Berita dari Anda – Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Tue, 19 Dec 2017 10:30:40 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.1 Liberalisasi Pemikiran Jenis ‘Pembunuhan Akidah, Lebih Kejam dari Membunuh Manusia http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2017/12/19/130934/liberalisasi-pemikiran-jenis-pembunuhan-akidah-lebih-kejam-dari-membunuh-manusia.html Tue, 19 Dec 2017 02:30:14 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130934

Pengistilahan “Islam Radikal” bagian ghazwul fikri (perang pemikiran) antara Islam dan ideologi-ideologi besar di dunia

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Tantangan bagi umat Islam dalam bernegara adalah apabila mereka memegang komitmen kepada agamanya, maka mereka akan mendapatkan predikat sebagai fundamentalis, meskipun istilah fundamentalis sendiri tidak ada di dalam Islam.

“Orang yang mempunyai komitmen terhadap Islam, katakanlah orang-orang yang shaleh, yang memperjuangkan Islam, yang menegakkan kebenaran, yang melakukan amar makruf nahi mungkar tiba-tiba disebut dengan fundamentalis. Nah ini, kata fundamentalis saja di dalam Islam tidak ada. Ini salah satu tantangan kita bernegara seperti itu,” ujar Direktur  Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. Ed, M. Phil., dalam acara dialog interaktif bertema “Islam Dalam Ranah Kebangsaan” yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Pakistan.

Baca: Gus Hamid: Pancasila Banyak Dibajak untuk Kepentingan Politik

Dialog yang dihadiri puluhan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di International Islamic University Islamabad (IIUI) ini digelar di kawasan I10 sector Islamabad, Jumat malam, (15/12/2017).

Pimred Majalah ISLAMIA yang kerap disapa Gus Hamid ini sempat menyinggung Istilah “Islam radikal”  yang sering dikutip kelompok yang terentu, di mana istilah itu tidak dikenal dalam terminologi Islam.

Menurutnya, pengistilahan tersebut adalah bagian dari ghazwul fikri (perang pemikiran) antara Islam dan ideologi-ideologi besar di dunia. Itulah yang membuatnya gigih untuk melakukan deliberalisasi.

“Islam radikal itu tidak ada terminologinya di dalam Islam. Orang yang menjalankan Islam dengan baik dan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar sekarang disebut radikal. Padahal di dalam Islam itu adalah orang yang shaleh. Ini termasuk pembagian dari ghazwul fikri, perang pemikiran antara ideologi-ideologi besar di dunia di mana Islam ini sekarang menjadi bulan-bulanan ideologi kontemporer. Itu yang selama ini saya lakukan dengan deliberalisasi atau melakukan proses counter attack terhadap liberalisasi pemikiran Islam,” jelasnya.

Baca: Hasyim: Liberalisasi Pemikiran Juga Melanggar Khittah NU

Selanjutnya Wakil Rektor  Universitas Darussalam (UNIDA) ini juga menjelaskan bahwa ‘liberalisasi pemikiran Islam’ sangatlah membahayakan. Dan itu lebih bahaya daripada membunuh orang, dalam  arti spiritual.

“Dan itu (liberalisasi pemikiran Islam) sangat berbahaya. Lebih berbahaya dari ‘membunuh orang’. ‘Liberalisasi pemikiran’ adalah dekonstruksi syariah dan dekonstruksi akidah, berarti dia akan membunuh ribuan orang, membunuh dalam arti spiritual, membunuh orang yang selama ini beriman menjadi tidak beriman. Nah di sini, kalau kata-kata ini dikaitkan dengan takwil yukhrij al-hayya min al-mayyiti wa yukhrij al-mayyita min al-hayyi artinya bahwa mengafirkan orang itu sama dengan mematikan orang,” jelas pendiri Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) tersebut.*/Fakhruddin A (Pakistan)

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Gus Hamid: Pancasila Banyak Dibajak untuk Kepentingan Politik http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2017/12/19/130916/gus-hamid-pancasila-banyak-dibajak-untuk-kepentingan-politik.html Tue, 19 Dec 2017 00:07:54 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130916 Pancasila itu menjadi alat untuk memarginalkan umat Islam. Dan Pancasila itu ditafsirkan sesuai dengan tafsiran orang-orang yang mempunyai kepentingan politik

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Hidayatullah.com–Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Pakistan menggelar dialog online bersama Direktur  Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. Ed, M. Phil., dengan tema “Islam Dalam Ranah Kebangsaan.”

