frontpage hit counter

Pengalaman Bagi Hewan Qurban di Pedalaman, Disambut Gembira Pendeta

Pendeta Julius mengaku sudah menyerahkan sebidang tanahnya untuk mendirikan masjid untuk umat Islam

Pengalaman Bagi Hewan Qurban di Pedalaman, Disambut Gembira Pendeta
Pendeta Julius - BMH

Terkait

Hidayatullah.com–Kurang lebih 8 jam berjibaku melintasi pedalaman Nusa Tenggara Timur, tepatnya Kabupaten Timor Tengah Selatan,  Kecamatan Amanuban Selatan, Deda Noemuke dalam proses pendistribusian hewan qurban.

Untuk bisa sampai kelokasi, tim  harus menunggangi sebuah truk semi bus, yang dipenuhi oleh hewan qurban, berdesak-desakan.

Namun karena adalah amanah yang harus di tunaikan sebelum berlalunya Hari Tasyrik, kami harus segera sampai ke tempat tujuan.

Masuk keluar hutan, merupakan pemandangan yang harus dinikmati, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, untuk membagi-bagi huwan qurban amanah umat Islam.

“Kami harus tetap menjaga kondisi hewan qurban agar tetap stabil dan jangan sakit, apalagi sampai mati, “ ujar Syaiful tekan satu tim kami.

Baca: Setelah 30 Tahun, Warga Togutil di Pedalaman ini Baru Dapat Daging Qurban

“Walaupun kondisi saya kurang satabil dan sedikit flu, kita harus tetap semangat menjaga hewan qurban ini agar sampai tujuan dengan selamat, “ pungkasnya. “Apa pun itu medannya, kita harus tetap semangat,”lanjutnya.

Menjelang petang, mobil beserta hewan qurban baru memasuki pintu gerbang lokasi. Namun perjalanan masih perlu membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam agar bisa sampai ke tempat tujuan.

Dua jam berlalu, akhirnya tim sampai di lokasi penyaluran hewan qurban. Tepatnya di desa Ello, Kampung Oenana, Kecamatan Fatukopa, Kabupaten TTS-NTT.

Tepatnya pukul 17:20 WITA, tim disambut dengan tradisi adat setempat. Tim disambut dengan tradisi warga setempat yang bisa disebut “Natoni’.

Natoni adalah budaya setempat, berupa ungkapan pesan yang dinyatakan melalui syair-syair kiasan adat yang dituturkan secara lisan oleh seorang penutur (atonis).

Di dalam masjid, kami disambut bak seorang pahlawan yang baru balik dari medan juang.

Baca: Setelah 11 Tahun, Muslimin Mahakam Ulu Baru Rasakan Daging Qurban

Yang cukup mengagetkan dan berkesan, seorang toko agama Protestan, Pendeta Julius Fallo, ikut menyambut dengan gembira.

Bapa Julius, demikian ia akrab disapa, adalah toko agama di Desa Ello.Selama ini, dikenal cukup santun dengan pemeluk agama Islam.

“Saya tidak peduli dia beragama apa. Tapi ketika bantuan itu datang kami bagikan samarata,” ungkap Julius. “Tak terkecuali daging qurban. Ini adalah Hari Raya umat Islam. Bahagianya ummat Islam bahagia kita semua,” tambah Julius.

Bukan cuma itu saja,  Julius mengaku sudah menyerahkan sebidang tanahnya untuk mendirikan masjid untuk umat Islam.

“Bahkan saya pernah serahkan tanah saya untuk didirkan masjid,” lanjutnya.

Acara penyerahan hewan qurban diakhiri dengan makan bersama.*/dikisahkan Hasbullah, Relawan  Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan NTT

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !