemindahan lokasi kedutaan itu akan melanggar hukum internasional dan akan merusak kepentingan Rumania di kawasan tersebut, lapor Euronews (20/4/2018).

Berdasarkan konstitusi Rumania, pengesahan kebijakan semacam itu harus diketok palu oleh presiden sebagai penentu akhir. Rumania menganut sistem semi-presidensial atau sistem eksekutif ganda di mana presiden bersama perdana menteri dan kabinetnya menjalankan pemerintahan.

Belum jelas apa yang akan dilakukan pemerintah Rumania menyusul penolakan keras dari Presiden Iohannis.

Hari Kamis (19/4/2018), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa “sedikitnya enam negara sedang mempertimbangkan untuk memindahkan lokasi kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Amerika Serikat yang mencuatkan ide itu dijadwalkan akan memindahkan kedutaannya ke Al-Quds pada 14 Mei.*

The post Pemerintah Rumania Terpecah Soal Pemindahan Kedutaan ke Yerusalem appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
Rusia dan AS “Main Mata” di Suriah http://www.hidayatullah.com/berita/kabar-dari-suriah/read/2018/04/21/140996/rusia-dan-as-main-mata-di-suriah.html Sat, 21 Apr 2018 15:04:59 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=140996

Rusia mengancam akan membalas jika diserang, dan faktanya ternyata mereka sudah saling mengontak sebelum serangan dilakukan

The post Rusia dan AS “Main Mata” di Suriah appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Rusia buka-bukaan bahwa negara ini telah memperingatkan Amerika Serikat mengenai “garis merah” yang tidak boleh dilanggar sebelum Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Suriah.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dilaporkan telah berkata bahwa para pejabat Amerika telah dihubungi sebelum AS, Inggris dan Prancis meluncurkan peluru kendalinya ke Suriah akhir pekan lalu itu.

“Ada kontak antarpemimpin militer, antar para jenderal, antar wakil-wakil kami dan koalisi,” kata Lavrov seperti dikutip Antara dari Sky News.  “Mereka diberi tahu soal di mana garis merah kami, termasuk garis merah di darat, secara geografis. Dan hasilnya menunjukkanh mereka tidak melanggar garis merah-garis merah itu.”

Baca: Berharap Kedamaian Suriah dari Tangan AS dan Rusia

Sekitar 105 peluru kendali diluncurkan ke Suriah untuk menjawab dugaan serangan kimia ke Douma, Suriah, pada  7 April yang menewaskan sekitar 40 orang.

Baca: 5 Skenario yang Akan Dihadapi AS di Suriah

Rusia mengancam akan membalas jika diserang, dan faktanya ternyata mereka sudah saling mengontak sebelum serangan dilakukan.

Rusia, sekutu utama Suriah, membantah ada penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah.*

The post Rusia dan AS “Main Mata” di Suriah appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
Imam Palestina Ditembak Mati di Malaysia http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2018/04/21/140993/imam-palestina-ditembak-mati-di-malaysia.html Sat, 21 Apr 2018 14:49:58 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=140993

Abdul Halim mengatakan PUM mengutuk pembunuhan tersebut dan meminta aparat melakukan penyelidikan terperinci bagi mereka yang terlibat

The post Imam Palestina Ditembak Mati di Malaysia appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Imam asal Palestina Dr. Fadi M. R. Albatsh (35) ditembak mati di depan Kondominium Idaman Puteri, Jalan Meranti, Taman Medan, Kuala Lumpur, Sabtu, oleh dua pelaku yang menaiki sepeda motor saat hendak shalat Subuh.

Kepala Polisi Kuala Lumpur Datuk Seri Mazlan Lazim di Kuala Lumpur, Sabtu, mengatakan pihaknya menerima informasi laki-laki Arab berusia 35 tahun ditembak mati oleh dua laki-laki yang menaiki sepeda motor pukul 06.00 pagi.

“Penyelidikan awal mendapatkan pelaku menaiki sepeda motor melepaskan lebih 10 tembakan. Pemeriksaan awal mendapatkan terdapat empat bekas tembakan di tubuh korban. Polisi menemukan dua selongsong peluru di lokasi kejadian,” katanya dikutip Antaranews.