Dialog yang dihadiri puluhan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di International Islamic University Islamabad (IIUI) ini digelar di kawasan I10 sector Islamabad, Jumat malam, (15/12/2017).

Dalam dialog tersebut, Dr. Hamid yang juga sebagai ini mengatakan ada orang-orang yang ingin membajak Pancasila demi kepentingan golongan tertentu.

Baca:  Bagaimana Pernikahan Secara Pancasila?

Mereka menafsirkannya sendiri, lalu menjadikannya sebagai alat untuk memarginalkan umat Islam. Padahal, Pancasila sendiri 100% mengandung nilai-nilai keislaman.

“Ini harus kita katakan terus terang, ada orang-orang yang ingin membajak Pancasila untuk kepentingan golongan tertentu. Ini sudah lama terjadi seperti begitu di Indonesia. Pancasila itu menjadi alat untuk memarginalkan umat Islam. Dan Pancasila itu ditafsirkan sesuai dengan tafsiran orang-orang yang mempunyai kepentingan politik. Secara konseptual saya dan kita semua tidak perlu takut bahwa Pancasila itu dimensi keislamannya 80 bahkan 100%,” kata putra ke-9 Pendiri Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo, KH Imam Zarkasyi ini.*

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Otoritas Madinah Selenggarakan Festival Menghormati Suku Badui http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2017/12/18/130823/otoritas-madinah-selenggarakan-festival-menghormati-suku-badui.html Mon, 18 Dec 2017 00:49:56 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130823

Hidayatullah.com–Otoritas Pembangunan Provinsi Madinah menyelenggarakan Festival Narakam Haya ke-3 di Markaz Al-Suwaidirah, 6-15 Desember 2017, yang dihadiri oleh para pengunjung […]

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Otoritas Pembangunan Provinsi Madinah menyelenggarakan Festival Narakam Haya ke-3 di Markaz Al-Suwaidirah, 6-15 Desember 2017, yang dihadiri oleh para pengunjung untuk menyaksikan berbagai kegiatan dan program, serta stand-stand yang turut serta pada festival ini.

Narakam Haya” sendiri berarti api (semangat) ini sudah siap dan menyala, sebagaimana tradisi pengormatan masyarakat Badui yang siap menyambut para musafir yang melewati kemahnya. Narakam Haya merupakan salah satu festival yang diselenggarakan di Provinsi Madinah, selain ratusan festival lainnya yang diselenggarakan sepanjang tahun di 13 Provinsi di Arab Saudi.

Gubernur Madinah, YM Pangeran Faisal bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud mengunjungi festival ini pada hari pertama, dan meminta agar tempat festival seluas 100.000 m2 di tengah gurun pasir ini untuk dijadikan tempat permanen sebagai desa budaya. Wakil Gubernur Madinah YM Pangeran Saud bin Khalid bin Faisal bin Abdul Aziz Al Saud hadir ke Festival ini pada hari Rabu, 14 Desember 2017 untuk memberikan Piala bagi Pemenang Lomba Balap Onta.

40 kegiatan yang ada di festival ini menceritakan kehidupan masyarakat Badui Arab yang tinggal secara nomaden, serta menjadi wisata di musim dingin, dengan memberikan tur safari tradisional serta pameran kerajinan tangan dan produk rumah tangga yang menjadi dampak positif untuk masyarakat di bidang ekonomi, sosial dan budaya.

Untuk dapat menghadiri festival ini, Panitia juga bekerjasama dengan Organisasi Transportasi Madinah untuk menyediakan shuttle bus gratis untuk para pengunjung dari 4 Halte di Madinah ke tempat festival, yang terletak 50 km di Jalan Raya Madinah-Qassim, atau sekitar 1 jam perjalanan dari kota Madinah.

Festival yang berlangsung selama 10 hari ini, dimulai sejak pukul 16.00 sore sampai pukul 23.00 malam, untuk pertama kalinya festival dikemas agar dapat menjadi destinasi wisata masyarakat Madinah maupun pengunjung dari provinsi-provinsi lainnya di Arab Saudi, dan pengunjung dari Negara Teluk.

Program utama budaya yang ada pada festival kali ini antara lain tur safari tradisional dengan menaiki onta dan kuda, seni tradisional, drama yang menggambarkan kehidupan di gurun pasir, distrik badui, pasar padang pasir yang menyediakan kerajinan tangan, produk rumah tangga dan makanan tradisional, perlombaan-perlombaan Narakam Haya dan kemah permainan anak.

