frontpage hit counter

Ghazwul Fikr

ISIS dan Propaganda ‘Penunda’ Kebangkrutan AS [2]

ISIS dan Propaganda ‘Penunda’ Kebangkrutan AS [2]

Jadi, jika wartawan televisi sedikit pinter, seharusnya mau melakukan investigasi, untuk mengungkap ‘berita’ di balik berita terorisme yang mengguncang Paris (2015) dan Jakarta (2016)

Selengkapnya

ISIS dan Propaganda ‘Penunda’ Kebangkrutan AS [1]

ISIS dan Propaganda ‘Penunda’ Kebangkrutan AS [1]

Sungguh patut disayangkan, di Indonesia ini mayoritas reporter televisinya ber-KTP Islam, namun mereka seakan tidak paham dengan dasar-dasar ajaran agamanya sendiri. Betapa memprihatinkannya!

Selengkapnya

Artis dan Pesona Perdagangan Perempuan [2]

Artis dan Pesona Perdagangan Perempuan [2]

Artis, termasuk di dalamnya artis suara (penyanyi) adalah pekerjaan yang tidak diridhai Allah Subhanahu Wata’ala.

Selengkapnya

Artis dan Pesona Perdagangan Perempuan [1]

Artis dan Pesona Perdagangan Perempuan [1]

Artis perempuan pada hakekatnya adalah korban perdagangan perempuan di dunia hiburan. Mereka hanya dibutuhkan—lebih tepat dieksploitasi.

Selengkapnya

Berita Terorisme dan McDonaldisasi Televisi [2]

Berita Terorisme dan McDonaldisasi Televisi [2]

Kasus bom Thamrin pun secara langsung maupun tak langsung, juga mengungkap betapa buruknya McDonaldisasi pada televise di Indonesia

Selengkapnya

Berita Terorisme dan McDonaldisasi Televisi [1]

Berita Terorisme dan McDonaldisasi Televisi [1]

Prinsip prediktabilitas ini membuat wartawan tidak punya selera, apalagi melakukan investigasi atas kasus besar yang melanda masyarakat. Mereka cukup mengandalkan press release

Selengkapnya

Penjara Iran Pasca Revolusi [4]

Penjara Iran Pasca Revolusi [4]

Hamzeh Karami, kepala editor dari website reformis yang ditangkap setelah pemilu 2009, menulis dalam sebuah surat bahwa ia “disiksa secara fisik dan mental di dalam penjara”.

Selengkapnya

Penjara Iran Pasca Revolusi [3]

Penjara Iran Pasca Revolusi [3]

Tulang hidungnya pecah dan darah kering berkerak di sekitar lubang hidungnya. Satu memar yang besar di sisi kanan kepalanya memanjang hingga ke telinga; jaringan di belakang tengkoraknya meradang dan dipenuhi darah

Selengkapnya

Penjara Iran Pasca Revolusi [2]

Penjara Iran Pasca Revolusi [2]

Seorang ayatollah lainnya, Hossein Kazemeini Boroujerdi, menolak penerapan wilayatul faqih di Iran dan menentang pemerintah Iran serta menyebutnya sebagai “totaliter” dan “diktator yang korup”

Selengkapnya

Penjara Iran Pasca Revolusi [1]

Penjara Iran Pasca Revolusi [1]

SAVAK diberi kebebasan untuk menyiksa tawanan yang dicurigai terlibat gerilya untuk menggulingkan pemerintah. Mereka terlatih dalam melakukan berbagai bentuk penyiksaan, termasuk mencabut kuku, penyetruman dengan listrik, penyambukan

Selengkapnya

Page 5 of 30« First...34567...102030...Last »