Baca: Imam Palestina Ingatkan Umat Islam: Wajib Bebaskan Baitul Maqdis

Imam Fadi adalah imam alas Palestina yang didatangkan oleh Aqsa Syarif dan MyCARE setiap bulan Ramadhan sejak tahun 2014. Dia ditembak di kepala dalam perjalanan ke surau Medan Idaman, Gombak untuk menunaikan shalat Subuh.

Dosen perguruan tinggi swasta ini meninggalkan tiga orang anak dan seorang istri. Dia sudah sering memberikan ceramah-ceramahnya ke seluruh Malaysia.

“Modus operandi pembunuhan imam Palestina di Malaysia tersebut menunjukkan pembunuhnya sudah lama merencanakan kejadian itu,” kata Presiden Persatuan Ulama Malaysia (PUM) Datuk Al-Syeikh Abdul Halim Abdul Kadir.

Baca: Imam Palestina Terisak pada Hari Pertama Tarawih

Dia mengatakan kejadian tersebut hampir sama dengan pembunuhan melibatkan seorang tokoh ulama Palestina, Syeikh Ahmad Yassin yaitu ketika keluar untuk menunaikan shalat Subuh.

“Banyak yang mengenali almarhum seorang yang baik dan biasa menjadi imam termasuk ketika shalat Terawih pada bulan Ramadhan. Almarhum juga aktif mendapatkan dana kemanusiaan untuk rakyat Palestina khususnya di Gaza,” katanya.

Abdul Halim mengatakan PUM mengutuk pembunuhan tersebut dan meminta aparat melakukan penyelidikan terperinci bagi mereka yang terlibat pembunuh dan merencanakan untuk dibawa ke muka pengadilan.*

The post Imam Palestina Ditembak Mati di Malaysia appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
Militer Qatar Ikut Andil dalam Latihan Militer Saudi http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2018/04/21/140990/militer-qatar-ikut-andil-dalam-latihan-militer-saudi.html Sat, 21 Apr 2018 14:39:52 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=140990

Latihan Perisai Teluk adalah latihan militer terbesar - baik dari segi jumlah pasukan maupun negara partisipan - di wilayah itu

The post Militer Qatar Ikut Andil dalam Latihan Militer Saudi appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Qatar ikut andil dalam latihan militer “Perisai Teluk 1” selama sebulan, yang baru selesai awal pekan ini di Arab Saudi, kata Kementerian Pertahanan Qatar, Rabu, dilansir Anadolu Agency.

Menurut kementerian, ini adalah pertama kalinya Qatar ikut serta dalam latihan militer bersama Saudi sejak Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha musim panas tahun lalu.

“Kepala Staf Angkatan Bersenjata Qatar Letnan Jenderal Ghanem bin Shahin al-Ghanem hadir saat hari terakhir latihan itu [pada Senin] atas undangan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Saudi Fayyad bin Hamed al-Ruwayli,” tulis kementerian di Twitter.

Baca: Turki Kirim Pasukan ke Pangkalan Militer Qatar

Al-Ghanem adalah pejabat militer Qatar dengan peringkat tertinggi yang mengunjungi kerajaan Saudi sejak Juni 2017, ketika Riyadh – bersama dengan Kairo, Abu Dhabi dan Manama – memutus hubungannya dengan Doha, dengan menuduhnya mendukung kelompok-kelompok teroris.

Baca: Tentara Turki Tiba di Qatar untuk Latihan Gabungan

Latihan militer yang digelar selama sebulan penuh itu melibatkan puluhan ribu personel militer dari 24 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Pakistan, Sudan, Mesir, dan Malaysia.

Hari terakhir latihan itu dihadiri oleh pimpinan negara-negara Arab yang juga mengikuti KTT Arab di Dammam sehari sebelumnya.

Menurut Kantor Berita Saudi, latihan Perisai Teluk adalah latihan militer terbesar – baik dari segi jumlah pasukan maupun negara partisipan – di wilayah itu.*/Sirajuddin Muslim

The post Militer Qatar Ikut Andil dalam Latihan Militer Saudi appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
Al-Azhar Sangkal Rencana Merger dengan Sistem Pendidikan Nasional http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2018/04/21/140986/al-azhar-sangkal-rencana-merger-dengan-sistem-pendidikan-nasional.html Sat, 21 Apr 2018 14:31:57 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=140986

Al-Ahram mengutip Shawki yang mengatakan bahwa dia sedang "mendiskusikan integrasi sistem pendidikan publik dengan sistem pendidikan Al-Azhar"

The post Al-Azhar Sangkal Rencana Merger dengan Sistem Pendidikan Nasional appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Institusi Pendidikan Islam Mesir yang menjadi rujukan dunia, Al-Azhar, kemarin menyangkal laporan bahwa institusi berencana melebur kurikulum pendidikannya dengan sistem pendidikan nasional negara itu.