Adapun program-progam olah raga terdiri diri dari perlombaan berburu dengan elang dan menaiki onta, perlombaan-perlombaan tradisional, terbang layang, lomba mengambil api dengan berkuda, lomba balap onta, yang disertai perlombaan fotografi dengan tema gurun pasir, perlombaan kerajinan tangan, perlombaan seni rupa kehidupan gurun pasir, perlombaan kemah gurun pasir tebaik, lomba folklore terbaik, penampilan kuda Arab, kutip  Kantor Berita Nasional Saudi.*/Imam K Anas (Madinah)

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Keputusan Donald Trump terhadap Baitul Maqdis karena Tekanan Kelompok Fundamentalis http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2017/12/18/130820/keputusan-donald-trump-terhadap-baitul-maqdis-karena-tekanan-kelompok-fundamentalis.html Mon, 18 Dec 2017 00:35:52 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130820

Dampak keputusan Donald Trump membuat orang Palestina kehilangan right to return (hak untuk kembali)

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com— Amerika Serikat secara diam-diam sudah lama mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Israel, tapi hanya baru kali ini, ketika presidennya Donald Trump berani menyampaikan secara jujur Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Jika menurut analisis kebanyakan orang keberanian Trump disebabkan karena faktor pengalihan isu terhadap masalah dalam negeri.

“Donald Trump berani karena ada tekanan Kristen Fundamentalis dan Yahudi,” ujar Dr Adian  Husaini dalam dalam Kajian Rutin Malam Rabu (12/12/2017) menyampaikan dalam topik  Tinjauan Historis Hubungan Muslim-Yahudi dan Status Jerusalem bertempat di Aula  Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Jakarta.

Tajuk ini diangkat bersamaan dengan hangatnya berita baru-baru 6 Desember 2017 di mana Presiden Amerika Serikat menghebohkan dunia dengan pengakuannya terhadap Yerusalem sebagai Ibnu Kota Israel.

Menurut bacaan tokoh kelahiran Bojonegoro ini kalangan Kristen Fundamentalis mempercayai setiap 50 tahun ada peristiwa besar. Di sisi lain, mereka juga menunggu juru selamat. Maka, mereka tidak mau menyempatkan kesempatan baik ini sebelum akhir tahun berakhir. Sebab, kalau akhir tahun berakhir, maka mereka akan kehilangan kesempatan untuk menjadikan Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Israel.

Baca: Seluruh Dunia Bereaksi Menolak Keputusan Donald Trump soal Baitul Maqdis

Tindakan Donald Trump yang begitu gegabah ini, menurut penulis rutin Catatan Akhir Pekan di hidayatullah.com ini, sama sekali tidak menguntungkan Amerika.

Biasanya keputusan diambil karena kepentingan nasional. Nah, ini apa kepentingan Amerika? Justru, menurut beliau akan membuat seluruh muslim dunia bersatu. Ini pada gilirannya akan merugikan diri mereka sendiri. Di sisi lain, dalam internal Amerika Serikat banyak juga yang tidak setuju dengan keputusan Trum ini.

Setelah menyampaikan prolog singkatnya, Adian menyampaikan beberapa poin penting mengenai:  Yahudi dari sisi historis; pandangan al-Qur`an dan al-Hadits mengenainya; Al-Qur`an sebagai satu-satunya Kitab yang sangat kritis terhadap Yahudi; kekhawatiran dan peringatan Rasulullah bahwa umat Islam akan ikut sunnah Yahudi-Kristen.

Dalam sejarahnya, secara umum Yahudi memang memiliki sifat yang buruk. Di zaman Nabi Musa misalnya, ketika sudah diselamatkan dari Firaun, tak lama setelah itu ketika melihat orang lain menyembah patung, maka mereka meminta kepada Musa agar dibuatkan Tuhan seperti mereka. Di sisi lain, Yahudi ini pantas diaspora karena memang begitu menjengkelkan, Dulu ketika Yerusalem ditaklukkan Nebukednezar, mereka membantu orang Persia membantai orang Kristen di Yerusalem. Ironisnya, ketika Byzantium Romawi menang, mereka seakan-akan ikut membelanya.

