Berita dari Anda – Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Thu, 30 Aug 2018 22:00:59 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.6 61797197 Begini Seharusnya Memposisikan Islam dan Negara secara Benar http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/08/29/149660/begini-seharusnya-memposisikan-islam-dan-negara-secara-benar.html Wed, 29 Aug 2018 04:05:13 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=149660

Indonesia nama negara sedangkan Islam nama agama wahyu. Negara berdiri atas kesepakatan (konsensus). Sedangan Islam lahir dari wahyu Allah

The post Begini Seharusnya Memposisikan Islam dan Negara secara Benar appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com—  Pernyataan seorang muslim mustahil menjadi warga negara yang baik jika belum bisa mengamalkan syariat secara utuh dan seorang negarawan yang taat, haruslah mau mengedepankan aturan negara daripada aturan tuhan dinilai sama-sama memiliki pandangan yang keliru.

“Dalam pandangan Ahlus Sunnah, dimana saja kita hidup (di negara manapun) kita masih bisa hidup dengan ajaran dari Rasulullah Muhammad ﷺ. Apalagi di Negara Indonesia yang lahirnya akibat perjuangan dari para ulama dan santri. Maka keislaman dan kebangsaan di Indonesia bukanlah hal yang perlu lagi dipertetangkan hari ini,” demikian dinyatakan Ustad Kholili Hasib M.Ud sebagai pembicara utama dalam Kajian Khusus Bedah Buku: Keislaman dan Kebangsaan,  Ahad, 26 Agustus 2018 yang diselenggarakan  Ikatan Santri Alumni Aqdamul Ulama (IKASA) dan Aswaja Pandaan.

Menurutnya, banyak orang gagal paham mengenai hubungan agama dan Negara (NKRI) di Indonesia ahir-ahir ini.

Baca: Islam dan Negara, Senyawa yang Tak Terpisahkan

Pada hakikatnya, Islam hadir telebih dahulu daripada kedaulatan negara (NKRI) kita. Dalam sejarah pendidikan Indonesia, kita lebih mengenal lembaga pesantren  lebih dulu ada dibandingkan adanya sekolah umum.

“Islam lebih melekat dengan masyarakat daripada negara itu sendiri karena memang lahirnya kemerdekaan didahului dengan datangnya Islam. Namun hari ini ada upaya dengan sistematik dan untuk  mempertentangkan Islam dan bangsa ini,” ujar pria yang akrab disapa Gus Kholili ini.

Indonesia dijajah oleh Belanda 350 tahun. Padahal, sebelum itu, bangsa Indonesia hidup dalam satu kesatuan. Hanya saja kedatangan para penjajah disertai dengan membawa penyebaran Kristen.

Politik divide et empera merekalah yang kini membuat negara menjadi terpecah dan tersekat-sekat, ujar pria yang juga peneliti di Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)-Surabaya ini.

Ia mengutip pernyataan Imam al Ghazali yang mengatakan bahwa agama dan negara adalah ‘saudara kembar’. Maka menegakkan Islam harus juga dengan melalui negara. Namun Negara sebagai alat, ia bukanlah menjadi hal utama apalagi mengalahkan Islam.

“Oleh karena itu mestinya para ulama dan cendekiawan Muslim kita mengerti benar tentang dasar negara, beliau – beliau tidak lantas mengklaim diri sebagai orang yang paling Pancasilais, karena memang bentuk negara adalah perkara furu’.”

Gus Kholili juga mengatakan bahwa umat Islam hendaknya waspada atas beberapa hal yang membuat gagal paham antara keislaman dan kebangsaan ini.

Diantara beberapa bentuk gagal paham adalah:

Pertama, harus waspadai dengan jargon “Mengindonesiakan Islam” karena Istilah tersebut memiliki arti untuk mengubah Islam menjadi “Indonesia”.  Padahal Islam yang universal lagi luas, kemudian akan dipersempit dan akan menimbulkan kesalah pahaman terhadap Islam.

Baca: Islam, Antara Agama dan Negara 

Kedua,  sebenarnya saat ini Indonesia sudah banyak menganut kebudayaan dan peradaban Barat. Pendidikan, ekonomi, dan lain-lain bahkan di Universitas Islam mengikut metodologi Barat. Sehingga, ‘mengindonesiakan Islam’ sama saja menjadi Islam setengah western (Barat). Dimana ideologi seperti liberalisme dan pluralisme dari Barat terus dipaksakan masuk kedalam Islam.