Pengumuman itu disebutkan dalam pernyataan yang dirilis oleh Wakil Grand Syeikh Al-Azhar, Abbas Shuman, menyusul laporan dugaan bahwa Menteri Pendidikan Mesir, Tarek Shawki, telah mengatakan bahwa dia akan mengintegrasi kurikulum pendidikan Islam Al-Azhar, yang dijuluki Al-Azhari, dengan kurikulum pendidikan nasional Mesir.

“Setelah publikasi dari sebuah pernyataan oleh Menteri Pendidikan, Tarek Shawki, terkait integrasi pendidikan umum dengan Al-Azhari, kami menghubunginya untuk meminta klarifiskasi dan dia menolak berbicara mengenai dugaan integrasi kedua sistem pendidikan itu,” Syeikh Shuman menjelaskan kepada middleaestmonitor.

Baca: Al Azhar Masukkan Masalah Al Quds dalam Kurikulum Pendidikan Berbagai Jenjang

Menteri itu, kata Syeikh Shuman, membicarakan tentang merancang sebuah sistem pendidikan baru untuk tahap usia dini berkoordinasi dengan Al-Azhar.

Dalam beberapa hari terakhir, harian lokal Mesir, termasuk Al-Ahram milik pemerintah, mengutip Shawki yang mengatakan bahwa dia sedang “mendiskusikan integrasi sistem pendidikan publik dengan sistem pendidikan Al-Azhar”.

Baca:  Peran Al Azhar dari Dahulu Hingga Sekarang

Al-Azhar mewakili sejumlah institusi pendidikan dan universitas di seluruh Mesir. Dengan sistem pendidikan Islam di samping mata pelajaran yang diajarkan dalam pendidikan umum publik.

Para pejabat berulangkali menuduh sistem pendidikan Al-Azhar telah “teradikalisasi”, sebuah tuduhan yang oleh institusi Islam itu telah disangkal dengan menegaskan bahwa kurikulum pendidikannya mendorong “toleransi dan moderasi dalam masyarakat”.*/Nashirul Haq AR

The post Al-Azhar Sangkal Rencana Merger dengan Sistem Pendidikan Nasional appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
Tak Dapat Kewarganegaraan Prancis karena Menolak Jabat Tangan http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2018/04/21/140987/tak-dapat-kewarganegaraan-prancis-karena-menolak-jabat-tangan.html Sat, 21 Apr 2018 14:04:08 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=140987

Hidayatullah.com—Pengadilan banding Prancis mengukuhkan kebijakan aparat berwenang yang menolak memberikan status kewarganegaraan kepada seorang wanita Aljazair setelah dia menolak berjabat […]

The post Tak Dapat Kewarganegaraan Prancis karena Menolak Jabat Tangan appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com—Pengadilan banding Prancis mengukuhkan kebijakan aparat berwenang yang menolak memberikan status kewarganegaraan kepada seorang wanita Aljazair setelah dia menolak berjabat tangan dengan seorang pejabat senior.

Wanita itu, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan “keyakinan agamanya” yang melarangnya berjabat tangan dengan pejabat pria dalam seremoni kewarganegaraan tahun 2016 di wilayah Isere, Grenoble, lapor BBC Jumat (20/4/2018).

Sebuah keputusan pemerintah menyebutkan bahwa sikap wanita tersebut menunjukkan dia tidak berasimilasi ke dalam masyarakat Prancis dan oleh karenanya status warga negara tidak diberikan kepadanya.

Wanita itu lantas mengajukan banding dengan alasan keputusan tersebut merupakan penyalahgunaan kekuasaan. Namun, pengadilan administrasi tertinggi di Prancis justru menguatkan keputusan pemerintah.

Wanita Aljazair itu telah menikah dengan seorang pria Prancis sejak 2010.

Menurut hukum perdata yang berlaku di Prancis, tidak berasimilasi termasuk alasan negara boleh menolak naturalisasi seseorang yang sudah menikah dengan seorang warga negara Prancis.*

The post Tak Dapat Kewarganegaraan Prancis karena Menolak Jabat Tangan appeared first on Hidayatullah.com.

]]>