“Pada zaman nabi, Yahudi sampai diusir dari Madinah bahkan kemudian dari Khaibar karena sifat tercelanya yang suka menyalahi janji dan berkhianat. Piagam Madinah yang sudah disepakati bersama, dikhianati oleh mereka sendiri. Mereka ini adalah kaum yang ketika lemah memihak yang kuat, dan ketika kuat akan menghabisi siapa saja karena rasisme di tubuh mereka begitu kuat.”

Dalam sejarah, Kata Adian, meski Al-Qur`an sangat kritis terhadap Yahudi, tapi umat Islam memperlakukannya dengan sangat baik. Sebagai bukti, saat di  Andalusia, selama 800 tahun lamanya, mereka bisa hidup secara aman dan nyaman. Pun ketika Andalusia telah jatuh dan ada inkuisisi besar-besaran, mereka banyak lari ke Turki Utsmani, dan mendapat perlindungan selama 600 tahun lamanya. Anehnya, melalui strategi yang licik dan sistematis, sekte gerakan Zionis pada akhirnya menumbangkan Khilafah Turki Utsmaniyah. Kebaikan umat Islam berabad-abad lamanya dibalas mereka dengan air tuba.

Dalam al-Qur`an, sifat Yahudi begitu banyak, misalnya: pengecut, materialistik, suku membunuh para nabi, menyembunyikan kebenaran, melecehkan nabi. Mengingat sifatnya yang begitu berbahaya, dalam Hadits nabi Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bagaimana nabi mengatakan,  “Sesunguhnya kalian akan mengikuti kebiasaan umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sedepa demi sedepa, sehingga seandainya mereke masuk lubang Dhab (sejenis kadal) niscaya akan kalian ikuti, para sahabat bertanya, Ya Rasulullah (maksudmu) orang-orang Yahudi dan Nasrani?  (jawab Rasulullah), Siapa lagi.’”

“Bila umat Islam tidak maspada, maka akan masuk perangkap mereka,” tambahnya.

Terlepas dari itu, Yahudi ini meskipun jumlahnya kecil (sekitar 15 juta), tapi memiliki kelebihan sumber daya manusia.  Ilmuan seperti Charles Darwin dan Sigmun Freud misalnya,  adalah tokoh Yahudi yang sering dijadikan rujukan psikologi. Lucunya, orang Muslim sering menjadikannya rujukan dalam kurikulum sekolahnya.

“Padahal, setiap hari berdoa ihdinash shirathal Mustaqim (tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu bukan jalannya orang yang dimurkai).”

Baca: Polling: Separuh Yahudi Amerika Dukung Pengusiran Bangsa Palestina

Fakta lain yang menunjukkan keunggulan Yahudi, jumlah Yahudi di Amerika tidak sampai 3%, tapi anehnya, Biden sampai berterimakasih kepada Yahudi yang bisa merubah pandangan Amerika tentang homoseksual.

“Jika tidak memiliki keunggulan lebih, jumlah tiga persen itu tak mungkin bisa merubah pandangan Amerika mengenai LGBT yang disebarkan melalui media sosial.”

Negara palsu Israel adalah negara berdasarkan rasisme tinggi. PBB pun mengakui bahwa Israel yang didirikan oleh Zionisme itu adalah negara rasis. Terkait masalah rasisme ini, Ismail Raji Al Faruqi sampai menandaskan bahwa andai Yahudi membangun negara di bulan, maka harus ditolak karena rasismenya itu. Rasisme ini sudah ditentang dalam Konferensi Asia Afrika (KAA).  Dalam jiwa KAA adalah anti rasisme.

Terlepas dari itu semua, yang perlu dicermati oleh umat Islam adalah bukan tahun kerutntuhan Khilafah Utsmaniyah pada 1924, tapi mengkaji cara kerja Yahudi sangat pintar bisa menghancurkan Imperium Besar Utsmani. Teodhore Herzel yang pernah menulis buku tentang Negara Yahudi, pada 50 tahun kemudian bisa terwujud. Terbukti, negara Israel berdiri tahun 1948.

Pada sesi terakhir, tokoh yang pernah mondok di Pesantren ar-Rosyid Kendal Bojonegoro ini, menyatakan bahwa masalah Masjidil Aqsha adalah masalah agama. Semua pada dasarnya masalah agama. Kentut aja masalah agama. Hatta politik, ekonomi dan lain-lain dalam Islam adalah bagian yang tidak terpisahkan dari agama. Maka sungguh ironis, jika ada umat Islam atau bahkan tokoh Islam yang menganggap konflik Israel dan Palestina sekadar masalah perebutan lahan atau alasan artifisial lainnya.