Ketiga, Indonesia merupakan nama negara sedangkan Islam nama agama wahyu dari Allah . Sebagai sebuah negara, ia berdiri atas kesepakatan (konsensus). Sedangan Islam lahir dari wahyu Allah. Oleh karena itu, sebuah kesepakatan manusia itu berubah sedangkan sebuah wahyu mustahil untuk diubah. Contohnya UUD 1945, sebagai dasar Negara Indonesia dapat diubah pasal-pasalnya melalui amandemen. Namun merubah rukun Islam tidaklah mungkin. Maka salah jika menempatkan perihal yang relative di atas yang absolut.

Acara yang dipandu Ustad Muhammad Saad S.pdi ini  dimulai jam 19:00 – 20:00 WIB dihadiri puluhan santri*/kiriman Rizal Abduh

The post Begini Seharusnya Memposisikan Islam dan Negara secara Benar appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
149660
FSLDK Solo Raya Adakan LDK Fest 2018 http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/08/29/149665/fsldk-solo-raya-adakan-ldk-fest-2018.html Wed, 29 Aug 2018 01:54:34 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=149665

LDK Fest Solo Raya 2018 sekaligus mengakhiri kepengurusan Puskomda periode 2017/2018.

The post FSLDK Solo Raya Adakan LDK Fest 2018 appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com– Sabtu-Ahad (25-26/08/2018), Puskomda FSLDK Solo Raya bekerja sama dengan LDK Al Imam Stikes Kusuma Husada Surakarta adakan LDK Fest Solo Raya 2018 di STIKes Kusuma Husada (KH) Surakarta.

Mengusung tema “Menyatukan Pemuda Islam Guna Menyongsong Indonesia Madani”, LDK Fest Solo Raya 2018 diadakan untuk menyamakan langkah visi dan misi dakwah di Solo Raya.

Dakwah, ungkap Ketua LDK Al-Imam STIKes KH M. Rais Prasetyo, butuh adanya relasi antar elemen. Hal itu diperlukan untuk mempertajam kerja dakwah.

“Di sini kita memang tidak mendapatkan beras, tapi di sini kita saling menjalin relasi seperti sel-sel otak yang akan terhubung yang bisa membuat kita semakin tajam,” ujar Rais Prasetyo.

Serangkaian kegiatan turut memeriahkan acara yang diikuti puluhan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Solo Raya ini. Di antaranya seminar kesehatan Islam, berbagai jenis lomba, Rapimda 2, dan Sekolah LDK. Acara ditutup dengan awarding LDK yang turut memeriahkan acara tahunan tersebut.

LDK Fest Solo Raya 2018 sekaligus mengakhiri kepengurusan Puskomda periode 2017/2018, dan mengawali kepengurusan periode 2018/2019. Irwan Saputra resmi menjadi ketua Puskomda FSLDK Soloraya periode 2018/2019 dan siap menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.*

The post FSLDK Solo Raya Adakan LDK Fest 2018 appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
149665
Kazan Kota Ramah Muslim http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/08/28/149577/kazan-kota-ramah-muslim.html Tue, 28 Aug 2018 04:32:25 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=149577

Hidayatullah.com–Tidak pernah terbayang sebelumnya bisa menginjakkan kaki di kota Kazan baru-baru ini. Maklum, jaraknya yang jauh dari Kota Moskow, Rusia. […]

The post Kazan Kota Ramah Muslim appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Tidak pernah terbayang sebelumnya bisa menginjakkan kaki di kota Kazan baru-baru ini. Maklum, jaraknya yang jauh dari Kota Moskow, Rusia. Sekitar 12-13 jam jalan darat dari ibu kota.

Tapi karena rasa penasaran terhadap kota ini, akhirnya saya pun berangkat sendirian (tanpa guide). Walaupun minimnya orang rusia yang bisa berbahasa Inggris.

Setelah sampai di Kazan ternyata sudah ada yang menjemput. Syeikh Ibrahim Sabirov yang merupakan Ketua Dewan Tahfizh Federasi Rusia.