“Pada akhirnya,  kalau keputusan Trump tetap diteruskan, maka ada beberapa problem yang akan dihadapi: orang Palestina akan kehilangan right to return (hak untuk kembali) di sisi lain ada problem pengungsian yang semakin tidak bisa teratasi. Kontribusi nyata umat Islam yang lebih konkret, tentu sangat diharapkan untuk menyelesaikan problem besar ini,”ujarnya menutup kajian.*/Kiriman Mahmud Budi (Jakarta)

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Gabungan Elemen Mahasiswa Kobar: Lawan Donald Trump! http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2017/12/11/130164/gabungan-elemen-mahasiswa-kobar-lawan-donald-trump.html Sun, 10 Dec 2017 22:15:21 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130164

"Apa yang dilakukan Donald Trump atas al-Quds di Palestina merupakan penjajahan dan penindasan. Hal ini merupakan sebuah kedzaliman dan kebatilan yang sangat besar."

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Beberapa organisasi mahasiswa yang terdiri dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Pangkalan Bun, Himpunanan Mahasiswa Islam (HMI) Pangkalan Bun, dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Fatih Universitas Antakusuma Pangkalan Bun, menyatakan perlawanan terhadap Donald Trump (Presiden Amerika Serikat).

Aksi di arena Car Free Day Pangkalan Bun, Jl HM Rafi’i, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Ahad, 10 Desember 2017 ini dilaksanakan karena pernyataan sepihak Donald Trump atas Baitul Maqdis (Al-Quds) yang diklaim sebagai ibu kota Israel.

“Apa yang dilakukan Donald Trump atas al-Quds di Palestina merupakan penjajahan dan penindasan. Hal ini merupakan sebuah kedzaliman dan kebatilan yang sangat besar. Dan setiap kebatilan-kebatilan adalah musuh abadi kami,” seru Zailani BQ (Pengurus Wilayah KAMMI Kalimantan Tengah) saat menyampaikan orasinya.

Baca: Puluhan Ribu Kader PKS Gelar Aksi Bela Palestina

Di tengah aksi, Rahmad Siwandaru sebagai ketua KAMMI Pangkalan Bun sekaligus penanggung jawab aksi membacakan sikap dari gabungan elemen mahasiswa yang berisi perlawanan terhadap sikap Trump, yang disaksikan ribuan pengunjung CFD.

Aksi semakin ramai saat masyarakat antusias menandatangani petisi bela Palestina yang telah disediakan peserta aksi.

Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak tak mau ketinggalan membubuhkan tandatangannya sebagai bentuk dukungan perlawanan terhadap kedzaliman yang dilakukan Presiden AS tersebut.

Uniknya, ada celetukan dari salah satu ibu pengunjung CFD; “Injak saja orang itu…!” sambil melihat foto  Trump yang ada di spanduk aksi.

Aksi bela Palestina ini ditutup dengan deklarasi bersama oleh seluruh peserta aksi menggunakan kalimat: Mahasiswa Pangkalan Bun Melawan Donald Trump! Allaahu Akbar!* Kiriman Zainali (Kalteng)

Baca: MUI Imbau Muslimin Berjuang untuk Palestina Sesuai Kemampuan

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Siswi SD Alam Ar-Rohmah Dapat Hadiah Haji http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2017/12/09/130051/siswi-sd-alam-ar-rohmah-dapat-hadiah-haji.html Sat, 09 Dec 2017 03:11:54 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130051

Hidayatullah.com–Perasaan Aisyah az-Zahra (9 tahun) campur aduk: kaget, terharu, bahagia. Siswi kelas 3 SD Alam Ar-Rohmah Ponpes Hidayatullah Malang ini  […]

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Perasaan Aisyah az-Zahra (9 tahun) campur aduk: kaget, terharu, bahagia. Siswi kelas 3 SD Alam Ar-Rohmah Ponpes Hidayatullah Malang ini  mendadak dapat hadiah naik haji dari Kedutaan Arab Saudi. Tidak cuma sendirian, bahkan dia bisa berangkat bersama kedua orangtuanya tahun ini (2018).

Hadiah itu diserahkan oleh Osama bin Mohammad Abdullah al-Shuaibi (Duta Besar Arab Saudi) dalam acara “Apresiasi Anak Islam” (7/12/2017).

Aisyah berhasil meraih juara terbaik 1 tartil dan juara 1 tahfizhul-Qur`an dalam event yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

Aisyah adalah putra dari pasangan sederhana Doni Iskandar dan Nanik Wahyuni. Sehari-hari, sang ayah jualan susu dan sari kedelai.

Ketika ditanya tentang tipsnya menghafal, ibunya bercerita bahwa tiap habis Shubuh, Aisyah selalu menambah hafalan.

“Itu waktu yang pas karena pikirannya masih fresh,” ujar Nanik.

Sementara habis shalat Maghrib, rutin muraja’ah hafalan sekitar ½ juz. “Harus disiplin. Waktunya menghafal ya menghafal, waktunya muraja’ah ya muraja’ah, waktunya main ya main. Alhamdulillah sekarang Aisyah telah hafal 5 juz,” jelasnya.

Tips lainnya, yang amat penting adalah doa. “Setiap habis shalat t waktu, kami selaku orangtua selalu berdoa agar anak-anak bisa hafal Al-Qur’an dan mengamalkannya,” kata Nanik.

Kemampuan hafalan Aisyah juga mendapat dukungan dari pihak sekolah. SD Alam Ar-Rohmah adalah sekolah integral berbasis tauhid yang memadukan aspek aqliya, jismiyah, dan ruhiyah. Itulah sebabnya banyak anak didiknya yang berprestasi, seperti halnya Aisyah.* /Roma Hadi, Pambudi Utomo

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
MPU Aceh Besar adakan Muzakarah Tauhid Tasauf dan Wakaf http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2017/12/06/129785/mpu-aceh-besar-adakan-muzakarah-tauhid-tasauf-dan-wakaf.html Wed, 06 Dec 2017 10:36:02 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129785

Hidayatullah.com—Bertempat di Aula Gedung UPTD BPKB Dinas Pendidikan Aceh, Lubok, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, ( 4/12/17), Majelis Permusyawaratan Ulama […]

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com—Bertempat di Aula Gedung UPTD BPKB Dinas Pendidikan Aceh, Lubok, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, ( 4/12/17), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh  mengadakan muzakarah  bertema “Muzakarah Tauhid Tasauf dan Wakaf”.

Wakil Ketua MPU Aceh,Tgk H Muhammad Daud Zamzami sempat menyinggung tugas-tugas MPU Aceh termasuk  mengeluarkan fatwa.

Menuruy Daud Zamzani, banyak masyarakat belum membaca utuh fatwa MPU namun banyak yang sudah berasumsi, sehingga terjadi polemik di masyarakat.

Menurutnya,  pemahaman masyarakat kita terhadap kitab-kitab para ulama terbatas.

“Jika mengkaji kitab dengan kemampuan terbatas maka terjadilah ibarat  ta sipat bajee gob, bak bajee droe (salah memahami, red). Kitab-kitab pelik itu hanya mampu oleh kalangan khusus, tidak semua orang mampu mencernanya,” ujarnya.

Termasuk ucapan yang mengandung makna hulul dan ittihad (menyatu dengan Tuhan) dalam dunia tasawuf.

“Oleh karena demikian, Ibnu Araby sendiri yang melarang mengkaji kitabnya bagi yang tidak punya kemampuan. Seperti kitab Futuhat Al-Makkiyah  karya  Ibnu Arabi, Insan Kamil karya Abdul Karim Al Jilli dan kitab-kitab lainnya sebagaimana dilansir Serambi Indonesia beberapa pekan yang lalu. Fatwa MPU Aceh juga telah ada pada zaman para imam besar dalam Mazhab Syafi’i, ada enam ulama besar yang melarang mengkaji kitab yang tidak mampu dicerna orang awam, salah satunya adalah Syaikh Ibnu Hajar as-Qalani,” tegas Abu Daud Zamzami yang juga murid langsung dari ulama kharismatik Aceh, Abu Hasan Krueng Kalee dan Abuya Muda Waly Al Khalidi.

“Hakikatnya tidak ada istilah tauhid tasauf, yang ada hanya tinjuan, tauhid dan tasauf berada pada hati, sementara fikih berada pada lahiriah amalan. Karena kalau jiwa kita sudah bersih dari sifat muhlikah/mazmumah (tercela) maka akan diisi oleh sifat yang mahmudah (terpuji) yang kemudian nampak dalam prilaku. Jadi, perbedaan hanya pada tingkat pemahaman, penalaran keyakinan dan penghayatan berpijak,” tambahnya.