Dengan keramahan dan ketawadu’an beliau, beliau rela menjemput saya. Padahal beliau baru saja pulang dari setelah berkeliling –keliling pekan lamanya untuk berdakwah dan mengunjungi markaz-markaz tahfiz di Rusia. Jazakumullah Ahsanal Jazaa’.

Alhamdulillah dengan izin Allah, saya dipertemukan dengan para ulama, para tokoh serta orang-orang soleh. Saya diajak untuk mengunjungi beberpa masjid, markaz tahfizh serta perguruan tinggi. Bahkan beberapa kali saya disuruh ceramah memberikan motivasi kepada anak-anak yang sedang menghafal Al-Qur’an. Padahal sayapun sadar bahwa saya masih harus belajar dan terus belajar.

Dari sini saya tahu dan belajar bagaimana cara mereka menghormati tamu. Tanpa melihat siapa tamunya, figur ataupun bukan. Mereka menghormati karena dasar ukhuwwah. Ya ukhuwwah islamiyyah, saudara sesama muslim.

Saya rasakan dan lihat dari sikap serta raut wajah mereka yang sangat ikhlas dan senang ketika menerima tamu. Karena mereka sejatinya mengamalkan apa yang telah di sabdakan oleh Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam.

‎”من كان يؤمن بالله و اليم الأخر فاليكرم ضيفه”

‎”لا يؤمن احدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه”

Kazan membuat saya terenyuh, terenyuh bahwa masih ada kota diujung belahan dunia sana yang memperhatikan dan mendalami Islam secara kaafah, terbukti dari ratusan masjid yang ada, serta ribuan para penghafal Al-Qur’an yang sedang belajar di markaz-markaz tahfizh.

Banyak cerita serta pelajaran yang saya dapat. Nuansa islami serta keramahan penduduk Kazan membuat saya jatuh hati. Ingin rasanya mengunjungi kembali kota ramah tersebut di lain waktu.

Dan pada akhirnya Kazan Rusia mengajarkan saya, bahwa untuk memperbanyak saudara tidak membutuhkan uang, akan tetapi Islam adalah jawabannya. Semoga Allah senantiasa mengizinkan kita semua untuk mengunjungi Kota Kazan nantinya.*/kiriman Abdul Fathir Kautsar

The post Kazan Kota Ramah Muslim appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
149577
Rabithah Ajak Dakwah Dengan Kasih Sayang, Larang Sikap Berlebih-lebihan http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/08/27/149480/rabithah-ajak-dakwah-dengan-kasih-sayang-larang-sikap-berlebih-lebihan.html Sun, 26 Aug 2018 23:35:16 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=149480

Konferensi bertajuk “Konsep Rahmat dan Keluwesan dalam Islam” diikuti 500 cendekiawan Muslim dari 76 negara

The post Rabithah Ajak Dakwah Dengan Kasih Sayang, Larang Sikap Berlebih-lebihan appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) menyelenggarakan konferensi internasional di Makkah bertajuk “Konsep Rahmat dan Keluwesan dalam Islam” yang diikuti oleh 500 cendekiawan Muslim dari 76 negara, Jumat (24/08/2018).

Acara yang bertempat di Hotel Rabithah di Mina itu dihadiri antara lain oleh Mufti Kerajaan Arab Saudi Syekh Abdul Aziz Abdullah Ali Syaikh, Sekretaris Jenderal Rabithah Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Isa, dan Rektor Universitas Al-Qur’an Sudan, Prof. Dr Ahmad Said Sulaiman.

Dalam rekomendasi penutupan, Rabithah menegaskan tentang urgensi pengembangan sarana dan metode penyampaian Islam yang sesuai dengan waktu, tempat dan kondisi, namun tetap menjaga identitas dan prinsip-prinsip Islam. Konsep ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat di era modern.

Untuk itu, konferensi mendorong upaya penyusunan materi pendidikan yang menjelaskan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan yang bersifat universal. Materi itu diharapkan dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pengajaran di seluruh jurusan yang ada di universitas-universitas di negara-negara Islam dan Arab.

Baca: Liga Muslim Dunia jadi Penyedia Makanan Halal dalam Olimpiade 2020 di Jepang

Konferensi juga mendorong studi dan penelitian secara lebih luas yang dapat makin mengokohkan prinsip kasih sayang (rahmat) dan keluwesan (si’ah) dalam Islam. Upaya ini dimaksudkan untuk menangkal segala bentuk pemikiran dekstruktif dan ekstrimis yang terus menyebarkan permusuhan dana kebencian di tengah masyarakat.