“Lalu kenapa juga MPU Aceh mengeluarkan fatwa, tentunya ada banyak kemaslahatan yang mesti dijaga. Sama seperti dihukumnya  Syeikh Siti Jenar, Al-Hallaj, Ibnu Araby, dan Hamzah Al Fansury. Tak ubahnya juga sopir bus yang terpaksa mengelak dan memilih menabrak satu orang demi menyelamatkan puluhan orang dalam bus,” tamsilnya.

“Alhamdulillah muzakarah sukses sebagaimana yang direncanakan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dr Tgk Ghani Gisa Wakaf   mewakili  pimpinan MPU Aceh yang telah memberikan materi yang begitu mencerahkan bagi pengurus MPU Aceh Besar,” tutup Tgk H Muksalmina AW,  Ketua MPU Aceh Besar dalam kata sambutannya mengapresiasi semua peserta muzkarah.*/kiriman  Tgk Mustafa Husen Woyla  (Aceh)

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Kopdar Hafidz Fatih Seferagic di Masjid Al Falah Surabaya http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2017/12/06/129760/kopdar-hafidz-fatih-seferagic-di-masjid-al-falah-surabaya.html Wed, 06 Dec 2017 09:19:53 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129760

Hidayatullah.com– Hafizh Al Quran asal Amerika Serikat, Fatih Seferagic hari  Rabu malam (22/11/17) bersilaturrahim dengan masyarakat Kota Surabaya. Acara bertajuk […]

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Hafizh Al Quran asal Amerika Serikat, Fatih Seferagic hari  Rabu malam (22/11/17) bersilaturrahim dengan masyarakat Kota Surabaya.

Acara bertajuk “The Goodness of Quran Raises Million Hearts”Ngobrol Bareng Fatih Seferagic ini dilaksanakan antara shalat Magrib dan Isya dibarengi penggalangan dana kemanusiaan untuk Rohingya yang diadakan di Masjid Al Falah.

“Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarnya. Rosulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda sesunggugnya seorang mukmin dengsn muslim, mukmin adalah saudara,” tutur seorang panitia pelaksana.

Fatih Seferagic adalah pemuda gaul berusianya  18 tahun, yang memiliki kepandaiannya mengaji dan melantunkan ayat-ayat Al-Quran yang dikagumi remaja-remaja sebayanya.

Di Amerika, Fatih mulai belajar membaca dan menghafal Al-Quran sejak usia 9 tahun dikarenakan peran dari seorang ibu yang menyekolahkannya di sekolah hafal Al-Quran. Ia juga bercerita, di negarannya berbagai macam umat agama saling menghormati walau beda agama, cuman yang disayangkan adalah media di negrinya yang membuat berita-berita hoax tentang agama Islam.

“Jika ada hal-hal yang buruk tentang Islam, langsung diberitakan oleh media,” ujar Fatih Seferagic yang kelahiran Jerman ini.

Fatih bercerita terkait keberkahan yang diberikan Allah padanya bisa menghafal al-Quran. Bahkan pernah  dalam perjalanan saat Fatih melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran  ada yang menangis karena terharu.

Kegiatan kopdar bareng Fatih Seferagic ini di mulai pukul 17.00 dan berakhir pukul 21.00 WIB, dengan penggalangan dana untuk Rohingya sebagai penutup.

Di tengah-tengah acara Fatih Seferagic memberikan jawaban bahwasanya dengan cara latihan secara terus menerus menghafal al-Quran akan memberikan hasil yang memuaskan.*/kiriman Gita Afif (Surabaya)

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Atasi TKI Bermasalah, KBRI Kuala Lumpur Latih TKI Jadi Wirausahawan http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2017/12/05/129693/atasi-tki-bermasalah-kbri-kuala-lumpur-latih-tki-jadi-wirausahawan.html Tue, 05 Dec 2017 07:30:57 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129693

Program ini merupakan yang pertama kalinya digagas oleh KBRI Kuala Lumpur dan akan menjadi salah satu program prioritas. Pelatihan akan dilakukan selama 14 hari, dengan materi keterampilan pengolahan makanan (food processing) dan kerajinan tangan (handycraft).

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– KBRI Kuala Lumpur bekerja sama dengan BRI memberikan pelatihan dan pendampingan, serta pemberian pinjaman usaha kepada para TKI, khususnya TKI bermasalah.

Melalui Program yang dinamai “Saya Mau Sukses” tersebut, diharapkan akan meningkatkan skill para TKI, dan menstimuli mereka untuk berwirausaha.

“Setiap hari tidak kurang dari 4 TKI ditampung di penampungan KBRI. Jika tidak diberi keterampilan mereka akan menjadi masalah sosial di kampung halamannya,” kata Rusdi Kirana, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, pada peluncuran program Saya Mau Sukses di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (04/12/2017).

Program ini merupakan yang pertama kalinya digagas oleh KBRI Kuala Lumpur dan akan menjadi salah satu program prioritas. Pelatihan akan dilakukan selama 14 hari, dengan materi keterampilan pengolahan makanan (food processing) dan kerajinan tangan (handycraft).

Baca: Mendes Ajak TKI Bermasalah Kembali ke Indonesia Bangun Desa

Mereka juga akan ditawari pinjaman modal oleh BRI melalui skema KUR TKI.

Nantinya produk-produk dari TKI tersebut akan diserap dan dipasarkan oleh Lion Group. “Kita harapkan dengan program mereka akan termotivasi untuk menjadi wirausahawan-wirausahawan baru,” sambung Rusdi, yang juga Pemilik Perusahaan Penerbangan Lion Group.

Peluncuran program Saya Mau Sukses juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya, Menteri Ketenagakerjaan, Dirjen Protokol dan
Konsuler Kemlu RI, Direktur Utama BRI, Kepala BNP2TKI, dan sejumlah pejabat lainnya.

Sepanjang 2016, KBRI Kuala Lumpur telah memulangkan 1.334 TKI bermasalah dari penampungan KBRI, atau rata-rata 111 TKI setiap
bulannya. Proses pemulangan dilakukan bekerja sama dengan BNP2TKI.* Kiriman Anton (PENA)

Baca: TKI Asal Cirebon Terbebas dari Hukuman Mati Segera Bebas

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
PB HMI Adakan Sekolah Pimpinan Himpunan Mahasiswa Islam http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2017/12/05/129690/pb-hmi-adakan-sekolah-pimpinan-himpunan-mahasiswa-islam.html Tue, 05 Dec 2017 07:01:18 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129690

Harapannya kepada seluruh pimpinan HMI baik di cabang maupun BADKO yang saat ini berusia sekitar 20-25 tahun, diusia 1 abad Indonesia nanti mereka sudah siap menjadi pimpinan.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) akan memulai pembukaan Sekolah Pimpinan (SEPIM) HMI, Senin (04/12/2017) di Gedung Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat.

Kegiatan ini bertema “Menuju Satu Abad Indonesia” dengan tujuan “Terbinanya kader yang memiliki keterampilan dan profesionalisme dalam bidang manajerial, kepemimpinan, dan keorganisasian”, dengan Keynote Speaker dalam kegiatan ini adalah Presiden RI ke-3, BJ Habibie.

Menurut Ketua Panitia SEPIM HMI, Muhammad Arimin, yang juga mantan Ketua HMI cabang Tenggarong, kegiatan ini merupakan inisiasi dari Bidang Pembinaan Anggota PB HMI untuk memantapkan kader-kader terbaik HMI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca: Halaqoh BEM Pesantren se Jawa Timur, Mahasiswa Diminta jadi Pemimpin Jujur

Sehingga pada kegiatan ini yang menjadi peserta adalah para pimpinan HMI yang tersebar di 211 cabang dan 20 BADKO seluruh Indonesia.

“Kemarin telah dilakukan screening test pada calon peserta yang telah lolos uji pemberkasan, semoga kegiatan Sekolah Pimpinan HMI ini berjalan lancar dari awal sampai dengan selesai,” jelasnya.

Kegiatan ini akan berlangsung sampai dengan Ahad, tanggal 10 Desember 2017 dengan rangkaian 24 materi yang diisi oleh 45 pembicara nasional, baik praktisi maupun akademisi.

Arimin mengatakan, harapannya kepada seluruh pimpinan HMI baik di cabang maupun BADKO yang saat ini berusia sekitar 20-25 tahun, diusia 1 abad Indonesia nanti mereka sudah siap menjadi pimpinan di berbagai macam sendi kehidupan. Baik di tingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional.* Informasi Muhammad Syahril

Baca: Siapkan Pemimpin Muda 2045, KAMMI adakan Pelatihan Kepemimpinan

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>