Organisasi yang didirikan pada dekade  60-an ini juga mengajak partisipasi media massa untuk bersama-sama menguatkan prinsip kasih sayang dan keluwesan Islam dalam kehidupan sehari-hari melalui materi dan program yang tepat.

Mufti Kerajaan Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz Abdullah Ali Syaikh yang memberikan sambutan pada pembukaan konferensi ini menegaskan bahwa Islam merupakan risalah yang membawa kabar gembira, kemudahan dan kasih sayang sekaligus melarang sikap berlebih-lebihan.

Baca: Rabithah Alam Islami Memuji Usaha Raja Salman Melayani Haji

Menurutnya, perbedaan tradisi dan lingkungan telah membawa pengaruh bahkan dalam ijtihad para ahli fikih.

Ketua Dewan Ulama Senior Arab Saudi ini juga menjelaskan bahwa salah satu bentuk sikap kasih sayang Islam adalah keharusan untuk bermuamalah yang baik terhadap nonmuslim dimana mereka mendapatkan hak-hak dan kebebasan dalam melaksanakan ibadah dan ritual.

Sementara itu, Sekjen Rabithah Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Isa dalam sambutannya menekankan bahwa keluwesan dan kasih sayang merupakan prinsip agung dalam Islam yang dalam praktiknya berupaya direduksi oleh pihak-pihak tertentu karena dilatari oleh situasi ketidaktahuan atau sikap berlebih-lebihan.

Konferensi yang diselenggarakan usai pelaksanaan haji ini juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap upaya Kerajaan Arab Saudi, di bawah arahan Pelayan Dua Kota Suci (Khadimul Haramain) Raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi Kedua Kota Suci (Al-Haramain) dan para jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia.*/Nurcholis

The post Rabithah Ajak Dakwah Dengan Kasih Sayang, Larang Sikap Berlebih-lebihan appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
149480
Da’i Harus Mampu Memberi Solusi Problematika Umat http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/08/27/149473/dai-harus-mampu-memberi-solusi-problematika-umat-2.html Sun, 26 Aug 2018 23:19:31 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=149473

Dai itu harus mampu memberikan solusi bagi problematika ummat. Bukan justru menjadi sumber masalah

The post Da’i Harus Mampu Memberi Solusi Problematika Umat appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Dalam menjalankan tugas dakwah, ada satu prinsip yang harus dimiliki oleh para da’i; meyakini bahwa dakwah adalah tugas mulia.

“Dengan menancapkan komitmen ini, seorang da’i akan tangguh berjuang di medak dakwah. Tidak akan mudah ‘balik kanan’ lantaran tantangan yang dihadapi dipandang sulit,” demikian pesan Yahyu Rahman, pengurus Pimpinan Pusat Hidayatullah,dalam memberikan sambutan, dalam acara ‘Wisuda dan Penugasan Kader Dai,’ alumni Sekolah Tinggi Luqmanul Hakim (STAIL) di Aula Seba Guna, Pesantren Hidayatullah Surabaya, Sabtu, (25/08/2018).

“Pantang bagi dai, untuk membeda-bedakan antara tempat ‘basah’ dan ‘kering.’ Ia harus siap dan ikhkas mengemban tugas, di mana pun juga,” gugahnya.

Karena pada hakekatnya, tambahnya, Tuhan orang beriman itu, tetap sama, di mana pun ia berada.

Baca: Dai Pedalaman Butuh Alat Peraga Dakwah 

Dia akan senantiasa menolong hamba-hamba-Nya, yang senantiasa memperjuangkan agama-Nya dengan ikhlas.

Hal lain yang diperhatikan, lanjut mantan pimpinan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) ini, jangan lah pernah terpisah dengan jamaah.

“Dengan berjamaah, seorang dai akan terus terjaga spiritnya, karena akan mendapat arahan dan motivasi dari senior, atau pun antar sesama dai.”

“Jadi, jangan pernah tinggalkan halaqah!” Tegasnya.

Baca:  Kisah Dai Muda ‘Berbulan Madu’ di Medan Dakwah 

Sementara itu, Ustazd Abdurrahman, Ketua Pembina Hidayatullah Jawa Timur, dalam tausyiahnya, meminta para kadir untuk berperilaku dewasa.

“Dewasa yang dimaksud di sini, bukan hanya sekedar sikap, tapi juga pikiran, dan spiritualitas,” jelasnya.

Indikasi telah terjadinya kedewasaan itu, setiap dai mampu mengerai segala persoalan yang dihadapi di medan dakwah.

“Jadi, dai itu harus mampu memberikan solusi bagi problematika ummat. Bukan justru menjadi sumber masalah,” paparnya.

Untuk tahun ini, STAIL mengirimkan 23 kader dai ke seluruh pelosok Nusantara. Acara penugasan itu dihadiri oleh berbagai elemen Hidayatullah, mulai dari Pengurus Pusat, Pembina, Pimpinan Wilayah,  dan ratusan tamu undangan.*/Khairul Hibri

The post Da’i Harus Mampu Memberi Solusi Problematika Umat appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
149473
250 Warga Suku Akit Dapat Daging Qurban Lewat BAZNAS-Pos Dai http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/08/24/149227/250-warga-suku-akit-dapat-daging-qurban-lewat-baznas-pos-dai.html Thu, 23 Aug 2018 23:19:30 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=149227

Sebanyak 250 orang Suku Akit tercatat sebagai penerima manfaat program ini.

The post 250 Warga Suku Akit Dapat Daging Qurban Lewat BAZNAS-Pos Dai appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Pos Dai Pusat dengan Program Qurbanmu Dakwahmu telah menjalankan amanah qurban bagi masyarakat pedalaman, yakni Suku Akit di Kepulauan Rupat, Riau.

“Alhamdulillah, hari ini Rabu, 22 Agustus 2018, bertepatan dengan dirayakannya Idul adha 1439 H oleh umat Islam se-Indonesia, tim BAZNAS dan Pos Dai telah menjalankan amanah penyembelihan dan penyaluran qurban untuk masyarakat pedalaman di Kepulauan Rupat, Riau,” terang ketua tim pelaksana di lapangan, M Kamilul Khuluq.

Baca: BAZNAS-“Qurbanmu Dakwahmu” Siap Salurkan Qurban Pedalaman Riau

Pelaksanaan program ini merupakan wujud kerja sama Program Kurban Berdayakan Desa BAZNAS dengan Qurbanmu Dakwahmu, dari Pos Dai Pusat.

Qurban pertama diselenggarakan di Desa Banyu Medang dan Desa Putri Sembilan yang terletak di Kepulauan Rupat.

“Alhamdulillah semua terselenggara dengan lancar,” ucap khuluq sebagai pelaksana.

Sebanyak 250 orang Suku Akit tercatat sebagai penerima manfaat program ini. Mereka tampak berbahagia dan bersuka-cita dengan datangnya qurban ke desa mereka.

Baca: Qurban Plus Air Bersih BMH

“Terima kasih, ini sangat berarti bagi kami, akhirnya kami bisa menikmati makan daging,” ucap salah seorang penerima manfaat.

“Semoga menjadi kurban yang mabrur bagi para mudhohhi dan memberikan maslahat yang luas bagi penyelenggara dan penerima manfaat,” terang dai yang mendampingi program itu, Ustadz Ali Hermawan.*/Kiriman Aimam

Baca: Pengalaman Bagi Hewan Qurban di Pedalaman, Disambut Gembira Pendeta

The post 250 Warga Suku Akit Dapat Daging Qurban Lewat BAZNAS-Pos Dai appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
149227
BAZNAS-“Qurbanmu Dakwahmu” Siap Salurkan Qurban Pedalaman Riau http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/08/21/149029/baznas-qurbanmu-dakwahmu-siap-salurkan-qurban-pedalaman-riau.html Mon, 20 Aug 2018 22:00:27 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=149029

Suku Akit merupakan suku asli yang mendiami wilayah Pulau Rupat, tepatnya di Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

The post BAZNAS-“Qurbanmu Dakwahmu” Siap Salurkan Qurban Pedalaman Riau appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com– Sebuah program bernama “Qurbanmu Dakwahmu” mendapat sambutan positif dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Di antara suku pedalaman yang menjadi target penyaluran qurban, Baznas memilih Suku Akit di Kepulauan Riau (Kepri).

“BAZNAS sendiri tertarik sinergi dengan Pos Dai karena merasa programnya pada Qurban 1439 H sesuai dengan misi besarnya, yakni Qurban Berdayakan Desa,” terang Ketua Program Qurbanmu Dakwahmu, Muhajirin di Jakarta, Senin (20/08/2018).

Baca: Qurban Plus Air Bersih BMH

Suku Akit terletak di Rupat, Provinsi Riau. Suku Akit merupakan suku asli yang mendiami wilayah Pulau Rupat, tepatnya di Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

“InsyaAllah tim kami dari Pos Dai akan berangkat ke Suku Akit, Selasa (21/08/2018) untuk penyaluran qurban 1439 Hijriah,” imbuh Muhajir.

Dalam rilis Baznas TV Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Soedibyo menjelaskan, qurban berdayakan masyarakat desa diharapkan dapat mewujudkan aliran rezeki dari perkotaan ke pedesaan, sehingga masyarakat pedesaan semakin berdaya dan bahagia.

“Harapannya kita bisa memenuhi target ambisius BAZNAS, menyalurkan 2.000 ekor setara kambing atau domba, kemudian dapat memberdayakan peternak desa dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.* Kiriman Aimam

Baca: Pengalaman Bagi Hewan Qurban di Pedalaman, Disambut Gembira Pendeta

The post BAZNAS-“Qurbanmu Dakwahmu” Siap Salurkan Qurban Pedalaman Riau appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
149029
Santri Ar Rohmah Putri Kumpulkan 33 Juta dari Uang Saku untuk Korban Gempa Lombok http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/08/20/148962/santri-ar-rohmah-putri-kumpulkan-33-juta-dari-uang-saku-untuk-korban-gempa-lombok.html Mon, 20 Aug 2018 04:43:26 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=148962

Hidayatullah.com–Santri SMP – SMA Ar Rohmah Putri  Pesantren Hidayatullah Malang Jawa Timur melakukan penggalangan dana untuk korban bencana gempa bumi […]

The post Santri Ar Rohmah Putri Kumpulkan 33 Juta dari Uang Saku untuk Korban Gempa Lombok appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Santri SMP – SMA Ar Rohmah Putri  Pesantren Hidayatullah Malang Jawa Timur melakukan penggalangan dana untuk korban bencana gempa bumi di Lombok NTB, Sabtu (18/08/2018).

Penggalangan dana yang dimotori oleh pihak sekolah ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 33.571.000,-.

“Mayoritas dana yang terkumpul berasal dari para santri. Mereka rela menyisihkan uang sakunya demi membantu para korban gempa di Lombok sana,” ujar  penanggung jawab penggalangan dana, Salim Rahmatullah.

Waktu penggalangan dana pun tidak lama, lanjut Salim. Hanya lima hari. Singkatnya waktu justru memotivasi para santri, guru dan karyawan untuk mengeluarkan infaq terbaiknya.

Dana yang terkumpul pun langsung disalurkan melalui Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur.*/kiriman Heri

The post Santri Ar Rohmah Putri Kumpulkan 33 Juta dari Uang Saku untuk Korban Gempa Lombok appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
148962
Di Akhir Zaman, Banyak Ditemui Orang Munafik Memimpin Masyarakat http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/08/20/148929/di-akhir-zaman-banyak-ditemui-orang-munafik-memimpin-masyarakat.html Mon, 20 Aug 2018 01:13:39 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=148929

Di akhir zaman, pembohong dianggap orang paling jujur. Orang yang benar lagi baik difitnah sebagai orang yang bodoh

The post Di Akhir Zaman, Banyak Ditemui Orang Munafik Memimpin Masyarakat appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com–Munculnya anak – anak yang berani kepada orang tua saat ini banyak kita temui di sekitar kita.  Kondisi tersebut jelas berbeda dengan zaman yang lalu dimana anak – anaklah yang takut pada orang tua mereka masing – masing.

Demikian salah satu materi yang disampaikan, Ketua ASWAJA Cabang Pandaan, Gus Kholili Hasib, di Masjid al Hidayah Kupang Jabon.

Dosen Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah Bangil ini melanjutkan pembahasan mengenai tanda – tanda akhir zaman dengan membacakan kalam Kiai Hasyim ‘Asyari dalam kitabnya Risalah Ahlusunnah.

Pengajian dibuka dengan sebuah hadits yang berkaitan dengan akhir zaman. Tentang  munculnya anak yang suka marah-marah, hujan turun dimusim panas, dan banyak sekali orang yang berperangai buruk, demikian mengutip hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani.

Tanda akhir zaman berikutnya,  adalah datangnya hujan di musim kemarau. Fenomena alam ini, tidaklah sama seperti biasanya seperti turunnya hujan ketika musim panas itu membuktikan alam sudah mulai kehilangan keseimbangannya.

Baca: Akhir Zaman dan Tipologi Kaum Munafik

Ketiga, menjamurnya orang – orang yang tercela.

“Orang yang berkualitas buruk ini akan semakin banyak jumlahnya mengalahkan orang yang baik. Dan bahkan orang yang terburuk akan diangkat sebagai pemimpin diantara golongan – golongan manusia. Orang yang baik lagi alim akan tidak lagi diperdulikan karena jumlah orang bodoh sudah terlalu banyak,” ujar penulis buku Adab Politik Menurut Imam al-Ghazali ini.

Hadits berikutnya adalah hari kiamat tidak akan terjadi sampai semua kabilah (Suku Bangsa) dipimpin oleh orang munafik, dan pemimpin kaum adalah yang paling hina di antara mereka, dan yang memimpin kabilah adalah orang-orang fasik. (HR. Tirmidzi, Thabrani)

Kelak di akhir zaman, akan banyak ditemui kabilah atau masyarakat atau manusia yang dipimpin oleh orang – orang yang munafik. Orang yang buruk ini ketika naik pangkatnya menjadi seorang pemimpin maka yang akan timbul selanjutnya adalah kerusakan yang parah.

Akibatnya masyarakat juga akan menjadi rusak. Kondisi seperti ini pernah diterangkan oleh Imam al Ghozali bahwa apabila masyarakat telah rusak, itu dikarenakan pemimpinnya rusak, pemimpin rusak karena ulamanya rusak, dan rusaknya ulama karena rusaknya ilmu.

“Jadi inti dari semua kerusakan adalah masalah ilmu.”

Banyak ilmu yang dikorupsi kemudian mengakibatkan rusaknya Negara. Apabila hanya materi yang dikorupsi, maka kerugian yang terjadi akan tampak pada masalah keuangan Negara. Namun apabila sudah ilmu yang telah dikorupsi, maka akibat yang terjadi adalah rusaknya masyarakat yang mengakibatkan rusaknya Negara seperti perkataan Imam al Ghazali.

Tanda lain datangnya akhir zaman juga dijelaskan oleh peneliti Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) ini bahwa pembohong akan dianggap menjadi orang yang paling jujur. Sebaliknya orang yang benar lagi baik dan sholeh difitnah sebagai orang yang bodoh.

“Dan diantara tanda – tanda hari kiamat lainnya adalah dihiasnya mihrab masjid dengan sangat indah. Sementara manusia – manusianya dibiarkan dalam keadaan rusak,” ujarnya.

Baca: Barisan Mukmin atau Barisan Munafik? 

Menurutnya kiamat tidak akan terjadi sampai ada perlombaan secara besar – besaran untuk menghias masjid dan melupakan kondisi keimanan masyarakatnya.

Zaman salaf terdahulu para ulama hanya fokus untuk membangun hati daripada berlomba untuk membangun masjid. Hari ini masjidnya bertingkat tingkat namun jamaahnya sangat sedikit.

Begitu pula bahanya ketika membangun masjid dengan cara merobohkan bangunan atau pondasi awalnya dengan niatan untuk membangun masjid baru yang megah. Perbuatan demikian ini termasuk salah karena bisa memutus sekian pahala waqaf dari para donator terdahulu. Orang yang demikian ini menurut Kholili, dikhwatirkan menjadi orang yang fasiq.

Demikianlah beberapa kalimat KH Hasyim Asyari tentang hari kiamat.

Di akhir kesempatan Gus Kholili berpesan untuk warga Nahdiyin untuk selalu mengikuti ajaran Kiai Hasyim sebagai pendiri dari organisasi Nahdatul Ulama (NU) karena beliaulah salah satu contoh ulama yang benar.*/kiriman Rizal Abduh

The post Di Akhir Zaman, Banyak Ditemui Orang Munafik Memimpin Masyarakat appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
148929
IMS Cek Kesehatan Muslimah Jabodebek http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/08/15/148592/ims-cek-kesehatan-muslimah-jabodebek.html Wed, 15 Aug 2018 01:00:58 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=148592

Tidak hanya sebagai ajang silaturahim sesama anggota Mushida saja, namun para peserta yang hadir bisa periksa kesehatan.

The post IMS Cek Kesehatan Muslimah Jabodebek appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

Hidayatullah.com– Dalam menjalin hubungan silaturahim antar Muslimat se-Jabodebek, PW Muslimat Hidayatullah selaku pengurus wilayah menggelar acara Halaqah Gabungan di Yayasan Marhamah, Cipinang Cempedak I No 11, Jatinegara, Jakarta Timur pada hari Ahad, 11 Agustus 2018.

Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB pagi dihadiri oleh seluruh utusan cabang Mushida se-Jabodebek. Rangkaian acara yang salah satunya diisi dengan ceramah oleh Ustadz Zainuddin Musaddad dan juga pengecekan laboratorium oleh Islamic Medical Service (IMS) kepada seluruh peserta yang hadir pada kegiatan tersebut.

Dengan adanya layanan kesehatan yang telah dipersiapkan oleh panitia, mendapatkan respons yang sangat positif dari para jamaah.

Baca: Layanan Kesehatan Keliling IMS ke Posko-posko Pengungsian

Mereka sangat bersyukur dengan adanya layanan ini, sebagian besar mereka sangat jarang pergi ke dokter untuk sekadar konsultasi atau periksa kesehatannya. Pengecekan laboratorium sederhana meliputi tensi darah, kolesterol, asam urat, gula darah, dan juga konsultasi dokter.

“Kegiatan yang sangat baik, selain kita dapat menjalin hubungan atau komunikasi secara langsung kita juga dapat memeriksa kesehatan, saya kira ini ide yang sangat baik. Karena banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari kegiatan ini. Perjalanan yang lumayan jauh untuk datang ke sini membuat saya sepertinya memerlukan pengecekan terhadap kesehatan saya,” ujar Ibu Marni (30) salah satu peserta yang berasal dari Gunung Sindur Bogor, Jawa Barat.

Baca: Aksi Medis di Lombok, IMS: Pengungsi Belum Dapat Bantuan

Begitu pula yang diungkapkan oleh Ibu Nuna (27) peserta yang berasal dari Depok.

“Alhamdulillah selain kita bisa menjalin tali persaudaraan yang selama ini hanya lewat telepon, hari ini langsung bertatap muka dan juga kita bisa mengecek kesehatan ke tempat yang sudah disiapkan panitia.

Tadi saya memeriksakan kolesterol saya yang sedikit tinggi mungkin karena faktor makanan yang saya makan menyebabkan sedikit berasa pegal di tengkuk saya. Alhamdulillah tadi dokter sudah memberikan saya pantangan atau makanan yang perlu saya kurangi. Harapan saya mungkin perlu diadakan cek kesehatan di setiap kegiatan yang ada.”

Baca: Punk Hijrah Kopdar Bareng IMS-Garda Kota

Ibu Afifah sebagai salah satu panitia mengucapkan terima kasih. Karena pada acara halaqah gabungan kali ini, tidak hanya sebagai ajang silaturahim sesama anggota Mushida saja, namun para peserta yang hadir bisa periksa kesehatan.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan baik. Ibu-ibu tidak hanya mendengarkan tausyiah dan bisa silaturahim dengan ibu-ibu dari halaqah yang lain. Akan tetapi mereka juga dapat memeriksakan kesehatannya. Terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin, semoga bisa terus dipertahankan dan dapat ditingkatkan lagi,” Afifah penuh syukur.

Baca: Pertamina-MTT-IMS Gelar Hapus Tato Gratis Napi Nusakambangan

Sebanyak 46 peserta yang terlayani. Kegiatan cek kesehatan ini akhirnya ditutup pada pukul 15.00 WIB ketika semua peserta sudah pulang. Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama berbagai pihak, di antaranya Mushida, BMH, Garda Kota, dan IMS.* Kiriman Imron Faizin

The post IMS Cek Kesehatan Muslimah Jabodebek appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
148592